Elok Jarak Negeri Siam 1

Jarak-jarak baru hasil silangan Pramote Rojruangsang.

Jatropha silangan baru yang mewarisi sifat J.berlandii.

Jatropha silangan baru yang mewarisi sifat J.berlandii.

Tanaman jarak atau jatropha itu sangat unik. Sosok pohon kecil, hanya setinggi 25 cm. Daunnya menjari, tirus, tepi keriting, dan lebat. Tangkai pendek menopang daun sehingga tampil kompak. Tanaman anggota suku Euphorbiaceae itu kian menawan dengan bonggol bulat sebesar 5 cm. Penampilannya tidak kalah gagah dari sukulen berbonggol yang kini sedang tren. Pramote Rojruangsang menanam jatropha itu dalam pot berbentuk kerang.

Pemilik Unjamanee Garden di Pathumthani, Thailand, itu kemudian menutup permukaan media dengan batu merah kecil sehingga jatropha itu lebih menarik. Dua tangkai bunga berbentuk karang muncul di ujung tangkai menambah daya tariknya. Ia mengikutsertakan jatropha koleksinya itu di kontes tanaman hias di Kota Bangkok pada November 2017. Hasilnya, jatropha itu tampil sebagai pemenang pada kategori sukulen.

Mirip berlandieri

Jatropha silangan baru yang  mewarisi darah J. 		podagrica

Jatropha silangan baru
yang mewarisi darah J. podagrica

Sosok tanaman kerabat jarak itu mirip dengan Jatropha berlandieri, spesies dari Amerika Tengah. Terutama bentuk daunnya yang bercangap dan berukuran kecil. Namun, Chiu—panggilan akrab Pramote Rojruangsang—mengungkapkan koleksinya itu hasil silangannya pada 3 tahun silam. Ada beberapa jatropha hasil persilangan itu dengan hasil nyaris serupa, daun kecil dan berbonggol. Sayangnya, ia lupa jenis induk lantaran jarak hasil silangannya sangat banyak.

“Tidak semua persilangan saya dokumentasikan jadi tidak menghapal nama indukannya,” ungkap pria 56 tahun itu. Pramote memiliki 20—30 spesies jatropha seperti Jatropha berlandieri, J. curcas, J. gossipiifolia, J. integrrima, J. multifida, dan J. podagrica. Warna bunganya beragam, ada merah, merah muda, kuning, dan putih. Demikian pula daunnya beragam, dari bercangap dalam, hingga hampir bulat. Ia bergonta-ganti memanfaatkan beragam spesies itu sebagai induk.

Baca juga:  Indramayu Terapkan SRI

Chiu banyak memakai J. podagrica sebagai induk yang yang mewariskan daun lebar dan berbonggol. Indukan lain ialah J. berlandieri yang mewariskan jatropha berbonggol.

Pramote Rojruansang dengan sang juara

Pramote Rojruansang dengan sang juara

Kolektor tanaman menyukai sosok itu karena cukup eksklusif. Dengan keragaman jenis yang cukup banyak, Chiu leluasa melakukan persilangan untuk mendapat varietas baru. Pramote Rojruangsang memang sohor sebagai penyilang andal di Thailand. Ia menyilangkan aglaonema, sansevieria, dan dracaena.

Pada jatropha, ia ingin menciptakan varietas baru yang bersosok kecil, kompak, dan memiliki bonggol cantik sehingga tetap eksklusif. Hasil persilangannya kini dapat dilihat di depan rumahnya. Ada bunga merah, kuning, dengan sosok daun menarik.

Sosok jatropha kecil cocok penghias ruang mungil.

Sosok jatropha kecil cocok penghias
ruang mungil.

Menurut anak sulung dua bersaudara itu, jathropa memiliki daun yang menarik sehingga layak sebagai elemen lanskap. Ia memanfaatkan sebagai border di taman halaman depan rumahnya. (Syah Angkasa)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *