Duo Gogo Baru

Hamparan pertanaman rindang 1 agritan di bawah tegakan kelapa.

 

Padi gogo baru yang produktif meski tumbuh di bawah tegakan serta tahan penyakit blas.

Lahan di bawah tegakan kelapa itu menguning oleh hamparan padi. Malai padi merunduk tanda bernas dan siap panen. Itulah gambaran lahan milik Tijan Sujana, pekebun kelapa di Sukabumi, Jawa Barat. Tijan menanam padi gogo unggul varietas baru rindang 1 agritan di lahan seluas 600 m². Tanaman padi tumbuh prima meski berada di bawah pepohonan kelapa dengan intensitas sinar matahari sekitar 50%.

Sementara pertanaman padi milik pekebun kelapa lain kurang prima. “Banyak tanaman yang terserang wereng,” kata Tijan. Selama masa tanam Tijan memberikan nutrisi berupa 25 kg phonska dan 20 kg Urea. Sementara untuk mengendalikan hama dan penyakit ia menggunakan pestisida nabati dan kimia. Penyemprotan pestisida nabati saat tanaman berumur 45 hari setelah tanam (HST) dan menjelang keluar malai.

Toleran naungan

Postur rindang 1 agritan tanaman kokoh sehingga tidak gampang rebah.

Tijan melarutkan 200 ml pestisida alami itu dalam 16 liter air. Adapun untuk pestisida kimia diberikan jika terdapat serangan wereng dan walang sangit. Dosis sesuai anjuran. Pekebun berusia 42 tahun itu memanen tanaman saat umur 115 hari setelah tanam. Dari lahan itu, ia memanen 150 kg gabah. Pemulia padi rindang 1 adalah tim peneliti di Balai Besar Tanaman Padi, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan).

Menurut para pemulia, Prof. Dr. Suwarno M.S., Dr. Aris Hairmansis M.Si., Supartopo AMd., dan Yullianida M.Si., padi gogo baru itu hasil persilangan antara varietas selegreng dan simacan. Keduanya adalah padi lokal yang tahan serangan cendawan Pyricularia grisea penyebab penyakit blas. Selegreng sebagai tetua betina, sedangkan simacan sebagai tetua jantan.

Selegreng banyak ditanam di bawah tegakan dan berproduktivitas tingggi. Namun, tanaman siap panen saat umur 140—150 hari. Sementara produktivitas simacan rendah, tetapi berumur genjah yakni 110 hari siap panen. “Oleh karena itu, kami melakukan serangkaian penelitian untuk mendapatkan karakter terbaik dari kedua tetua itu,” kata Aris Hairmansis, doktor ilmu tanaman alumnus Universitas Adelaide, Australia.
Menurut Aris perakitan rindang 1 agritan dimulai pada 2005. Padi baru itu melewati uji multilokasi di 8 daerah antara lain Sukabumi, Indramayu, Subang, semua di Provinsi Jawa Barat, Banyumas, Kebumen, dan Purworejo—Provinsi Jawa Tengah. Hasil pengujian menunjukkan, rindang 1 agritan tahan terhadap serangan blas yang menjadi kendala utama budidaya padi gogo.

Tanaman rindang 1 agritan tahan serangan penyakit blas sehingga hasil panen optimal.

Serangan blas memicu panen anjlok karena leher malai patah sehingga pengisian bulir padi terhambat. Tanaman agak peka terhadap serangan wereng batang cokelat biotope 1, 2, dan 3. Rindang 1 agritan layak ditanam di lahan-lahan kering dataran rendah. Tanaman juga toleran terhadap naungan. Petani bisa menanam rindang 1 agritan di bawah tegakan kelapa, jati, rambutan, maupun karet.

Tags:
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x