Paduan tanaman hias dalam terarium hidroponik. Elok dan perawatan pun mudah.

Terarium hidroponik sistem sumbu, praktis, mudah perawatan karena menggunakan nutrisi siap pakai.

Terarium hidroponik sistem sumbu, praktis, mudah perawatan karena menggunakan nutrisi siap pakai.

Tanaman tanduk rusa Platycerium bifurcatum dan kantong gantung berisi tanaman cabai dan daun poko menghiasi ruang kerja Tatag Hadi, eksportir beragam tanaman di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kehadiran tanaman itu membuat ruangan terasa sejuk dan asri. Namun, yang menjadi pusat perhatian tamu adalah rangkaian tanaman hias di atas bola-bola kaca dan tabung. Tatag menyebutnya terarium, mengadopsi prinsip hidroponik.

Alumnus Universitas Brawijaya itu menerapkan sistem sumbu untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman. “Itu terinspirasi dari bentuk serupa yang banyak dipajang di hotel, bandar udara, atau ruang publik di negara maju di Eropa. Di sana nyaris tidak ada ruang publik yang tanpa hiasan tanaman hidup,” ujar Tatag yang acap kali bepergian ke mancanegara. Ia memilih sistem hidroponik karena sederhana dan mudah membuatnya.

Modifikasi pupuk
Tatag Hadi mengadopsi teknologi hidroponik sumbu untuk terarium. Ia menempatkan tanaman di net pot. Bagian bawah pot terdapat kain flanel yang terhubung dengan cairan nutrisi. Nutrisi di bak berupa bola kaca besar bervolume 2 liter akan “mengalir” sesuai kapilaritas. Sumber nutrisi berupa larutan AB mix—lazim dimanfaatkan oleh petani sayuran hidroponik. Namun, ia memodifikasi kandungan mineral dalam larutan pupuk.

Ira Puspa Kencana, perancang taman di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Ira Puspa Kencana, perancang taman di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Petani yang belajar hidroponik di Jepang dan Belanda itu meningkatkan unsur kalium dan fosfor untuk menjaga ketebalan dan kecemerlangan daun. Unsur nitrogen tetap harus ada, tetapi porsinya minim, supaya pertumbuhan daun tetap terkendali. Jika mengabaikan unsur nitrogen, penampilan tanaman hias bisa seperti semak belukar. Volume larutan nutrisi dalam terarium cukup seperempat dari wadah karena sisa ruang sebagai cadangan oksigen.

Baca juga:  Jahe Jauhkan Asam Urat

Penggantian cairan nutrisi sepekan sekali. Sebab, dalam wadah tertutup sehingga tidak ada sirkulasi cairan. “Kalau mau lebih mudah perawatannya, gunakan pot vertikal yang biasanya dipakai untuk menanam sayuran hidroponik. Sirkulasi nutrisi menggunakan pompa otomatis. Dengan penataan yang tepat, hasil kreasi menjadi pajangan tanaman hias nan menawan,” ujar Tatag. Rangkaian pun senantiasa bersih karena tidak menggunakan media tanah.

Sebagai penopang tegaknya tanaman, ia memanfaatkan vermikulit dan hidrogel yang juga berfungsi sebagai penyimpan air. Penampilan memang hal utama dalam rangkaian terarium tanaman hias. Tatag memilih aneka tanaman dengan warna daun bervariasi sehingga tercipta paduan warna yang apik. Aglaonema menyumbang warna merah, bromelia (ungu), dan tanaman variegata (kuning).

Seleksi tanaman

Pemilihan tanaman yang tepat membuat penampilan terrarium cantik dan berumur panjang.

Pemilihan tanaman yang tepat membuat penampilan terrarium cantik dan berumur panjang.

Kreativitas berperan penting untuk menghasilkan terarium elok. Tatag Hadi menempatkan daun bertangkai panjang dengan permukaan lebar seperti caladium dan anthurium di bagian paling belakang. Tanaman berdaun lebih kecil di bagian depan. Kini Tatag belum mengomersialkan terarium hidroponik. Ia membuat rangkaian terarium dalam jumlah terbatas. Tatag mengatakan terarium itu cocok menghias di perumahan, hotel, kafe, dan kantor.

Menurut praktikus lanskap di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Ira Puspa Kencana, pemilihan tanaman yang sesuai dalam rangkaian. “Lantaran hidroponik berbasis pada pemenuhan nutrisi melalui air, maka pilihlah jenis tanaman yang menyukai air seperti begonia dan aglaonema yang memang tahan dengan kondisi basah,” ujar Ira. Hindari mencampur tanaman itu dengan jenis yang memerlukan sedikit air, seperti kaktus dan sansevieria.

Pencampuran itu menyebabkan kerusakan, bahkan kematian tanaman. Untuk menampilkan keindahan tanaman yang tidak menyukai banyak air, buatlah terarium kering. Kebutuhan nutrisi dipenuhi lewat penyemprotan langsung ke daun. Frekuensi penyemprotan tergantung situasi dan kondisi lingkungan. Saat cuaca panas, penyemprotan setiap hari untuk mencegah tanaman dehidrasi.

Baca juga:  Aral Beratap Langit

“Walaupun tidak membutuhkan air dalam jumlah besar dan intensitas tinggi, bukan berarti tidak memerlukan air sama sekali,” ujar alumnus Institut Pertanian Bogor itu. Perawatan tepat menyebabkan terarium berumur panjang. Agar penampilannya kompak, pilih tanaman yang pertumbuhannya lambat. Dengan demikian, ukuran tanaman relatif tetap seperti pertama kali disusun dalam terarium. Itu dapat membantu meminimalisir dan mempermudah perawatan.

Binder1.pdf

Praktikus hidroponik di Yogyakarta, Sapto Prayitno, SP MSc, mengatakan bahwa ide pembuatan rangkaian tanaman hias berbasis hidroponik itu menarik. Siapa pun mudah melakukannya. Kini semangat masyarakat dalam menerapkan pertanian perkotaan khususnya hidroponik memang sedang tinggi-tingginya. “Dengan pembuatan terarium hidroponik, pehobi budidaya tanaman sayuran sekaligus menyalurkan kreativitasnya membuat hiasan berbahan tanaman hias,” ujar Sapto. (Muhammad Hernawan Nugroho)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Similar Posts

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments