Gaya Baru Minum Jamu 1
Jamu instan bercitarasa lezat dan berkhasiat menjadi salah satu minuman favorit anak muda.

Jamu instan bercitarasa lezat dan berkhasiat menjadi salah satu minuman favorit anak muda.

Gaya hidup baru mengonsumsi jamu di kafe. Khasiat tetap nomor satu.

Dewi Sartika dan Kiki menanti pesanannya berupa dua cangkir beras kencur. Badan pegal-pegal karena terlalu banyak kegiatan dan kurang olahraga membuat sepasang suami istri itu memutuskan mampir ke kafe jamu di Serpong, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Menurut Dewi jamu adalah minuman favoritnya. Sejak gadis hingga memiliki anak, ia rutin meminum kunyit asam dan beras kencur.

“Dibandingkan herbal lainnya saya lebih suka kunyit asam,” ujar ibu satu anak itu. Aroma khas jamu yang kuat langsung tercium oleh para pengunjung saat pertama kali memasuki kafe Waroeng Djamoe itu. Interior ruangan yang didominasi kayu memberikan kesan suasana tempo dulu dan memberikan rasa nyaman bagi para pengunjung.

Beras kencur, temulawak, dan kunyit asam (dari kiri ke kanan) tiga jamu favorit di Waroeng Djamoe.

Beras kencur, temulawak, dan kunyit asam (dari kiri ke kanan) tiga jamu favorit di Waroeng Djamoe.

Khasiat
Pengunjung bergantian mendatangi kafe dua lantai yang khusus diperuntukkan bagi penggemar jamu. “Tempatnya bagus, hanya kurang informasi mengenai manfaat jamu. Jika ada poster atau gambar yang menerangkan manfaat jamu akan lebih menarik,” ujar Dewi. Waroeng Djamoe didirikan oleh Koperasi Gerobak Nusantara (Gronus). Koperasi Gronus memiliki ide itu sejak 2002 untuk menaikkan derajat jamu sebagai obat tradisional yang berkhasiat.

Menurut manajer kafe, Rochim Nur, beberapa menu jamu menjadi favorit di kafe itu, seperti beras kencur, temulawak, kunyit asam, dan teh tarik. Kunyit asam berkhasiat untuk mengurangi radang tenggorokan dan radang pencernaan, beras kencur untuk meningkatkan daya tahan tubuh, temulawak untuk penyakit kolesterol, hati, dan asam urat. Campuran temulawak, sambiloto dan beberapa bahan lainnya untuk menyembuhkan rematik otot.

 Kafe jamu dua lantai di Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten.

Kafe jamu dua lantai di Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten.

Setiap hari kafe yang buka perdana pada Agustus 2015 itu menghabiskan lima botol jamu berukuran 300 ml untuk tiga jenis jamu itu. Semua jamu dibuat sendiri dengan bahan-bahan berkualitas. “Kualitas bahan dasar juga mempengaruhi khasiat jamu,” ujar Rochim.

Baca juga:  Hidroponik Tanpa Greenhouse & Skala Rumahan

Selain cara budidaya yang tepat, seperti pemupukan dan tanpa penggunaan pestisida, umur panen juga mempengaruhi khasiat jamu. Menurut Yayuk Ambarwulan, konsultan herbal dan kesehatan Waroeng Djamoe, semakin tua rempah-rempah maka jumlah senyawa semakin banyak dan lengkap. Ia selalu menggunakan temulawak berumur sekitar 1–1,5 tahun.

Menurut Yayuk kadar senyawa xantorrizol pada temulawak itu sekitar 1,2—1,5% sehingga lebih efektif untuk pengobatan. Sejak dua tahun yang lalu, Yayuk bersama suaminya, herbalis Lukas Tersono Adi, bermitra dengan petani empon–empon di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, untuk mendapatkan bahan berkualitas itu. Kadang Yayuk juga membeli langsung ke pasar.

Dari kiri (Fauzi, dr Prapti Utami, dan Markus Kawartono) membuat jamu instan sejak Januari 2015.

Dari kiri (Fauzi, dr Prapti Utami, dan Markus Kawartono) membuat jamu instan sejak Januari 2015.

“Untuk mengetahui umur panen, saya biasa membelah jahe, kunyit, atau temulawak sebelum membeli. Semakin kuat aroma dan warnanya maka semakin tua juga umur empon-empon itu,” ujarnya. Selain menikmati jamu, pengunjung juga dapat melakukan konsultasi penyakit yang ditangani. Yayuk yang sejak kecil mengenal jamu dari neneknya.

Jamulatte
Herbalis lain di Bintaro, dr Prapti Utami, memilih membuat minuman instan untuk memperkenalkan jamu ke masyarakat luas khususnya anak muda. Gaya hidup yang serba cepat dan praktis membuat semua produsen membuat produk instan. Tidak terkecuali dengan minuman. “Banyaknya minuman instan membuat saya memiliki ide untuk membuat jamu siap saji,” ujar Prapti.

Menurut dokter alumnus Universitas Diponegoro itu jamu minuman sehat yang dapat diminum setiap hari seperti minuman lain. Prapti, bersama suaminya, Markus Kawartono dan peracik jamu, Fauzi, membuat jamu yang pas di lidah anak muda. Selain mengikuti tren minuman instan, mereka juga memberikan nama yang sesuai dengan minuman sekarang yaitu Jamulatte.

Konsultan herbal kesehatan Yayuk Ambarwulan (kanan) dan manajer Waroeng Djamoe, Rochim Nur.

Konsultan herbal kesehatan Yayuk Ambarwulan (kanan) dan manajer Waroeng Djamoe, Rochim Nur.

Menurut Prapti, anak muda akan tertarik dengan nama latte alias susu. Susu hewan dapat diganti dengan bahan jamu yang berwarna putih, seperti beras. “Kandungan beras dan susu hewan jelas berbeda. Namun, karena warnya sama–sama putih maka kita anggap saja sebagai susu,” ujar ibu dua anak itu. Sehat dan bergembira menjadi slogan minumannya. Aroma yang tidak terlalu kuat dan tanpa rasa pahit yang berlebihan membuat jamu itu digemari banyak orang.

Baca juga:  Ragam Bahan Kefir

Prapti juga menggunakan bahan-bahan berkualitas untuk jamunya. Minuman kemasan bebas bahan pengawet, bahan kimia obat, pewarna, dan pemanis. Menurut Prapti beras kencur dan kunyit asam tetap tahan sampai sebulan jika disimpan di dalam kulkas. Prapti membanderol minuman kunyit asam dan beras kencur bervolume 330 ml hanya Rp10.000 dan Rp16.000 (250 ml).

Selain minuman instan ia juga menjual Susu Teh Madu Jamu (STMJ) di Kafe Jamulatte di Bintaro, Tangerang Selatan. Fauzi dengan cekatan meracik STMJ dengan sepuluh campuran rempah-rempah, seperti, jahe, kencur, kapulaga, kayu manis, lada hitam, dan cabai jawa. Harga STMJ dengan telur itik Rp15.000, telur ayam Rp13.000, dan tanpa telur Rp10.000.

Dewi Kartika dan Kiki penikmat jamu di Waroeng Djamoe, Serpong.

Dewi Kartika dan Kiki penikmat jamu di Waroeng Djamoe, Serpong.

Herbalis di Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat, dr Erna Cipta Fahmi juga mengembangkan produk instan seperti aneka teh organik dan kopi luwak organik. Ia meracik delapan varian teh hijau dan teh hitam dengan khasiat tertentu, seperti untuk diabetes dan menambah kecerdasan. Kopi luwak organik cantik dengan tambahan rempah-rempah di dalamnya juga berkhasiat untuk menyeimbangkan hormon pada wanita. “Produk instan dengan bahan dasar herbal seperti jamu lebih berkhasiat dan dapat merevitatalisasi organ tubuh,” ujar Erna. (Ian Purnama Sari)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *