Full.pdfBukti khasiat daun pelawan kabar gembira bagi dunia herbal di tanahair. Namun, Rahmawati Januar dan rekan dari Program Studi Biologi, Universitas Riau, mewanti-wanti agar berhati-hati saat mengonsumsi daun pelawan Tristaniopsis whiteana dalam jangka panjang dapat berefek toksik pada hati. Itu terbukti pada penelitian yang dilakukan Rahmawati pada 8 tikus putih berbobot 200—220 gram.

Ia membagi hewan-hewan uji itu menjadi empat kelompok. Pada kelompok pertama tikus mengonsumsi pakan dan minum biasa. Kelompok kedua tikus mendapatkan perlakuan berupa pemberian 0,75% etilen glikol dan 2% amonium klorida. Pada kelompok ketiga tikus menerima campuran perlakuan berupa 0,75% etilen glikol, 2% amonium klorida, dan ekstrak etanol daun pelawan berdosis 100 mg/kg bobot tubuh (BB).

Sementara pada kelompok keempat tikus hanya memperoleh perlakuan berupa ekstrak etanol daun pelawan berdosus 100 mg per kg bobot tubuh. Hasil uji menunjukkan, pada kelompok pertama sel hati tikus berjalan normal dan sehat. Namun, pada kelompok kedua kerusakan sel-sel hati mencapai 100%, kelompok ketiga 99,82%, dan kelompok keempat 92,35%.

Artinya, pemberian daun pelawan dapat mengurangi kerusakan sel hati akibat pemberian etilen glikol dan amonium klorida, tapi kandungan fitokimia ekstrak etanol daun pelawan juga dapat menimbulkan toksik pada sel hati yang sehat. Herbalis di Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Lukas Tersono Adi, menyebutkan, batas antara obat dan racun memang tipis.

Oleh karena itu konsumsi herbal apa pun—bukan hanya pelawan—mesti hati-hati. Penggunaan dosis herbal merupakan sebuah kemestian. Menurut Ahmad Jumat Suhada yang kini memproduksi seduhan daun pelawan, dosis 600 ml seduhan daun pelawan aman. Itu berdasarkan pengalaman empiris sejumlah pasien selama ini. (Andari Titisari)

Baca juga:  Mendambakan Abnormal

Tags: efek samping, pelawan

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d