Duit dari Duri 1
Suvenir kaktus dengan kemasan tabung mika diminati karena praktis dan mudah ditata

Suvenir kaktus dengan kemasan tabung mika diminati karena praktis dan mudah ditata

Permintaan kaktus duri kian tinggi, antara lain sebagai suvenir pernikahan.

Rumah Bunga Rizal terpaksa menerapkan daftar tunggu bagi pemesan cenderamata berupa kaktus dalam pot. Harap mafhum hingga Maret 2015 produsen kaktus di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, itu sudah penuh pesanan. Catatan panjang yang berisi pesanan itu tertata rapi. Menurut Rizal Djafaarer, pemilik Rumah Bunga Rizal, setiap tahun ia menerima melayani 33.000 pot kaktus. Kebanyakan pesanan itu untuk suvenir pernikahan.

“Konsumen memesan dari jauh hari agar tidak kehabisan,” ujar Rizal. Maklum, setiap bulan akan ada orang yang menikah dan memburu kaktus sebagai buah tangan. Permintaan itu meningkat 40% dari tahun sebelumnya dan memuncak pada saat bulan-bulan pernikahan. Pada bulan-bulan lain produksi sebesar 3.000 pot biasanya juga digunakan untuk acara pesta ulang tahun, hari besar keagamaan, acara seremonial sebuah perusahaan, dan cenderamata pada upacara kematian.

“Pasar kaktus masih terbuka lebar,” ujar Rizal Djafaarer, pemain kaktus senior, di Lembang, Jawa Barat

“Pasar kaktus masih terbuka lebar,” ujar Rizal Djafaarer, pemain kaktus senior, di Lembang, Jawa Barat

Peluang besar

Begitu banyaknya permintaan suvenir kaktus sehingga Rizal berujar, “Pasar suvenir masih terbuka lebar dan berumur panjang.” Pemain kaktus sejak 27 tahun silam itu menjual suvenir dengan harga beragam, mulai Rp7.500—Rp20.000 per pot. Kaktus pot menjadi pilihan banyak orang sejalan dengan tren kembali ke alam dan penghijauan. “Kaktus juga bisa disimpan lama dan dirawat,” ujar Ritawati Saragih, konsumen Rumah Bunga Rizal. Rita memilih kaktus untuk buah tangan pernikahan anaknya agar tamu merasa senang dan bisa menggunakannya sebagai hiasan di rumah.

“Siapa tak mau menerima tanaman-tanaman hias nan elok dalam kemasan cantik seperti itu?” katanya. Rita memilih 20 jenis kaktus dan sukulen dengan warna-warna yang menarik. Salah satu daya tarik kaktus sebagai suvenir memang terletak pada ragam warna dan bentuknya. Menurut Janet Ulung Mandiri, anggota Divisi Suvenir Rumah Bunga Rizal, rata-rata konsumen yang datang memilih warna-warna cerah atau berbentuk unik. Beberapa jenis kaktus yang banyak diminati yaitu Gymnocalycium mihanovichii, Mammillaria compressa, Notocactus scopa putih, dan Chamaecereus sylvestrii.

Kaktus Gymnocalycium mihanovichii banyak diminati karena warnanya yang atraktif

Kaktus Gymnocalycium mihanovichii banyak diminati karena warnanya yang atraktif

Janet menempatkan kaktus-kaktus itu dengan berbagai pilihan kemasan. “Umumnya konsumen memilih kemasan plastik mika, selain murah tabung mika juga praktis dan mudah disusun,” ujar alumnus Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, Bandung, itu. Janet menggunakan tabung mika berdiameter 8 cm dan tinggi 14 cm. “Untuk mempercantik kami menggunakan pita warna sebagai pegangannya,” ujarnya. Konsumen dapat memilih warna pita sesuai selera. Tabung mika itu dibuat sendiri oleh Janet dan 3 orang pegawai lainnya.

Baca juga:  Temumangga Peluruh Batu Ginjal

Sementara media tanam berupa campuran sekam padi, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 2 : 3 : 1. Setiap bulan Rumah Bunga Rizal setidaknya mengantongi omzet Rp22-juta dari penjualan 3.000 pot kaktus. “Pada Maret 2014 lalu kami menjual 5.500 pot kaktus,” kata Janet. Beberapa kali Ia terpaksa menolak beberapa pesanan yang menggunung pada bulan Rajab, Sya’ban, dan Zulhijah dalam penanggalan Komariah. Pada bulan-bulan ini banyak orang menyelenggarakan pernikahan.

“Saya tertarik pada kaktus unik dan langka,” ujar Feeling, pehobi di Jember, Jawa Timur

“Saya tertarik pada kaktus unik dan langka,” ujar Feeling, pehobi di Jember, Jawa Timur

Untung

Rizal Djafaarer menggambarkan betapa menguntungkannya bisnis kaktus. “Mudah, murah, dan menguntungkan,” ujar Rizal. Dalam 100 m2 kita bisa menanam 17.500 pot kaktus dengan tingkat kematian maksimal 25% hingga siap jual (3 bulan) atau sebesar 13.000 tanaman. Harga di tingkat produsen saat ini yaitu Rp5.000. Artinya, penghasilannya mencapai Rp21-juta per bulan. Jika dipotong biaya produksi sebesar Rp5.400.000, penghasilan bersih mencapai Rp15.600.000. Biaya produksi itu mencakup pot, bibit, dan perawatan.

Pasar suvenir kaktus yang masih terbuka lebar merupakan peluang besar. “Masih banyak pasar yang belum bisa kami penuhi permintaannya,” kata ayah 2 anak itu. Rizal juga menjelaskan jenis kaktus dan sukulen relatif dominan karena cepat dan siap pakai. “Umur 2 bulan pascapenyambungan, kaktus sudah tampil cantik,” katanya. Beberapa penyelenggara pameran juga mulai melirik tanaman hijau sebagai suvenir acara. “Kaktus dan tanaman buah banyak diminta oleh klien kami,” ujar Alvin Liem, anggota Miracle Event Organizer di Bandung.

Kaktus mahal

Kaktus sebagai suvenir seremonial perusahaan

Kaktus sebagai suvenir seremonial perusahaan

Konsumen bukan hanya meminati kaktus duri yang murah. Mereka juga berburu kaktus-kaktus berduri meski mahal. Bagi Feeling, pehobi di Jember, Jawa Timur, kaktus memang tanaman hias sukulen favorit. “Kaktus memiliki karakter yang unik,” ujar Feeling. Sejak 3 tahun silam ibu rumahtangga itu rajin berburu kaktus ke beberapa nurseri di Jawa Timur. Awalnya, mayoritas koleksi Feeling yang mencapai puluhan pot itu didominasi jenis umum dari golongan notocactus. “Lama-lama bosan, jadi saya coba cari yang langka,” ujar perempuan 47 tahun itu.

Baca juga:  Ubi Rival si Manis

Rasa bosan Feeling itu terbayar saat ia menemui seorang kolektor kaktus di Surabaya, Jawa Timur pada Februari 2014. Setelah melihat koleksi kaktus sang kolektor yang jarang dijumpai di pasaran, Feeling jatuh cinta pada sosok sebuah kaktus yang bulat, berduri tebal, dan memiliki banyak bulu. “Unik dan eksotis saat memandangnya,” ujar Feeling yang membeli sepot kaktus Gymnocalycium denudantum itu. Pertumbuhan yang lambat serta jenisnya langka menyebabkan sepot kaktus itu dibandrol seharga Rp600.000.

Berikutnya Feeling mulai getol mengoleksi kaktus unik lain seperti Coryphanta elephantidens, Ephilanta micronensis, Lophophora caespitosa, dan Thelocactus fossulosus. Feeling merawat kaktus-kaktus itu di dak rumah seluas 6 m x 7 m. Total jenderal koleksi kaktus uniknya saat ini mencapai 30 pot. “Di lahan kecil itu saya bisa menikmati keindahan dari kaktus koleksi saya,” ujarnya. Merebaknya pasar kaktus membuat Rizal semakin tidak bisa berpaling dari kaktus meski banyak rekan sesama pelopor di era 1975 bertumbangan. Toh, kaktus masih menawarkan rupiah yang menggiurkan. (Rizky Fadhilah/Peliput: Andari Titisari)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *