Gadis Panen Jempol

Gadis Panen Jempol 1
Peringkat pertama, gadis koleksi Moes Mustadir di Palopo, Sulawesi Selatan

Peringkat pertama, gadis koleksi Moes Mustadir di Palopo, Sulawesi Selatan

Cantik menawan dan sehat jadi modal utama.

Gadis milik Moes Mustadir di Palopo, Sulawesi Selatan, itu berhasil membuat banyak orang jatuh hati. Maklum, sosoknya memang menawan. Gadis yang dimaksud adalah jenis aglaonema berdaun bulat memamerkan kombinasi merah muda dengan semburat kuning dan hijau. Tajuk tanaman kompak dengan susunan daun rapi. Pantas, bila ia menjadi pemenang pada kompetisi Liga Premier Aglaonema (LPA) 2013.

Gadis berhasil menyisihkan 56 aglaonema lain pada kompetisi yang digelar secara online atau daring di situs jejaring sosial facebook. Penilaian dengan memberikan jempol pada foto yang diunggah oleh peserta di dinding halaman grup Aglaonema on Facebook (AGOF) setiap bulan sejak Februari sampai Desember 2013. Jempol berasal dari 7 juri dan semua anggota grup AGOF yang mengeklik ‘suka’ pada foto aglaonema. Satu jempol juri setara 10 jempol anggota grup. Gadis melenggang di posisi utama sebab mendulang jempol paling banyak hingga kompetisi berakhir.

Menurut dr Sugemay Indra, juri dari Surabaya, gadis layak mendapat apresiasi tertinggi dengan memperoleh 586 jempol. Dari jumlah itu, 7 jempol dari juri.  “Pertumbuhan tanaman stabil setiap bulan. Itu terlihat dari kondisi tanaman yang tetap sehat dan daun baru yang selalu muncul setiap bulan,” katanya. Selain itu, susunan daun juga roset dengan arah perputaran yang bagus sehingga tampak rimbun. Gadis semakin memesona dengan warna daun kombinasi merah muda dan hijau.

“Perawatan intensif modal kuat aglaonema tampil cantik dan menawan,” kata Moes Mustadir

“Perawatan intensif modal kuat aglaonema tampil cantik dan menawan,” kata Moes Mustadir

Rawat Intensif

Moes memang merawat sri rejeki secara intensif. Ia menanam gadis pada media campuran serbuk gergaji kayu yang sudah lapuk, sekam mentah, dan pasir malang dengan perbandingan 3 : 2: 1. Ia memfermentasi serbuk gergaji dan sekam mentah lebih dahulu selama sebulan dalam drum tertutup. Fermentasi bertujuan meningkatkan kandungan nutrisi dan memudahkan tanaman untuk menyerapnya.

Baca juga:  Biofuel Biji Bintaro

Kepala kantor salah satu unit kerja daerah Kementerian Keuangan di Masamba, Kabupeten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, itu memberikan pupuk lambat urai setiap enam bulan agar tanaman tumbuh prima. Sementara penyemprotan fungisida dan bakterisida sesuai dengan dosis anjuran di kemasan dilakukan secara bergiliran setiap pekan.

Agar susunan daun rapi dan kompak, ia memutar tanaman ke arah sinar matahari setiap pekan. Jika ada posisi daun yang telanjur miring, Moes memijat lembut tangkai untuk memperbaiki arah tumbuh. Sebelum  memotret anggota famili Araceae itu, ia mengelap setiap helai daun menggunakan kapas. Ia meneteskan campuran air dan sampo bayi pada kapas itu supaya tanaman mengilap alami.

Peringkat kedua, cochin merapi koleksi Eddy Santoso di Bintaro, Tangerang, Banten

Peringkat kedua, cochin merapi koleksi Eddy Santoso di Bintaro, Tangerang, Banten

Sejatinya langkah gadis menuju tangga juara tidak mudah sebab kompetisi berlangsung sangat ketat. Itu terbukti dari perolehan poin yang berselisih tipis dengan juara kedua, cochin merapi milik Eddy Santoso yang mendapat 550 jempol. Penampilan cochin tak kalah menarik dengan gadis. Bentuk daun yang bulat sempurna dan tersusun roset semakin ciamik dengan warnanya yang merah tegas.  Namun, penilaian kembali lagi kepada semua anggota grup AGOF. “Cochin harus puas di peringkat kedua sebab kalah dalam perolehan jempol,” kata Sugemay Indra.

Tersisih

Eko Setyoadi, pengawas kompetisi, menuturkan kompetisi LPA 2013 merupakan sebuah terobosan dan tantangan bagi penggemar aglaonema. “Di sinilah kepiawaian peserta merawat tanaman hingga kompetisi berakhir diuji,” katanya. Syarat awal aglaonema yang ikut lomba berdaun 5—7 helai. Dengan begitu setiap anggota grup dan juri mengetahui perkembangan tanaman setiap bulan.

Umumnya kontes aglaonema digelar di lapangan lalu dinilai oleh juri. Jadi, penilaian tanaman berdasarkan pada penampilan saat kontes. Padahal, untuk menjaga penampilan tanaman tetap prima itu sulit. Buktinya, di tengah perjalanan kompetisi beberapa tanaman gugur karena mati atau mogok tumbuh. “Total jenderal,  48 tanaman yang terjun ke arena liga, tapi hanya 18 yang mampu bertahan hingga akhir,” kata Eko.

Peringkat ketiga, moonlight koleksi Bayu Abriansyah di Kuningan, Jawa Barat

Peringkat ketiga, moonlight koleksi Bayu Abriansyah di Kuningan, Jawa Barat

Salah satu aglaonema yang tersisih adalah rianita milik Bayu Abriansyah di Kuningan, Jawa Barat. Rianita terpaksa menyingkir pada bulan keempat kompetisi karena berbunga. Calon bunga muncul di sela ketiak daun. “Kehadiran bunga menghambat pertumbuhan tunas dan daun,” kata Bayu. Satu-satunya cara agar rianita tumbuh baik adalah membuang bunga. Bayu menuturkan tindakan itu mesti menunggu sampai bunga muncul sempurna dan tangkai bunga terlihat. “Membuang bunga harus tepat di tangkai agar tidak merusak daun,” katanya.

Baca juga:  Paket Hemat Agro Tur

Selain rianita, Bayu juga harus merelakan cochin mundur di bulan ketiga kompetisi sebab mogok bertunas. “Saya pikir ada masalah di akar, tetapi saat membongkar media kondisi akar sehat,” katanya. Saat diusut kemungkinan cochin stres lantaran pemilik nurseri Pondok Bunga itu kerap memindah posisi pot. “Maksud hati ingin selalu memberikan lingkungan tumbuh yang teduh untuk  mendukung pertumbuhan cochin malah membuatnya stres,” ujarnya.

Meski belum sanggup meloloskan cochin dan rianita hingga akhir kompetisi, Bayu tetap semringah. Pasalnya, moonlight miliknya jadi juara ketiga. Pemberian media tepat membuat moonlight panen jempol. Pria berusia 50 tahun itu menggunakan komposisi media tanam berupa fermentasi sekam mentah, fermentasi serbuk sabut kelapa, sekam bakar, batu zeolit, dan kaliandra dengan perbandingan 7 : 5 : 5 : 2 : 1. “Batu zeolit berperan menambah keporousan media, menetralisir kadar asam, dan menyimpan cadangan makanan sehingga meningkatkan efisiensi pemupukan,” tutur Bayu. Dengan media tepat pertumbuhan moonlight pun optimal sehingga meraih juara ketiga. (Andari Titisari)

532_33

 

 

 

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x