Dua Rupa Raja Musang

Dua Rupa Raja Musang 1
Musang king asal Pinang, daging buah lebih kering dengan citarasa gurih karena dipasok mineral dari air laut

Musang king asal Pinang, daging buah lebih kering dengan citarasa gurih karena dipasok mineral dari air laut

Durian terlezat di Asia memiliki dua citarasa dan bentuk.

Tanpa bertanya juri kontes kecantikan dapat menebak asal daerah setiap kontestan dengan mencermati warna kulit, raut wajah, dan logat bicara. Durian terbaik di Asia—musang king—pun demikian. Pemasok buah impor dan lokal di Jakarta, Tatang Halim, dapat mengenali musang king dari Pahang, Malaysia yang masuk ke Indonesia. “Sosok buah besar-besar di atas 2 kg dengan daging buah kuning cerah. Sementara warna kulit hijau terang,” kata Tatang Halim.

Sosok itu berbeda dengan kebanyakan musang king pada umumnya yang warna kulitnya cenderung gelap. Maniak durian di Jakarta, Adi Gunadi MBA, juga mengamati perbedaan sosok durian asal Gua Musang, Kelantan, Malaysia, itu. Sosok durian musang king itu memang khas. “Jangan-jangan beda indukan seperti beragamnya monthong di Thailand dan Indonesia,” kata Adi. Maklum, monthong–artinya bantal emas—sejatinya diasosiasikan pada kelompok durian berdaging tebal dengan biji kempis. Di kalangan penangkar bibit dikenal monthong berdaun panjang dan monthong berdaun pendek.

Maniak durian Indonesia (dari kiri) Nody Fajar, Eddie Young (pemilik kebun), Lutfi Bansir, dan Adi Gunadi di kebun Eddie di Bentong, Pahang, Malaysia

Maniak durian Indonesia (dari kiri) Nody Fajar, Eddie Young (pemilik kebun), Lutfi Bansir, dan Adi Gunadi di kebun Eddie di Bentong, Pahang, Malaysia

Daun mirip
Menurut Ir Wijaya MS, penangkar durian di Cipaku, Kota Bogor, Jawa Barat, durian dapat dibedakan varietasnya hanya dengan melihat morfologi daun. “Penangkar pengalaman dapat membedakan varietas durian dengan hanya melihat daun, hal serupa untuk membedakan varietas lengkeng atau mangga,” kata mantan peneliti buah di Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian era 1990-an itu. Kebanyakan tanaman lain baru dapat dibedakan varietasnya setelah berbunga atau berbuah.

Tergelitik oleh beragamnya varietas musang king, tiga maniak durian—Dr Lutfi Bansir SP MP, Adi Gunadi MBA, dan Nody Fajar—menyusuri jejak durian unggul Malaysia itu langsung ke lokasi tumbuhnya pada Juli 2014. Mereka menyusuri Balik Pulau, Pulau Pinang, yang terkenal sebagai gudang durian lezat di Malaysia. Di sana mereka mendatangi kebun milik Chong Fook Choon di Pondok Upeh. Beragam durian unggul seperti musang king, udang merah, ochee, dan holo tumbuh di kebun itu.

Baca juga:  Hemat Dengan Rumpon Cerdas

Kebun milik Chong hanya sepelemparan batu dari tepi pantai Selat Malaka. Topograpi kebun berbukit batu sehingga pantai di bagian bawah jelas terlihat. Sesekali angin laut menerpa dan membelai tubuh pengunjung yang datang menikmati durian di kebun Chong. Menurut Chong, ”Hampir semua kebun durian di Balik Pulau memiliki lingkungan yang serupa.”

Musang king asal Pahang, daging buah lebih manis dan lengket di lidah karena fotosintesis optimal

Musang king asal Pahang, daging buah lebih manis dan lengket di lidah karena fotosintesis optimal

Lufti memetik beberapa daun musang king di kebun Chong. Ia lantas membandingkan dengan daun musang king yang tumbuh di kebunnya di Bulungan, Kalimantan Utara. “Bentuk daun sama persis, ramping seperti jarum dan kaku,” kata Lutfi. Nody, pekebun di Balikpapan, Kalimantan Timur, pun sepakat dengan ungkapan Lutfi. Sosok buah durian musang king di Pinang itu mirip dengan foto yang kerap ditampilkan di majalah tanahair: Ukuran buah mungil berkulit hijau kecokelatan. Daging buah berwarna kuning tua bersemburat jingga. Rasanya? Manis sedikit gurih. Daging buah cenderung kering dari permukaan hingga bagian dalam.

Lebih gurih
Esok harinya Lutfi Bansir, Adi Gunadi, dan Nody Fajar berangkat ke kebun milik Eddie Young di Bentong, Pahang. Kebun di lahan bukit bergelombang dengan solum atau bagian tanah yang dapat ditembus akar relatif dalam. Itu berbeda dengan di Pinang yang berbukit batu dengan solum dangkal. Di Pinang akar durian terlihat mencengkeram kuat permukaan tanah.

Meski berbeda wajah, semua varian musangking berasal dari klon D-197

Meski berbeda wajah, semua varian musangking berasal dari klon D-197

Di kebun Eddie Young, ketiganya melihat sosok musang king yang benar-benar beda, meski bentuk daun tetap serupa. Nyaris semua buah yang tergantung di pohon dan yang telah dipetik berukuran besar, di atas 2 kg. Kulit buah pun hijau terang. Daging buah kuning tanpa semburat jingga. Lutfi lantas mencicip sepongge durian kunyit—julukan lain musang king—di Malaysia. Ternyata rasanya pun bergeser, “Rasa manis lebih kental dan lengket di lidah dengan kesan krim, tetapi tidak gurih seperti yang dicicip di Pinang,” kata Lutfi.

Baca juga:  Kendala Berkebun Lada

Pakar durian itu menduga, citarasa gurih musang king di Pinang berasal dari beragam mineral yang terkandung di air laut yang diterbangkan angin ke tepi pantai. Setiap butiran air laut yang dibawa angin dan menerpa pohon musang king ibarat pupuk mikro yang disemprotkan ke daun. “Mirip rasa durian dan kerantungan di Pulau Bintan, Kepulauan Riau, yang juga terasa gurih,” kata Lutfi.

Sementara rasa manis musang king yang terasa lebih kental dengan tekstur basah di kebun Eddie Yong disebakan oleh kandungan air di zona perakaran lebih banyak. Dataran rendah Pahang pun memungkinkan tanaman mendapat sinar matahari cukup banyak. “Pada kondisi itu laju fotosintesis berlangsung optimal sehingga daging buah lebih manis,” ungkap Lutfi. Lingkungan Pahang seperti dataran rendah di Jepara, Jawa Tengah, yang memiliki sinar matahari dan air berlimpah sehingga dikenal sebagai gudang durian lezat di tanahair.

Musang king asal Pahang, daging buah manis, lembut, tanpa gurih

Musang king asal Pahang, daging buah manis, lembut, tanpa gurih

Perbedaan lingkungan itu juga membuat warna kulit buah D-197—nama resmi musang king—berbeda. Lingkungan kering di Pinang dengan jumlah air dan nutrisi yang terbatas di dalam tanah membuat kulit buah cenderung cokelat. Sebaliknya, di Pahang dengan jumlah air dan nutrisi yang lebih berlimpah dalam tanah menghasilkan warna kulit buah hijau cerah. Warna kulit itu menggambarkan kandungan klorofil di kulit buah lebih banyak.

Penampilan terakhir D-197 dapat diamati di kebun di Karak, Pahang. Di kebun itu, areal penanaman relatif datar, mirip di Bentong. Daging buah lebih lembut dari musang king asal Pinang. Ia juga tanpa citarasa gurih karena jauh dari pantai. Kulit buah mirip dengan musangking asal Karak. Menurut Lutfi, meski beragam wajah, kualitas musang king di ketiga daerah itu berada di atas rata-rata durian unggul Malaysia sehingga layak dicicip walau kerap dibanderol selangit. (Destika Cahyana, peneliti di Kementerian Pertanian, mahasiswa Pascasarjana di Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Chiba, Jepang.)

 

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x