Enak Morinda di Lidah 1
Cara mudah konsumsi mengkudu dengan minum air perasan buah

Cara mudah konsumsi mengkudu dengan minum air perasan buah

Rasa masam dan aroma tak sedap mengkudu mudah hilang.

Noni terbukti baik hati. Namun, banyak orang enggan padanya hanya karena aroma tak sedap. Lihat saja Sri Haryati yang terpaksa menutup hidung ketika mengonsumsi air perasan buah noni Morinda citrifolia. Ia tidak tahan dengan bau. Nenek lima cucu itu merebus buah mengkudu, memeras sarinya, lalu mengonsumsi air perasannya untuk mengatasi rematik. Penyebab aroma tak sedap itu asam askorbat, kaproat, dan kaprat.

Padahal asam askorbat merupakan antioksidan. “Mengkudu kaya antioksidan,” ujar Prof Dr Sidik Apt, guru besar Biofarmasi dari Universitas Padjadjaran, Bandung. Sementara asam kaproat, dan kaprat antibiotik alami. Itulah kebaikan noni. Sri seharusnya tak perlu menutup hidung untuk mengambil khasiat mengkudu. Ia hanya perlu menambahkan jeruk limau, seperti saran Ujang Edi, pengobat tradisional di Bogor, Jawa Barat.

Pilih mengkudu
Sementara untuk menghilangkan rasa masam, Prof Sidik menyarankan menambahkan gula jawa. “Tambahkan gula jawa seperempat sendok makan,” ujar peneliti alumnus Leiden University, Belanda, itu. Penambahan gula jawa tidak mengurangi khasiat mengkudu. Buah anggota famili Rubiaceae itu berkhasiat mengatasi beragam penyakit. “Penggunaan mengkudu berbeda untuk setiap penyakit,” tutur Ujang Edi. Untuk mengatasi hipertensi misalnya, Edi memilih mengkudu besar, mengkal, dan agak empuk.

Sebab, “Beda ukuran berbeda pula tingkat kemasaman dan senyawa aktifnya,” kata Edi. Mengkudu besar lebih masam daripada mengkudu kecil. Indonesia memiliki variasi mengkudu. Hasil pengamatan periset Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Endjo Djauhariya, di beberapa daerah di Pulau Jawa terdapat 7 tipe mengkudu. Pembeda utama adalah morfologis buah (bentuk, ukuran, dan jumlah biji per buah), rasa daging buah, dan rendemen jus daging buah.

Prof Dr Sidik Apt menyarankan penggunaan mengkudu matang karena senyawa bioaktifnya maksimal

Prof Dr Sidik Apt menyarankan penggunaan mengkudu matang karena senyawa bioaktifnya maksimal

Untuk mengolahnya, remas buah mengkudu menggunakan tangan lalu peras. Usahakan biji tidak tercampur. “Biji mengkudu mengandung racun,” ujar Edi. Sebuah mengkudu berukuran besar menghasilkan seperempat gelas air. Air perasan itu dikonsumsi 1—2 kali sehari. Agar lebih efektif, Edi menyarankan mengonsumsi perasan mengkudu menjelang tidur atau sesudah bangun tidur ketika perut kosong.

Baca juga:  Titisan Tidar 65 Hari Panen

Adapun untuk mengatasi penyakit terkait kewanitaan seperti memperlancar haid, keputihan, dan kista, Edi menyarankan mengkudu kecil atau berukuran sejempol tangan dan sudah matang. Rebus buah mengkudu hingga mendidih dan buah pun dapat langsung dimakan. Konsumsi cukup dua dalam sepekan.

Herbalis di Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Yayuk Lukas, menggunakan mengkudu berukuran sedang (40—50 gram per buah). Yayuk memanfaatkan buah mengkudu untuk memperlancar aliran darah, pengentalan darah, dan masalah lambung. “Gunakan mengkudu mengkal,” ujarnya. Cara konsumsinya bisa berupa rebusan atau lalap. Rebus buah mengkudu, peras, dan minum air perasan. Sementara konsumsi mengkudu sebagai lalap cukup satu buah per hari.

Ekstraksi
Untuk memperoleh khasiat buah mengkudu memang bisa menggunakan beragam cara. Mulai dari konsumsi air perasan, rebusan, bahkan lalapan. Menurut Prof Sidik cara terbaik mendapatkan khasiat mengkudu dengan konsumsi ekstrak berupa kapsul. “Ekstrak itu melalui proses standar berlaku,” ujarnya. Efektivitas ekstrak harus penuhi standar sesuai farmakope herbal Indonesia.

Prof Sidik menjelaskan, ekstraksi biasanya menggunakan alkohol 70%. Dengan cara itu, senyawa aktif dalam mengkudu yang larut dalam alkohol akan tertarik. Akibatnya, ekstrak yang bersisa hanya mengandung sari yang berkhasiat. Dari 100 gram mengkudu diperoleh 10—15% hasil ekstraksi atau setara 10—15 gram ekstrak.

Buah mengkudu kaya antioksidan

Buah mengkudu kaya antioksidan

Peneliti asal Bandung, Jawa Barat, itu menuturkan pasien juga dapat mengolah sendiri. Sebab proses pengolahannya tidak sulit. Parut sebuah mengkudu tanpa biji, tambahkan air 1,5 gelas, lalu rebus hingga mendidih. Setelah itu, dinginkan, saring, dan rebusan mengkudu siap dikonsumsi. Untuk mengolah mengkudu itu, Sidik menyarankan untuk menggunakan mengkudu matang. Sebab, “Senyawa bioaktifnya maksimal,” ujar peneliti berusia 78 tahun itu.

Baca juga:  Air Susu Landak

Menurut Yayuk dan Edi pemanfaatan buah mengkudu sebagai obat relatif baru. “Penggunaan buah mengkudu sebagai obat baru digunakan sekitar 15 tahun terakhir,” ujarnya. Jauh sebelum pemanfaatan buah mengkudu, nenek moyang lebih dahulu memanfaatkan akar dan daun mengkudu sebagai obat. Akar tanaman mengkudu untuk mengatasi penyakit jantung, tifus, dan hipertensi.

Cara olahnya rebus 50 gram akar tanaman mengkudu dalam 5 gelas air. Rebus hingga bersisa setengahnya. Sementara daun mengkudu untuk mengatasi masalah pencernaan. Caranya dengan mengolah daun mengkudu menjadi campuran pepes atau nasi goreng. Sejak dahulu nenek moyang menggunakan daun mengkudu untuk mengatasi penyakit kulit seperti budugan dan bisul. Tumbuk daun dan buah mengkudu kecil lalu balurkan ke bagian yang sakit. Cara lain, menggunakan daun mengkudu muda sebagai lalap. Dengan cara tepat khasiat noni mudah didapat. (Desi Sayyidati Rahimah)

Konsumsi Noni

Konsumsi Noni

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *