Duo Ikan Mas Bongsor

Duo Ikan Mas Bongsor 1

Dua ikan mas baru yang tahan penyakit dan cepat tumbuh.

Ikan mas super RD hasil pemuliaan BPPBAT, Bogor, Jawa Barat.

Ikan mas super RD hasil pemuliaan BPPBAT, Bogor, Jawa Barat.

Peternak di Waduk Cirata, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Muksin, senang sekali melihat panen calon indukan ikan mas pada Oktober 2016. Pada Juli 2016 ia menebar 50 kg benih berukuran 10—15 gram per ekor di kolam 49 m². Tiga bulan berselang ia memanen 1,05 ton ikan mas. Pembesaran selama 3 bulan itu menghabiskan pakan 1,6 ton. Bandingkan dengan musim tebar sebelumnya, saat ia menebar ikan mas jenis lain.

Khairul Syahputra MSi peneliti ikan mas di Balai Penelitian Pemuliaan Ikan (BPPI) Sukamandi, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Khairul Syahputra MSi peneliti ikan mas di Balai Penelitian Pemuliaan Ikan (BPPI) Sukamandi, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Ketika itu dengan padat tebar yang sama, Muksin hanya panen 0,84 ton dengan jumlah pakan 1,5 ton. Kesuksesan itu berkat penggunaaan ikan mas mustika hasil pemuliaan Balai Penelitian Pemuliaan Ikan (BPPI) Sukamandi, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Mustika merupakan ikan mas unggul tahan serangan virus herpes. Varietas anyar itu lahir melalui metode seleksi marka molekuler yang tahan terhadap penyakit itu.

Seleksi
Pemulia ikan mas di Balai Penelitian Pemuliaan Ikan, Khairul Syahputra MSi, menuturkan mustika lahir dari tetua ikan mas rajadanu yang selamat dari wabah virus herpes di waduk Cirata pada 2007. Rajadanu terbukti tahan serangan virus herpes dibandingkan dengan strain lain seperti majalaya, wildan, dan sutisna. Itulah sebabnya Khairul memilih rajadanu untuk merakit varietas baru.

Pada tahap awal, ia melakukan uji tantang untuk mengevaluasi tingkat ketahanan terhadap virus herpes. Adapun uji Polymerase Chain Reaction (PCR) virus herpes untuk mengetahui keberadaan Cyca-DAB1*05—marka molekuler penanda ketahanan virus herpes. Master Bioteknologi alumnus Institut Pertanian Bogor itu lantas menyeleksi lanjutan untuk memperoleh ikan mas yang memiliki pertumbuhan paling cepat.

Baca juga:  Buah Lonceng Genjah

Khairul juga menguji multilokasi untuk mengetahui performa ikan di berbagai sistem budidaya seperti kolam air tenang, kolam air deras, dan kolam jaring apung. Penelitian berikutnya berupa uji terhadap cekaman amonia, derajat keasaman, salinitas, suhu, dan penyakit. Khairul menuturkan ikan mas tahan virus herpes mempunyai tingkat kelangsungan hidup lebih tinggi.

Prof Dr Ir Brata Pantjara MP, peneliti di Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Tawar (BPPBAT), Bogor, Jawa Barat.

Prof Dr Ir Brata Pantjara MP, peneliti di Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Tawar (BPPBAT), Bogor, Jawa Barat.

Pertumbuhkan ikan pun cepat dan toleran terhadap segala jenis lingkungan. Ikan mas mustika memiliki persentase nilai kelangsungan hidup (SR) 98,89% lebih baik dibanding ikan mas lain. Sementara rasio konversi pakan 1,24 kg. Artinya untuk menghasilkan 1 kg daging, mustika memerlukan 1,24 kg pakan. Rasio konversi pakan ikan mas rata-rata 2 kg. Laju pertumbuhan mustika hingga 3,62% bobot per hari.

Itu sebabnya waktu panen bisa lebih singkat yakni 2,5 bulan—khusus pada pembesaran di keramba jaring apung. Ikan mas mustika juga memiliki produktivitas pembesaran yang tinggi yakni 67%. Khairul menuturkan ikan mas mustika hadir sebagai upaya untuk mendukung keberadaan bibit unggul ikan mas tahan virus herpes. Peternak membutuhkan bibit unggul agar selamat dari ancaman virus herpes.

Sejak 2015 calon induk maupun induk ikan mas mustika mulai didistribusikan ke berbagai sentra produksi seperti Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Yogyakarta, Lampung, dan Riau. Benih ikan mas mustika juga sudah disebar ke peternak di sejumlah daerah seperti Jawa Barat (Cianjur, Kuningan, Karawang, Ciamis, dan Bogor), Nusa Tenggara Barat (Lombok Timur), dan Kampar (Riau).

Super RD

Varietas ikan mas tahan KHV dan tumbuh cepat jadi incaran peternak.

Varietas ikan mas tahan KHV dan tumbuh cepat jadi incaran peternak.

Ikan mas baru juga lahir dari tangan peneliti di Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Tawar (BPPBAT), Bogor, Jawa Barat. Menurut Kepala BPPBAT Prof Dr Ir Brata Pantjara MP, penelitian menitikberatkan pada karakter pertumbuhan strain rajadanu. Hasilnya riset yang berlangsung sejak 2008—2014 itu sukses mencetak ikan mas yang memiliki karakter pertumbuhan unggul yakni super RD—singkatan dari strain unggul pertumbuhan rajadanu.

Baca juga:  Berjibaku Buka Pasar

Silsilah ikan mas super RD bermula dari tetua rajadanu koleksi BPPBAT pada 1997. Tim peneliti melakukan pembentukan populasi F1 sejak 1998—2001, lalu berlanjut dengan seleksi populasi F2 pada 2001—2002. Kemudian pada 2008—2014 dilakukan seleksi induk dasar dari 24 ekor ikan jantan dan 47 ekor betina. Masing-masing berbobot 1.660 gram dan 2.380 gram. Hasil riset dari 3 generasi itu menunjukkan persentase pertumbuhan kumulatif mencapai 32,8%.

Selama masa budidaya, ikan mas super RD tidak membutuhkan bantuan prebiotik maupun probiotik untuk memacu pertumbuhan. Varietas unggul itu memiliki daya tetas induk hingga 80,5% dengan persentase kelangsungan hidup benih sebesar 50,3%. Rasio konversi pakan yang dibutuhkan tergolong efisien yakni 1,1—1,2 kg. Menurut peneliti madya di BPPBAT, Drs Jojo Subagja, semakin sedikit nilai konversi pakan maka semakin rendah limbah organik dan sisa pakan yang mengendap.

565_-137Ikan pendatang baru itu mampu bertahan hidup pada kolam bersalinitas 0—12 ppt. Akan tetapi, mereka paling menyukai kolam dengan salinitas 5 ppt. Super RD kian tumbuh sehat bila kolam memiliki oksigen terlarut 2,5—7 mm dan derajat keasaman sekitar 5—6. Adapun suhu yang paling cocok adalah 28°C –32°C. Super RD adaptif dibudidayakan di segala jenis kolam seperti kolam air deras, keramba jaring apung, dan kolam tergenang. (Andari Titisari)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Tags:
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x