Eureka! Anthurium Merah 1
Anthurium generasi keempat hasil silangan Pramote Rojruangsang

Anthurium
generasi
keempat hasil
silangan Pramote
Rojruangsang

Pride of sumatera menjadi inspirasi Pramote Rojruangsang menghasilkan anthurium berwarna merah.

Inilah sang legenda dunia aglaonema. Silangan Gregori Garnadi Hambali itu menjadi tonggak kehadiran aglaonema-aglaonema berwarna selain hijau. Pride of sumatera—namanya—hibrida sri rejeki pertama berwarna merah. Setelah sang kebanggaan sumatera itu hadir lahirlah widuri, tiara hingga harlequeen—mengandung unsur warna merah, kuning, merah muda, atau jingga. Sosok mereka sungguh jauh dari penampilan sri rejeki asli yang melulu hijau.

Terinspirasi kisah aglaonema silangan antara A. rotundum berdaun ungu dan A. commutatum tricolor berpadu hijau dan perak itu, Pramote Rojruangsang menyilang-nyilangkan anthurium untuk mendapatkan hibrida berwarna merah. “Penampilan anthurium pasti lebih cantik dan menarik jika berdaun merah,” kata pemulia tanaman hias di Pathumthani, Thailand, itu.

Hitam dan variegata

Harapan untuk memperoleh hibrida anthurium berdaun merah datang sekitar 15 tahun silam. Ketika itu, rekannya di Bangkok, Thailand, Surat Wanno, memiliki anthurium  marie  berdaun  ungu  tua  alias  gelap. Nama marie berasal dari nama istri sang penyilang, Steve Nocks di Miami, Florida.

Marie memiliki darah  A. watermaliense yang menurunkan warna hitam. Di Filipina marie dikenal sebagai anthurium burgundi.

Tanpa pikir pajang, Jiew—sapaan Pramote—langsung membeli tanaman kerabat alocasia itu untuk dijadikan sebagai induk. “Untuk menghasilkan anakan anthurium merah diperlukan indukan berdaun hitam (gelap, red),” tutur pemilik nurseri Unyamanee Garden itu.

Hal serupa disampaikan Greg. “Biasanya indukan berdaun hitam dijadikan induk jantan yang akan mewarisi warna merah pada anakan,” katanya. Sementara induk betina mewarisi bentuk dan corak warna daun. Oleh karena itu, agar warna merah muncul biasanya digunakan induk betina variegata.

Anthurium merie mewarisi warna hitam

Anthurium merie mewarisi warna hitam

Maka dimulailah proses membidani kelahiran anthurium merah itu. Pada 2000 Jiew mengawinkan jantan marie dengan dragon variegata. Dragon variegata merupakan hibrida generasi pertama hasil silangan Jiew yang berdaun keunguan dengan variegata kuning. Sayang, ketika itu semua hibrida yang dihasilkan berdaun hijau.

Baca juga:  Pengisap Daun

Hibrida anthurium generasi kedua itu kemudian disilangkan kembali dengan saudara dan induknya, dragon variegata. Jiew kemudian menyeleksi hibrida anthurium generasi ketiga itu berdasarkan sosok dan warna. Yang dipilih, “Sosok kompak, berwarna hitam, dan variegata,” kata sulung 2 bersaudara itu. Itulah anthurium black dragon. Tanaman berdaun gelap itu dijadikan induk saat berumur 2,5—3 tahun.

Impian terwujud

Selanjutnya Jiew menyilangkan kembali hibrida anthurium hasil seleksi generasi ketiga—black dragon—dengan saudara dan induknya: anthurium hitam dan variegata. Anakan generasi keempat itu didapat pada 2007. Selang 8 bulan, dari ratusan tanaman muncul anthurium berdaun merah.

Betapa semringah Jiew karena impiannya mulai terwujud. Agar proses mencetak anthurium berdaun merah cepat, Jiew pun menjual saudara seinduk hibrida anthurium merah itu kepada para penyilang di Thailand. Dengan begitu lebih banyak orang yang terlibat mengawinkan anthurium merah. Salah satu penyilang yang menggunakan indukan dari Jiew adalah Sutthi di Bangkok, Thailand. Pria yang menjadi penyilang anthos oura sejak 4 tahun silam itu menyilangkan indukan dari Jiew dengan hookeri variegata.

Kini hasilnya kian terlihat. Anthurium merah mulai meramaikan jagad anthurium Thailand pada 2012. Ketika itu Trubus menemukan si merah pada pameran Suan Luang, Bangkok. Pada perhelatan 2012 si merah hadir dalam satu kelas tersendiri pada lomba anthurium. Si merah nan elegan kini menjadi collector item yang dicari para pencinta sang raja daun. Mereka berharap bermula dengan itu akan hadir warna-warna bak pelangi pada anthurium, seperti yang terjadi di aglaonema. Selamat datang anthurium merah. (Rosy Nur Apriyanti)

Lahirnya Anthurium Merah

532_17

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *