Dua Kampiun Waterloo 1
Gobi jawara muraibatu kelas Bang Yos dan 268 BC

Gobi jawara muraibatu kelas Bang Yos dan 268 BC

Gobi dan Gondo Mayyit berkicau tanpa henti. Mereka merajai dua kelas.

Meski cuaca panas Gobi tetap beraksi. Kicauan muraibatu itu keras dengan irama lagu beragam. Terlebih lagi, interval antarlagu juga sangat pendek. “Hampir tidak ada jeda saat berkicau,” ujar Koko Hunaidi, juri dari Cianjur, Provinsi Jawa Barat itu. Kenny Rafsanjani, juri asal Kotamadya Depok, Jawa Barat, berpendapat sama. Tembakan lagu panjang, sehingga unggul dari kekuatan dan mental burung. Para juri akhirnya mendaulat Gobi menjadi yang terbaik di kelas Bang Yos.

Berselang 2 jam Gobi kembali beraksi di kelas 268 BC. Lagi-lagi Copsychus malabaricus milik Yadi Suzuki dari Cirebon, Jawa Barat, itu menjadi jawara. “Penampilannya konsisten sehingga layak menjadi juara,” ujar Kenny. Love bird bernama Gondo Mayyit juga meraih gelar prestisius di dua kelas berbeda, yakni kelas Bang Yos dan 268 BC. Tampil bak raja yang berpidato di hadapan rakyatnya, burung paruh bengkok itu anteng tegak berdiri sambil terus berkicau.

Ulang tahun
Menurut Agus Sujatmiko, juri asal Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, “Lovebird yang berkicau sambil bertengger mendapat nilai tambah dibanding yang berkicau tetapi menempel di dinding sangkar atau di bawah tenggeran.” Kenny mengatakan, modal besar Gondo Mayyit meraih juara adalah durasi kerjanya yang panjang dan napas kuat. “Penampilan optimal Gondo Mayyit dan Gobi berkat pemeliharaan yang bagus,” ujarnya. H Rafiq, sang pemilik, rutin memandikan Gondo Mayyit dua kali sehari pada pagi dan sore hari.

Gondo Mayyit, lovebird peraih juara kelas Bang Yos dan kelas 268 BC berkat kicauannya yang berdurasi panjang

Gondo Mayyit, lovebird peraih juara kelas Bang Yos dan kelas 268 BC berkat kicauannya yang berdurasi panjang

Selain itu saban hari, kolektor burung di Jatimakmur, Kotamadya Bekasi, itu memberikan 3 sendok teh milet putih. Siang itu ratusan burung berlomba untuk memperingati hari ulang tahun ke-1 Garuda Team Kemayoran, komunitas pehobi burung. “Jumlah anggota Garuda Team Kemayoran mencapai 30-an orang,” ujar Harryawan, ketua panitia. Lomba berlangsung di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, yang pada zaman Belanda dahulu bernama Waterlooplein alias lapangan Waterloo—mengacu pada lokasi pertempuran terakhir Napoleon Bonaparte di Waterloo 18 Juni 1815.

Baca juga:  Pupuk Hidroponik

Kontes adu merdu itu diikuti 546 burung. “Itu belum termasuk yang mendaftar langsung pada saat lomba berlangsung,” ujar Harryawan. Panitia membagi 9 jenis burung menjadi 23 kelas. Kelas Bang Yos menjadi yang termahal pada jenis burung muraibatu dan lovebird dengan biaya pendaftaran Rp500.000. “Juara pertama kelas Bang Yos mendapat hadiah Rp10-juta,” tuturnya. Selain muraibatu dan lovebird, burung cucakhijau juga mencuri perhatian para juri. Cucak hijau Halimun mendapat juara ke-1 di kelas Ebod Vit. “Irama dan lagu yang bagus di tambah stamina yang fit menjadi modal besar para jawara,” ujar Koko. Sementara kelas E-Bodre gelar jawara diraih Dolpino.

Halimun, peraih takhta tertinggi cucak hijau

Halimun, peraih takhta tertinggi cucak hijau

Gengsi tinggi
Kacer juga tak ketinggalan. Di kelas Ebod Vit, Copsychus saularis bernama Labamba milik milik Zidane menggondol juara ke-1. “Irama dan lagunya bagus dan bervariasi, selain itu volumenya juga keras,” ujar Kenny. Sementara di kelas Ebod Joss, kacer bernama satrio piningit milik Prapto dari Bekasi menjuarainya. Di kelas kenari standar besar 268 BC, Gareng milik Robby dari SMG Team meraih juara ke-1. Jawara kelas E-Bodre cucak jenggot diraih Nyonya Menir milik H Rendi dari Sunter, Jakarta.

Gareng, kicauannya yang mengalun membuat juri mendaulatnya jadi juara kelas Standar Besar 268 BC

Gareng, kicauannya yang mengalun membuat juri mendaulatnya jadi juara kelas Standar Besar 268 BC

Tiga jenis burung yang mendapat 1 kelas dari panitia yaitu pentet, ciblek, dan anis merah juga tak kalah seru. Jawara kelas pentet Ebod Joss diraih burung bernama Top Speed. Sementara Pandawa menjadi kampiun ciblek di kelas Ebod Joss, Talenta anis merah milik Andi dari Kelapagading, Jakarta Utara, jawara kelas E-Bodre. Para pemilik burung berdatangan dari berbagai kota seperti Jakarta, Tangerang, dan Bandung. “Para pehobi antusias mengikuti lomba karena banyak burung juara. Itu menimbulkan gengsi di antara para pehobi,” ujar Harryawan. Menurut instruktur perlombaan, Dede Supratman, burung-burung yang meraih juara hari itu sangat layak untuk mengikuti lomba tingkat nasional. (Bondan Setyawan)

Baca juga:  Pendapatan Naik 26%

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments