Elok Buket Tiada Tara 1

Ide dan teknik kreatif
meningkatkan kualitas rangkaian bunga.

Perpaduan warna hijau dan putih membuat rangkaian tampak harmonis. Rangkaian bunga tak melulu menggunakan floral foam, tetapi bisa juga memanfaatkan tabung akrilik untuk meletakkan aneka flora.

Perpaduan warna hijau dan putih membuat rangkaian tampak harmonis.
Rangkaian bunga tak melulu menggunakan floral foam, tetapi bisa juga memanfaatkan tabung akrilik untuk meletakkan aneka flora.

Harijanto Setiawan cekatan menyusun aneka jenis flora membentuk rangkaian bunga nan elok. Warna-warna hangat seperti merah, ungu, cokelat, kuning, dan hijau tampak mendominasi setiap rangkaian. Suara tepuk tangan pun riuh terdengar begitu Harijanto menyelesaikan setiap rangkaian bunga rancangannya. Demo merangkai bunga bertajuk A Mystical Flower Art di Hotel Media, Jakarta Pusat, itu membuat para peserta terpesona.

Salah satu karya Harijanto yang memukau peserta adalah rangkaian berbentuk mangkuk raksasa dan berwarna emas. Harijanto lantas mengaitkan senar-senar tipis di bagian atas mangkuk. Selanjutnya, ia meletakkan beragam flora seperti gloriosa atau kembang sungsang, hiperikum, craspedia, hortensia hijau, dan peoni merah. Posisi rangkaian terletak persis di tengah mangkuk. Seorang peserta menawar rangkaian itu Rp2,5 juta.

Dekorasi

580-H126-2Mayoritas rangkaian bunga bikinan perangkai bunga asal Singapura itu tanpa menggunakan busa oasis. Sebagai gantinya, ia menggunakan tabung akrilik, papan kayu, dan rangka besi. Menurut ketua panita, Virgillius Chairul Tjhoea, setiap perangkai bunga memiliki ciri khas sendiri, termasuk Harijanto. “Ia gemar membuat rangkaian dengan memasukkan unsur kreativitas dan arsitektur yang indah sehingga rangkaian memiliki nilai seni tersendiri,” kata Virgillius.

Lihat saja rangkaian bunga yang tersusun dalam tabung akrilik bikinan Harijanto sungguh unik. Rangkaian terkesan melayang karena diikatkan pada tali kalung berwarna hitam. Di dalam tabung Harijanto meletakkan aneka bunga seperti anemone ungu, anggrek bulan kuning, spirea putih,

Harijanto Setiawan memperlihatkan kepiawaiannya merangkai bunga

Harijanto Setiawan memperlihatkan kepiawaiannya merangkai bunga

hortensia hijau, dan anyelir hijau. Juga dedaunan seperti mint, galax, dan pandorea.

Baca juga:  Lezat untuk Mata

Peraih medali emas pada Sanya Orchids Show 2015 di Tiongkok itu tak lupa menambahkan aksesori berupa bola-bola mini berwarna ungu untuk mempercantik rangkaian. Pada acara yang diselenggarakan oleh Dewan Perwakilan Daerah Ikatan Perangkai Bunga Indonesia (DPP IPBI) DKI Jakarta itu Harijanto juga menampilkan rangkaian mewah bertabur swarovski.

Potongan kertas dapat digunakan sebagai materi rangkaian.

Potongan kertas dapat digunakan sebagai materi rangkaian.

Rangkaian bunga makin mewah dengan aksesori renda bertabur swaroski.

Rangkaian bunga makin mewah dengan aksesori renda bertabur swaroski.

Bebatuan indah itu melekat pada kain renda berbentuk bunga. Harijanto lantas memadukannya dengan bunga-bunga berwarna hangat seperti mawar salem, lisianthus putih, spirea putih, anggrek bulan putih, dan hortensia. Ia juga menambahkan manik-manik berwarna putih sehingga kesan glamor kian kental. “Rangkaian ini cocok untuk penghias meja maupun sudut ruangan,” katanya.

Rangkaian yang terbuat dari potongan-potongan kertas juga tak kalah atraktif. Harijanto melilitkan potongan kertas berwarna salem itu pada rangka besi berbentuk oval. Ia lantas menyisipkan bunga mawar berwarna senada pada bagian atas rangka yang tertutup kertas itu. Selanjutnya, ia menambahkan anggrek bulan kuning, sandersonia kuning, dan astilbe putih. Semua materi melekat pada rangka besi tanpa bantuan busa oase. Karena itu Harijanto menggunakan bunga segar berkualitas bagus sehingga kesegarannya tahan lama.

Teknik

Pada acara itu Harijanto juga membagikan ilmu merangkai bunga kepada 150 peserta. Kegiatan pada 1 Februari 2018 itu berlangsung meriah. Peserta begitu antusias menyimak setiap tahapan pembuatan rangkaian bunga yang diperagakan Harijanto. Mereka tertarik dengan ide dan materi flora yang digunakan. “Merangkai bunga ibarat misteri sebab begitu banyak inspirasi sehingga rangkaian bunga tampil lebih cantik dan berbeda dari biasanya,” kata Harijanto.

Rangkaian bunga juga tak melulu berkutat pada hantaran, tetapi juga dekorasi ruangan. Berkat penguasaan teknik merangkai bunga yang mumpuni, Harijanto juga sukses menyulap puluhan lidi menjadi rangkan vertikal nan unik.

Baca juga:  Kunyit Antikanker

Rangkaian lain bernuansa hijau putih juga tampak menarik. Perpaduan warna yang harmonis itu membuat mata betah memandang.

Harijanto Setiawan menyulap puluhan lidi menjadi rangkaian vertikal nan unik.

Harijanto Setiawan menyulap puluhan lidi menjadi rangkaian vertikal nan unik.

Harijanto membuat rangkaian itu dengan menyatukan batang helikonia hijau dalam vas kaca rendah. Ia lantas meletakkan anggrek bulan dan sperea—keduanya berwarna putih. Posisi anggrek bulan diletakkan menjuntai dari atas ke bawah. Terakhir, ia melengkungkan steel grass sehingga rangkaian terlihat berdimensi.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat IPBI (DPP IPBI), Lucia Raras, menyambut baik demo merangkai bunga yang berlangsung selama 6 jam itu. Raras berharap peserta yang turut serta bisa makin tertarik dengan dunia merangkai bunga. “Banyak inspirasi, teknik, dan materi flora yang bisa digunakan untuk membuat rangkaian bunga yang cantik,” ujarnya. Selain itu kreativitas perangkai juga menjadi modal penting. Dengan kreativitas, perangkai bisa membuat rangkaian menawan meskipun dengan teknik dan materi flora sederhana, seperti rangkaian bunga karya Harijanto Setiawan. (Andari Titisari)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *