Beragam cara baru menikmati kopi.

Cold brew, diperlukan kesabaran untuk menikmati kopi.

Cold brew, diperlukan kesabaran untuk menikmati kopi.

Sambil menunggu air mendidih, Endras Pribadi menghaluskan biji kopi menggunakan penggiling bertenaga listrik. Setelah air mendidih ia memasukkan air ke teko khusus. Penggemar kopi itu lantas memasukkan bubuk kopi ke penyaring di dalam teko. Penyaring itu berbentuk seperti cawan yang ditempatkan kira-kira 3 cm dari dasar teko. Kemudian ia memasang penampung di bagian paling atas teko.

Endras memutar penampung—dapat dibuka tutup—searah jarum jam untuk menguncinya. Langkah selanjutnya ia kembali meletakkan teko di atas pemanas. Tak berapa lama terdengar suara mendesis dari teko. Itu berarti air dan kopi sudah terseduh dan naik ke penampung bagian atas. Pria 33 tahun itu menghidangkan kopi itu kepada pelanggan yang berkunjung di kedai kopi miliknya. Cara menikmati kopi dengan teknik seduh moka pot terbilang baru.

Citarasa komplet
Endras membuka kedai kopi di Cimanggu, Kota Bogor, Jawa Barat. Walau baru beroperasi 2 bulan, para pencinta kopi meramaikan Mini Café —nama kedai kopi miliknya. Apalagi pada akhir pekan kian banyak penggemar yang menikmati kopi. Selain menyajikan kopi dengan cara moka pot, Endras juga menghidangkan minuman yang menyegarkan itu dengan espresso dan beberapa kombinasi cara seduhan lain.

Teknik meracik untuk menghasilkan kopi dengan citarasa istimewa sangat banyak, seperti espresso, menghidangkan kopi dengan buih di atasnya. Hal itu muncul karena menggunakan mesin dengan pemanas bertekanan untuk memunculkan rasa yang lembut dan ringan untuk pencinta kopi. Menurut pemilik MM Café di Bogor, Jawa Barat, Slamet Prayoga, kini masyarakat mulai beralih dari kopi tubruk ke seduh manual atau manual brew.

Toni Wahid penggemar minuman kopi sejak 2000.

Toni Wahid penggemar minuman kopi sejak 2000.

Kelebihan cara itu ampas kopi tidak diseduh di cangkir. Cara menikmati kopi dengan seduh manual akan memunculkan citarasa kopi yang khas. Beberapa teknik manual brew antara lain pour over, aeropress, vietnam drip, cold drip, aeropres, rock presso, mocapot, dan sifon. Pour over, misalnya, menggunakan alat V-60 berbentuk seperti cangkir kerucut terbalik. Ciri khas seduhan pour over adalah penggunaan kertas saring untuk memisahkan ampas kopi dan memunculkan citarasa yang komplet.

Baca juga:  Sukses Benihkan Anthurium

Karakter kopi, tingkat kemanisan, aroma buahan, dan kemasaman akan muncul dengan komposisi yang komplet. Cara itu menjadi favorit lantaran citarasa yang dihasilkan sangat beraroma lengkap. Untuk menyajikan kopi model pour over, mula-mula penyaji menghamparkan kertas saring putih berdiameter 10 cm itu di atas driper V-60. Kemudian basahi kertas saring untuk menghilangkan aroma kertas.

Langkah berikutnya, penyaji memasukkan bubuk kopi ke atas kertas saring dan menyiram perlahan hingga kopi lembap dengan air bersuhu 92°C selama 30—60 detik. Langkah itu bertujuan untuk melepaskan gas dan karbon dalam kopi agar hasil seduhan koi tidak pahit. Setelah lembap, tuangkan air ke dalam kertas penyaring searah jarum jam agar kopi terseduh dan tidak mengendap terlalu cepat. Setelah semua air seduhan turun ke penampung, kopi siap dinikmati.

Vietnam drip

Slamet Prayoga menyajikan kopi dengan teknik vietnam drip dan pour over.

Slamet Prayoga menyajikan kopi dengan teknik vietnam drip dan pour over.

Adapun aeropress menggunakan tabung untuk menyeduh kopi. Penyaji menyeduh kopi menggunakan air panas, mendiamkan selama 4 menit, kemudian menekan menggunakan penyaring selebar tabung penyeduh untuk memisahkan ampas kopi. Didin Natadisastra dari MM Café menuturkan, pelanggan lebih memfavoritkan pour over V-60, french press, dan vietnam drip.

Setiap teknik yang digunakan akan memunculkan citarasa yang berbeda. Teknik vietnam drip akan memunculkan karakter kopi yang kuat, tetapi citarasa lain yang muncul lemah. Untuk sebagian orang, teknik vietnam drip akan dicampur dengan susu. Teknik itu menggunakan cangkir khusus, bagian bawah cangkir berlubang layaknya saringan. Penyaji meletakkan bubuk kopi di atas saringan itu sesuai selera kemudian menutup dengan lempengan saringan.

Ia lantas meletakkan cangkir di atas penampung, dan menuangkan air yang mendidih dan suhunya sudah turun hingga 92°C. Bagi yang suka mencampurnya dengan susu, masukkan susu terlebih dahulu di dalam penampung. Bila air seduhan sudah turun ke penampung semua, kopi siap dihidangkan. ”Biasanya disediakan pengaduk kayu manis untuk memunculkan rasa harum kayumanis dalam kopi,” kata Didin.

Cara seduh kopi ala vietnam, simpel dengan citarasa kopi yang kuat.

Cara seduh kopi ala vietnam, simpel dengan citarasa kopi yang kuat.

French press merupakan teknik yang hampir sama dengan yang dilakukan masyarakat Indonesia yaitu kopi tubruk. Bedanya kopi diseduh di dalam tabung dengan saringan bertuas yang berfungsi untuk memisahkan air seduhan dan ampas kopi. Teknik itu menghasilkan citarasa kopi yang kuat dan manis. Sifon juga salah satu teknik yang biasa dipakai di kedai kopi. Penyaji memanfaatkan 2 bejana kaca. Bejana bagian bawah berkapasitas air 300 mililiter yang dipanaskan hingga mendidih.

Baca juga:  Kopi Serap Kadmium

Kemudian air akan naik hingga habis ke bejana bagian atas melalui pipa. Bejana bagian atas berisi kopi yang akan diseduh. Penyaji memanaskan kopi beberapa saat, lalu mematikan pemanas, air yang sudah tercampur dengan kopi akan turun kembali ke bejana bawah dan menyisakan ampas di bejana atas lantaran terhambat oleh penyaring. Ringan, fruty dan manis, citarasa itu yang dihasilkan metode sifon.

Selain penyajian panas, kopi juga enak dinikmati dengan penyajian dingin. Metode seduh kopi dingin dikenal dengn sebutan cold brew atau cold drip. Citarasa yang muncul dengan penyajian dingin mirip wine. Untuk mendapatkan rasa yang enak itu, penyaji perlu waktu minimal 24 jam karena metode tetes hanya mengandalkan gravitasi bumi. Menurut pencinta kopi dari Bekasi, Jawa Barat, Toni Wahid, teknologi seduhan kopi selalu berkembang.

VEL 1.pdfTeknologi yang banyak dipakai sekarang relatif masih baru. Toni lebih suka menggunakan teknik pour over dengan alat V-60 karena cara seduh mudah, tanpa ampas, dan citarasa yang muncul sangat komplet. Menurut Toni bagi pencinta kopi penggunaan alat manual masih favorit, lantaran dengan meracik sendiri menambah kepuasan saat menyeruput secangkir kopi. “Meracik kopi merupakan seni tersendiri bagi penikmat kopi,” ujar Toni. (Muhammad Awaluddin)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Similar Posts