Landak mini

Landak mini

Tepat pakan dan kandang bersih kunci sukses merawat landak mini.

Julie Widjaja cemas karena EJ mogok makan selama 3 hari. Ia mendapati kotoran landak mini itu berwarna hijau dan sangat encer, normalnya kotoran kering dan menggumpal. Pehobi hedgehog di Sunter, Jakarta Utara, itu menduga EJ mengalami gangguan pencernaan. Ia pun segera membawa klangenannya itu ke dokter hewan. Dokter yang memeriksa menyuntik EJ dan memberikan obat.

Sayang, obat yang diberikan tidak membuahkan hasil. Julie kembali membawa EJ ke dokter hewan yang sama, tapi nihil hasilnya. Landak mini milik Julie tetap lemas dan enggan mengonsumsi pakan. Agar terus terpantau, Julie membawa kandang EJ ke dalam kamar. Demi meraih kesembuhan, ia kembali berkonsultasi dengan dokter hewan berbeda. Dokter menduga EJ mengalami gangguan hati.

Hindari kandang lembap karena mengundang cendawan

Hindari kandang lembap karena mengundang cendawan

Duri rontok
Indikasi landak mengalami gangguan hati adalah hampir sekujur tubuhnya menguning. “Dokter mengatakan EJ tak bisa diselamatkan,” kata Julie. Selang sehari setelah menemui dokter, EJ meregang nyawa. Menurut dosen di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM), drh Slamet Raharjo MP, kotoran hijau akibat pencernaan kurang bagus.

Gangguan kesehatan lain yang menimpa landak mini milik Julie adalah duri rontok. Pada medio 2014 duri di punggung MJ perlahan rontok. Julie yang khawatir dengan kondisi itu mengolesi obat cendawan di bagian yang rontok. “Semula duri tidak rontok, tapi kemudian mudah rontok lagi,” kata perempuan kelahiran Jakarta itu. Makin hari duri semakin rontok hingga 30%.

Sepekan kemudian Julie membawa MJ ke dokter. Sayang, duri landak berumur lebih dari satu tahun itu tetap rontok. Padahal, ia lima kali menemui dokter hewan. Julie pun menceritakan kondisi landak yang pamornya melejit sejak 2009 itu kepada teman di komunitas. Salah seorang kawan menyarankan Julie menggunakan salep anticendawan. Ia pun mengoleskan salep itu untuk menghentikan duri rontok.

Sebelumnya ia memandikan landak mini saat pagi menggunakan air hangat dan sabun antiseptik. Ia juga menyikat duri landak dengan lembut hingga bersih dan membilasnya. Julie lalu menambahkan salep anticendawan pada air bilasan terakhir. Pehobi landak mini sejak Oktober 2013 itu kemudian merendam landak mini dalam larutan itu selama 5—10 menit dan membilasnya.

Pakan berlebihan dapat menyebabkan landak mini obesitas

Pakan berlebihan dapat menyebabkan landak mini obesitas

Setelah itu ia meneringkan hewan itu menggunakan handuk lembut dan pengering rambut. Perlakuan itu ia lakukan sekali dalam sepekan. Pada pekan kedua duri MJ tidak rontok lagi. Hingga kini MJ tetap menjalani mandi dengan salep itu. “Frekuensi mandi berkurang menjadi 2 pekan sekali,” kata perempuan berumur 41 tahun itu. Beberapa waktu kemudian landak mini lain koleksi Julie kembali mengalami rontok duri.

Baca juga:  Sayuran Hidroponik Menghiasi Pelaminan

Namun, kondisi kedua landak itu lebih baik ketimbang MJ. “Saya mengetahui lebih dini gejala rontok duri pada kedua landak itu sehingga segera bisa diatasi,” tutur perempuan berprofesi sebagai disc jockey (DJ) itu. Menurut Julie duri rontok pada landak mini itu lazim terjadi. Sebab kulit hewan berduri itu sensitif. Untuk penanggulangan setiap pagi keluarkan landak mini dari kandang dan menjemurnya.

Diare
Selain itu hindari kandang lembap karena mengundang cendawan. Menurut Slamet penyebab rontok duri ada dua yaitu karena kudis atau cendawan. Keduanya menyebabkan akar duri melemah sehingga mudah rontok. Meski begitu, “Dampak duri rontok tidak mempengaruhi kesehatan landak mini secara umum. Duri rontok hanya mengurangi keindahan hewan itu,” ucap pemilik Klinik Calico itu.

Julie pun sepakat dengan Slamet. Sebab saat duri rontok landak mini tetap makan seperti biasanya. Nun di di Ciracas, Jakarta Timur, Atelerix albiventris milik Mutiara Junita mengalami diare.”Gejala diare antara lain landak mini enggan makan dan minum serta terlihat lemas,” katanya. Pehobi landak mini di Jakarta Barat, Tommy Ignatius Salim, memiliki cara jitu mengatasi diare.

Tommy mencekokkan 5 tetes madu atau sari kurma yang dicampur 80 ml air agar landak mini terhindar dari dehidrasi. Untuk menghentikan diare, Tommy memberikan 1/6 tablet obat diare yang dilarutkan dengan air secukupnya. Frekuensi pemberian obat diare itu 2—3 kali sehari. Selain itu pastikan kandang bebas dari kotoran landak. Lalu sediakan air minum segar dan ulat hongkong secukupnya.

Dengan perlakuan itu 3 hari kemudian landak mini yang terdeteksi dini terkena diare sehat kembali. Menurut Slamet gangguan kesehatan lain yang menyerang landak mini adalah tungau. Akibat gigitan tungau, landak merasakan gatal-gatal. Landak mini milik Mutiara beberapa kali terserang tungau. “Gejalanya hewan itu kerap menggaruk-garuk tubuh,” kata perempuan berumur 21 tahun itu.

Slamet menuturkan tungau bisa muncul karena di sekitar kandang landak mini berkeliaran kucing atau unggas. Kedua satwa itu berperan memindahkan tungau ke tempat lain. Jika serangan tungau dibiarkan kulit telinga dan kaki menebal dan seperti bersisik halus. Slamet menyarankan agar menyuntikkan itermectin sebanyak 0,01 mg per kg bobot tubuh untuk mengatasi tungau.

Baca juga:  Aglaonema Tak Pudar

Cairan itu disuntikkan pada tengkuk atau paha. “Sebaiknya landak mini yang terkena tungau segera bawa ke dokter hewan agar segera diberi obat,” kata Slamet. Namun saat menyuntik tidak boleh tergesa-gesa agar landak tidak stres yang ditandai dengan membulatkan tubuhnya.

Jarang sakit
Masalah kesehatan lain pada landak mini yaitu obesitas. Landak mini dikatakan obesitas jika berbobot lebih dari 400 g. Normalnya hewan nokturnal itu berbobot 200—300 g. Rasa sayang berlebihan dari pemilik memicu obesitas. “Pakan yang diberikan berlebihan dan landak mini tidak melakukan ‘olahraga’,” kata Slamet. Jika dibiarkan terus, landak mini obesitas bisa mati mendadak. Musababnya kerja jantung dan paru terganggu. Selain itu, obesitas menyebabkan kerja ginjal dan hati meningkat. Lama-kelamaan kerja dua organ itu melemah.

Julie Widjaja bersama landak mini klangenannya

Julie Widjaja bersama landak mini klangenannya

Gejala yang muncul tubuh landak mini kekuningan, lemas, dan enggan makan. Jika sudah begitu peluang landak mini mati tinggi mencapai 80%. Slamet menuturkan sejatinya landak mini hewan yang jarang sakit jika lingkungan dan perawatannya tepat. Gangguan kesehatan muncul terkait manajemen kandang dan pakan. Pastikan aliran udara berjalan lancar di dalam kandang. Alas kandang mesti selalu kering. Yang kerap terjadi pemilik tidak mengetahui jika landak mini kencing di atas alas, bukan di tempat yang disediakan.

Bagian atas alas yang berupa serbuk kayu itu cepat kering jika terkena kencing landak mini. Kandungan urea dalam kencing terfermentasi di bagian bawah serbuk kayu. Dampaknya bakteri dan cendawan tumbuh subur sehingga penyakit bermunculan. “Sebaiknya ganti alas secara periodik,” kata Slamet. Sediakan juga tempat berlindung berupa rumah mainan di dalam kandang. Itu penting secara psikologi landak mini.

Hewan nokturnal itu perlu tempat sembunyi saat siang. Jika tidak landak mini bisa stres dan berpotensi menurunkan daya tahan tubuh sehingga mudah terserang penyakit. Slamet mengatakan jangan terlalu banyak bercengkrama dengan klangenan, satu hari satu jam sudah cukup. “Selebihnya nikmati saja aktivitas hewan peliharaan dari luar kandang,” kata pria yang kerap menjadi juri kontes hewan eksotis itu. (Riefza Vebriansyah)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d