Gac fruit alias pupia alias tepurang terbukti menghambat pertumbuhan sel kanker payudara.

Selaput biji pupia mampu menghambat pertumbuhan sel kanker payudara.

Selaput biji pupia mampu menghambat pertumbuhan sel kanker payudara.

Kanker payudara menjadi momok bagi kaum Hawa. Bagaimana tidak, International Agency for Research on Cancer (IARC) pada 2012 menyebutkan kanker payudara menempati urutan teratas jenis kanker yang banyak mendera perempuan. Sebanyak 38 dari 100.000 perempuan sedunia mengidap kanker payudara. Peringkat kedua jenis kanker yang menyerang perempuan adalah kanker leher rahim, dengan prevalensi 16 dari 100.000 perempuan.

Riset Kementerian Kesehatan Indonesia membuktikan, jenis kanker tertinggi pada pasien rawat inap di rumahsakit seluruh Indonesia pada 2010 adalah kanker payudara (28,7%) dan kanker leher rahim (12,8%). Dr Ari Udiyono MKes FIAS dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, menuturkan lazimnya kanker payudara baru diketahui setelah muncul benjolan abnormal di sekitar areola.

Pupia
Benjolan tidak terasa nyeri atau berwarna berbeda dari kulit sekitar. Benjolan semakin membesar lalu mendesak berbagai organ berdekatan dengan berbagai akibat klinis, seperti pendarahan atau nyeri. Pada pemeriksaan histopatologi bakal ditemukan sel kanker pada benjolan. “Saat itulah seseorang dikatakan menderita kanker payudara,” ujar Ari. Itu menjadi salah satu penyebab banyaknya pengidap kanker payudara lantaran gejala awal penyakit itu tidak tampak.

Pupia alias tepurang memiliki beragam khasiat untuk kesehatan. Ekstrak pupia relatif aman untuk ginjal dan hati.

Pupia alias tepurang memiliki beragam khasiat untuk kesehatan. Ekstrak pupia relatif aman untuk ginjal dan hati.

Ari menambahkan hingga kini belum ada obat spesifik untuk mengobati kanker. Obat-obatan yang dipakai bertujuan menghambat pertumbuhan sel ganas yang menyerang tubuh. Untungnya penderita kanker payudara kini memiliki pilihan lain untuk mengatasi gangguan kesehatan itu, yakni dengan buah pupia alias tepurang alias gac fruit. Pupia tanaman tropis anggota keluarga Cucurbitaceae yang kerap dimanfaatkan sebagai makanan atau obat tradisional.

Baca juga:  Kulit Manggis Atasi Kanker Payudara

Pupia atau gac fruit memiliki warna kulit buah jingga pekat dengan bintil kecil di seluruh permukaan kulitnya. Saat buah terbelah, tampak selaput berwarna merah yang menyelimuti biji pipih. Selaput biji itu bercitarasa tawar dan memiliki segudang khasiat. Lantaran itulah riset Phuchong Petchsak dan Bungorn Sripanidkulchai dari Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Khon Kaen, Thailand, membuktikan khasiat pupia terhadap sel kanker payudara.

Terbukti berkhasiat
Phuchong dan Bungorn membuktikan pupia berefek negatif terhadap perkembangan sel kanker payudara. Sementara sebagai bahan uji Phuchong dan Bungorn mengambil Momordica cochinchiensis matang dari Universitas Khon Kaen, Thailand. Periset memisahkan bagian membran biji atau aril lalu mengekstraknya. Pada proses pengekstrakan mereka menggunakan pelarut nonpolar berupa campuran heksana, aseton, dan etanol dengan perbandingan 2:1:1. Ekstraksi dilakukan sampai warna jingga dari aril keluar.

Setelah melalui proses penyaringan, mereka mengeringkan ekstrak dengan evaporator putar pada suhu kurang dari 40°C. Ekstrak aril kemudian disimpan pada suhu 20°C sampai ekstrak digunakan. Ekstrak aril itulah yang mereka gunakan untuk menguji khasiat antikanker payudara. Untuk mendeteksi pengaruh ekstrak aril pupia terhadap sel kanker, periset menggunakan metode pewarnaan 4,6-diamidino-2-phenylindole (DAPI).

Mereka meletakkan sel MCF-7 dalam 12 cawan dengan jumlah masing-masing 105 sel. Periset itu lalu memberikan 250 µl DAPI dan menginkubasi selama 15 menit dalam suhu kamar. Dalam uji itu Phuchong dan Bungorn menggunakan ekstrak aril dengan konsentrasi 200 µg, 400 µg, dan 800 µg per ml. Sebagai pembanding, mereka menggunakan likopen dengan konsentrasi 2 µg, 4 µg, dan 8 µg per ml.

Baca juga:  Organik dengan Prebiotik

Konsentrasi ekstrak 200—400 µg/ml setara dengan likopen 1,4—2,7 µg/ml. Sebagai kontrol positif, periset menggunakan tamoksifen dengan konsentrasi 4 µg, 8 µg, dan 15 µg per ml. Tamoksifen adalah obat kanker payudara yang banyak beredar di pasaran. Persentase sel apoptosis dihitung dari lima bidang yang berisi setidaknya 100 sel per area.

Apoptosis
Di akhir penelitian itu terbukti pupia berpotensi sebagai obat kanker payudara. Itu terlihat dari hasil uji DAPI yang menunjukkan ekstrak pupia mampu memicu apoptosis alias bunuh diri sel kanker payudara. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak pupia semakin besar pula apoptosis sel. Pada konsentrasi 800 µg apoptosis sel sebanyak 40%, sedangkan konsentrasi 200 µg/ml 30%. Kemampuan memicu apoptosis ekstrak pupia memang di bawah tamoksifen yang lebih dari 50%.

Ekstrak pupia adalah bahan alam yang relatif aman untuk organ ekskresi seperti hati atau ginjal. Menurut dr Fitriani Lumongga dari Departemen Patologi Anatomi, Fakultas Kedokteran, Universitas Sumatera Utara, kematian sel melalui apoptosis merupakan cara tubuh membuang sel yang tidak lagi diperlukan. Apoptosis juga bertujuan mengangkat sel rusak agar tidak mengganggu jaringan di sekitarnya.

Kadar likopen tomat hanya 31 µg per gram; kadar likopen gac fruit 380 µg.

Kadar likopen tomat hanya 31 µg per gram; kadar likopen gac fruit 380 µg.

Pupia menginduksi kematian sel dengan meningkatkan persentase apoptosis. Kemampuan ekstrak buah kerabat peria itu melawan sel kanker karena mengandung likopen yang memiliki efek sitotoksik dan antiestrogenesis terhadap sel MCF-7. Dari analisis HPLC kromatogram, ekstrak pupia mengandung likopen dan betakaroten. Kandungan likopen dalam pupia mencapai 380 µg per gram.

Baca juga:  Irama Terindah Agung

Selama ini likopen identik dengan tomat, tetapi kandungan likopen tomat hanya 31 µg per gram. Betakaroten dan likopen yang tinggi itu berkhasiat sebagai antioksidan kuat. “Antioksidan tinggi berguna menangkal radikal bebas penyebab berbagai penyakit. Selain itu antioksidan juga berguna meregenerasi sel-sel rusak,” ujar Nawawi Abu Najwa SFarm Apt, konsultan kesehatan di Surakarta, Jawa Tengah.

Kemampuan pupia sebagai antikanker juga diukur dari IC50—kadar konsentrasi yang menghambat pertumbuhan separuh (50%) sel kanker. Ekstrak aril memiliki IC50 sitotoksik pada 117,04 µg/ml dan antiestrogen (penghambatan produksi estrogen) 152,8 µg/ml. Sementara tamoksifen memiliki IC50 sitotoksik 4,5 µg/ml dan antiestrogen 2,3 µg/ml. Adapun likopen memiliki sitotoksik 10,9 µg/ml dan antiestrogen 15,3 µg/ml. Phuchong sekaligus mengukur daya antiestrogen lantaran salah satu pemicu kanker payudara adalah produksi estrogen berlebih.

Semakin rendah konsentrasi suatu zat, semakin tinggi daya bunuhnya terhadap sel kanker. Meski kemampuan daya bunuh sel kanker pupia lebih rendah daripada tamoksifen, tetapi buah surga itu memiliki potensi sebagai antikanker. Apalagi konsumsi obat-obatan kimia dalam jangka waktu panjang dapat menimbulkan efek negatif. Pupia dapat menjadi alternatif bagi kaum hawa untuk berlindung dari kanker payudara. (Desi Sayyidati Rahimah/Peliput: Riefza Vebriansyah dan Andari Titisari)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d