Gamelan di Kebun Pakcoi 1

Lampu LED dan gelombang suara tingkatkan produksi tanaman dan percepat umur panen pakcoi.

Budidaya pakcoi menggunakan teknologi Etrovice  meningkatkan produksi dan waktu panen lebih cepat.

Budidaya pakcoi menggunakan teknologi Etrovice meningkatkan produksi dan waktu panen lebih cepat.

Sayup-sayup terdengar suara gamelan dengan lagu kebo giro di dalam rumah tanam seluas 200 m² itu. Sintya Laylie Mukaromah yang menyetel musik itu bukan tengah menggelar hajat. Mahasiswi Program Studi Teknologi Bioproses, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya, itu menyetel musik gamelan untuk memperlebar stomata atau mulut daun sehingga fotosintesis tanaman lebih maksimal. Menjelang petang, perpaduan lampu merah dan biru mulai menerangi area itu.

“Lampu itu untuk memperpanjang proses fotosintesis tanaman,” kata Sintya. Di greenhouse yang terletak di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kotamadya Batu, jawa Timur itu, Sintya bersama ketiga rekannya Danar Wicaksono , Khurun Nur In Kholifah, dan Azis Iman Widagdo membuktikan gelombang suara dan penggunaan lampu mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. “Kami mencobanya pada tanaman pakcoi,” ujar Danar Wicaksono.

Lampu LED

Para periset muda itu memberi nama teknologi itu Trovice, akronim dari electroculture vegetable device. “Etrovice merupakan alat dengan perpaduan dari dua teknologi, yaitu cahaya monokrom yang berasal dari diode pancaran cahaya atau lampu light emitting diode (LED) merah dan biru dengan perbandingan 1:1, serta sonic bloom dengan menggunakan suara music gamelan berjudul kebo giro pada frekuensi 3.500—5.000 Hz,” ujar Danar Wicaksono. Sumber listrik alat Etrovice berasal dari panel surya yang dayanya disimpan di dalam aki 12 Volt.

Ujicoba Etrovice pada sayuran pakcoi.

Ujicoba Etrovice pada sayuran pakcoi.

Dalam pengaplikasiannya, Sintya dan rekan menyalakan cahaya monokrom pada pukul 17.00—20.00. Kemudian untuk sonic bloom terdapat dua kali perlakuan, yaitu pada pukul 04.30—09.30 dan 16.00—20.00. Untuk cahaya monokrom mereka menggunakan cahaya dari lampu light emitting diode (LED) merah dan biru. “LED tidak memerlukan energi listrik yang besar meskipun dalam jumlah yang banyak dan harganya terjangkau dibandingkan dengan lampu yang lainnya.

Baca juga:  Hidroponik di Mancanegara

Selain itu, penggunaan lampu merah dan biru karena cahaya merah dan biru adalah cahaya dengan panjang gelombang yang paling optimal yang diserap oleh tumbuhan dalam proses fotosintesis,” ujar Sintya. Cahaya merah serta biru juga dapat memperlebar diameter batang dan mempercepat pertumbuhan tanaman. Per luasan 200 m², mereka meletakkan 8 rangkaian lampu LED sebagai pengganti cahaya matahari pada waktu malam hari.

Cahaya yang dihasilkan memiliki panjang gelombang 660 nm. “Peletakan sumber cahaya berada digantung di atas tanaman, dan posisi peletakan berada pada jarak 1,5 meter dari tanaman,” ujarnya. Dosendi Keteknikan Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya, Joko Prasetyo, STP, M.Si., menuturkan gelombang suara memang terbukti mampu meningkatkan proses fotosintesis tanaman dengan memaksimalkan pembukaan stomata.

Penampilan alat Etrovice.

Penampilan alat Etrovice.

Tahap selanjutnya merangsang pertumbuhan tanaman dengan sistem suara yang sesuai dengan kebutuhan tanaman. Alat yang disiapkan berupa sonic bloom yang frekuensinya dapat diatur sesuai kebutuhan. “Sonic bloom posisi peletakannya pada setiap sudut greenhouse yang mengarah pada tanaman, sehingga terdapat 8 sonic bloom atau speaker yang mengeluarkan suara gamelan di dalam greenhouse,” ujar Khurun.

“Lagu-lagu yang disarankan yang pelan dan santai seperti lagu-lagu klasik. Sementara lagu rock atau sekadar suara kendaraan bermotor yang lalu lalang di sekitar tanaman masih kalah pembukaan stomatanya dibanding dengan lagu klasik,” ujar Joko. Para peneliti memilih musik gamelan karena mirip musik klasik dan memanfaatkan budaya tanah air.

Produksi meningkat

Sintya dan rekan menguji alat itu melalui dua cara. Pertama melakukan pemaparan cahaya monokrom pada selang waktu tiga jam mulai jam 17.00—21.00. Kedua, pemaparan sonic bloom yang pada selang waktu sembilan jam, perlakuan di bagi menjadi dua selang waktu, yaitu 5 jam pada pagi hari mulai pukul 04.30—09.30 dan 4 jam pada sore hingga malam mulai pukul 16.00—20.00. Pemaparan sonic bloom itu memancarkan gelombang frekuensi antara 3.500—5.000 Hertz dengan menggunakan musik gamelan.

Tim Etrovice dan dosen pembimbing dari kiri: Danar Wicaksono, Sintya Laylie Mukaromah, Joko Prasetyo, Khurun Nur In Kholifah, dan Azis Iman Widagdo.

Tim Etrovice dan dosen pembimbing dari kiri: Danar Wicaksono, Sintya Laylie Mukaromah, Joko Prasetyo, Khurun Nur In Kholifah, dan Azis Iman Widagdo.

Pengujian Etrovice pada tanaman pakcoi panen pada umur 34 hari. Bobot pakcoi mencapai 358,8 gram per tanaman. Bandingkan dengan tanaman tanpa Etrovice panen pada umur 62 hari. Bobot pakcoi hanya 247,3 gram per tanaman. Etrovice meningkatkan karakteristik morfologi sayuran mencapai 42,4%. Hal itu mempengaruhi hasil panen pakcoi per luasan yang mencapai 160,67 kg per 200 m², jika dengan perlakuan.

Baca juga:  Cat Tumpah di Daun Keladi

Tanpa perlakuan Etrovice, hasil panen sayuran hanya 97,22 kg per 200 m². Peranti itu meningkatkan produktivitas sayuran mencapai 65%. Menurut Joko Prasetyo efek pemaparan musik gamelan dapat meningkatkan pergerakan turgor sel dalam tanaman yang menyebabkan sel penjaga dalam stomata daun dapat membuka lebih lebar. Hal itu mengakibatkan penyerapan unsur hara oleh tanaman lebih maksimal dan fotosintesis tanaman dapat berjalan lebih optimal.

“Teknologi ini dapat membantu petani untuk meningkatkan produksinya. Sementara untuk biaya investasi pengadaan alat-alat itu cukup terjangkau dan bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama,” ujar alumnus Institut Pertanian Bogor itu. Biaya LED perangkaian mencapai 60 ribu rupiah, sementara sonic bloom berupa speaker pasif mencapai 100 ribu rupiah per buah. (Bondan Setyawan)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *