Durian montong dapat dirangsang untuk panen lebih awal.

Durian montong dapat dirangsang untuk panen lebih awal.

Tiga kunci mengatur pembuahan durian pada awal atau akhir musim agar memperoleh harga tinggi.

Theera Thitipatana tersenyum sembari membawa durian hasil panen pada April 2015. Ia membawa durian monthong ke pasar buah Chantarubury, Thailand. Saat itu harga durian monthong kelas premium 80 baht setara Rp31.000 per kilogram. Thitipatana menikmati harga tinggi karena panen buah pada awal musim. “Bahkan harga dapat mencapai 100 baht bila panen pada Maret,” tutur pria 70 tahun itu.

Bandingkan dengan harga pada puncak panen yang hanya 50—60 baht setara Rp20.000 per kilogram. Puncak panen durian di Thailand pada Juni—Juli. Karena perbedaan harga itulah pekebun berpengalaman 40 tahun merawat 300 pohon durian itu selalu melakukan pembuahan lebih awal. Pada 2015 ia berhasil memajukan masa panen sekitar dua pekan dibandingkan dengan para pekebun lain.

Panen serentak menyebabkan harga durian jatuh.

Panen serentak menyebabkan harga durian jatuh.

Tiga kunci
Membuahkan tanaman lebih awal atau off-season tidak berarti melakukan pembuahan durian di luar musim. Pembuahan durian di luar musim akan mengalami hambatan besar karena melawan iklim. Apalagi bila diterapkan di kebun skala luas, akan sangat berat dan mahal biayanya. Yang terjadi sebenarnya ialah mengusahakan tanaman berbuah lebih cepat panen atau early-season dan lebih lambat selesai panen (late-season), sehingga masa panen lebih panjang.

Secara umum pekebun lebih banyak menerapkan teknologi pembuahan lebih cepat daripada late season. Dengan memacu pembungaan secara fisiologis maupun kimiawi menyebabkan tanaman berbunga lebih awal daripada waktu yang seharusnya. Untuk mencapai kondisi itu, ada beberapa strategi yang bisa dilakukan, yakni tanam sesuai jenis panen, stres air, dan aplikasi hormon.

Dengan keragaman durian yang tinggi, memungkinkan pekebun menyeleksi pohon durian berdasarkan masa panen yang diinginkan. Ada jenis dengan masa panen cepat (90—105 hari), menengah (100—115 hari), dan lambat (120—135 hari). Bila ketiga tipe pemasakan buah itu ditanam dalam satu kawasan, maka masa panen buah jadi lebih panjang daripada yang hanya menanam satu varietas. Beberapa varietas durian yang panen awal misalnya D-99, kradum, dan matahari (90—105 hari), D-24 dan chanee (panen menengah), dan kanyao serta monthong (panen lambat).

Theera Thitipatana (tengah), nikmati harga jual jauh lebih tinggi karena panen di luar musim.

Theera Thitipatana (tengah), nikmati harga jual jauh lebih tinggi karena panen di luar musim.

Stres air
Kunci kedua untuk membuahkan durian lebih awal adalah stres air. Sudah menjadi karakteristik durian, untuk inisiasi pembungaan diperlukan periode kering beberapa pekan sampai dua bulan. Kondisi kering itu menyebabkan tanaman stres. Hal itu mendorong terjadinya proses fisiologis (hormonal) dari pertumbuhan vegetatif ke arah generatif. Secara alamiah, mekanisme stres air terjadi saat perbedaan musim hujan dan kemarau tidak tegas.

Baca juga:  Saat Santigi Unjuk Gigi

Misalnya terjadi musim kemarau dua bulan kemudian, diikuti hujan beberapa waktu. Selanjutnya terjadi bulan kering kembali beberapa bulan, lalu disusul dengan hujan sehingga terjadi pembungaan susulan sebelum buah yang pertama panen. Di Vietnam praktik off-season dilakukan berdasarkan prinsip stres air dengan menutup seluruh permukaan tanah menggunakan plastik. Akibatnya air hujan langsung mengalir keluar kebun dan tidak membasahi tanah.

Setelah mengalami stres beberapa waktu, tanaman berbunga. Pelaksanaan stres air pada akhir musim hujan, saat intensitas hujan sudah mulai berkurang. Namun, cara itu sangat rentan gagal akibat musim hujan berkepanjangan. Untuk meningkatkan keberhasilan off-season, lakukan kombinasi stres air dengan perlakuan kimiawi menggunakan hormon pemacu pembungaan seperti paklobutrazol.

Zat perangsang itu penghambat tumbuh (growth retardant) yang berperan dalam menghambat biosintesis giberelin sehingga menurunkan pertumbuhan vegetatif tanaman, dan sebaliknya merangsang terjadinya pembungaan. Sebelum pelaksanaan pembuahan off-season maka tanaman harus dalam kondisi prima. Caranya dengan mencukupi kebutuhan nutrisinya dengan memberi pupuk secara berimbang sesuai fase perkembangan tanaman. Oleh karena itu tahap persiapan dimulai dari panen musim sebelumnya.

Raih harga tinggi di luar musim.

Raih harga tinggi di luar musim.

Aplikasi hormon
Usai panen sebelum pembungaan, lakukan pemangkasan ranting dan tunas-tunas air. Setelah itu berikan 2—4 kg pupuk NPK 15:15:15 atau 16:16:16 per pohon berumur 10 tahun. Alternatif lain, Theera Thitipatana mengkombinasikan NPK 12:6:6 dan 19:9:19 masing-masing setengah bagian lalu berikan 4 kg per pohon. Aplikasi pupuk itu pada Juni atau Juli. Pada Agustus ia menyemprotkan paklobutrazol berdosis 25% atau 250 ml/l air merata di seluruh permukaan daun.

Itu dengan pertimbangan empat bulan setelahnya (Desember) terjadi pembungan dan pertengahan atau akhir Maret mulai panen. Penyemprotan hormon itu dilaksanakan bila tidak hujan. Bila setelah penyemprotan turun hujan, maka lakukan penyemprotan ulang dengan setengah dosis. Pada Oktober dilakukan pemupukan kedua menggunakan NPK 8:8:24 sebanyak 2—4 kg per pohon. Pemupukan bertujuan mempersiapkan nutrisi untuk pembungaan yang akan mulai muncul pada November dan mekar pada Desember.

Baca juga:  Sihir Rangkaian Anson

Setelah banyak bunga muncul, lakukan penjarangan sekitar 20—50%. Untuk mempertahankan bunga, lakukan penyemprotan pestisida, di antaranya fungisida untuk mencegah cendawan. Pada saat bunga mekar lakukan penyemprotan akarisida untuk menghindari serangan kutu pada bakal buah. Satu bulan setelah bunga mekar berikan pupuk NPK 12:12:17 atau 13:13:21 sebanyak 4—5 kg per pohon. Alternatif pupuk lain ialah N, P, K, dan Zn 7:13:34:12.5.

Saat pembentukan buah, Theera Thitipatana mengairi pohon menggunakan irigasi sprinkel selama 40—50 menit atau sebanyak 200 liter per pohon. Interval pengairan setiap 2 hari sekali. Bila buah sudah sebesar bola takraw pengairan mulai dikurangi. Selanjutnya pemupukan setiap 15 hari sekali menggunakan (CaNO3)2 0,2%, Mg(SO4)2 0,2%, dan KNO3 1% dengan cara disemprot pada daun. Di Vietnam, aplikasi itu dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan kualitas buah.

Pohon rusak dan meranggas akibat mengalami penyemprotan pakloburazol selama 3 tahun.

Pohon rusak dan meranggas akibat mengalami penyemprotan pakloburazol selama 3 tahun.

Aplikasi paklobutrazol, umumnya berhasil memajukan masa panen selama 2 pekan. Hasil penelitian di wilayah Long Lap Lae dan Lim Lap Lae di bagian utara Thailand menunjukkan, pemberian 100 gram paklobutrazol per pohon memajukan 16 hari dari masa panen normal. Prof Roedhy Poerwanto dari Institut Pertanian Bogor pernah mengaplikasikan paklobutrazol pada durian. Ia menyatakan aplikasi dengan cara disiramkan pada perakaran dekat batang lebih efektif untuk merangsang pembungaan.

Cara itu dapat merangsang pembungaan dua bulan setelah aplikasi, dibandingkan dengan cara semprot di atas yang membutuhkan waktu 4 bulan. Namun, menurut Prof Roedhy penggunaan paklobutrazol harus dilakukan dengan bijaksana. Di samping memperhatikan dosis anjuran, pelaksanaannya pun tidak boleh setiap tahun. Karena residunya masih ada di tanaman selama dua tahun. (Panca Jarot Santoso, peneliti durian di Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian)

 

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d