Betta crown tail peraih Best of Show Betta Terraskota Show 2017 milik Jajabing, pehobi asal Singapura.

Betta crown tail peraih Best of Show Betta Terraskota Show 2017 milik Jajabing, pehobi asal Singapura.

Cupang crown tail menjadi juara kontes di Cimahi dan Tangerang Selatan.

Suasana tegang saat para pehobi cupang menunggu keputusan dewan juri menentukan gelar Best of Show (BOS). Dewan juri memerlukan waktu relatif lama untuk menentukan juara kontes nasional cupang bertajuk Bandung Betta Festival. Pasalnya, juara 1 di setiap kelompok memiliki keunggulan masing-masing. Pascadiskusi, kandidat peraih BOS mengerucut menjadi 2 ikan, yakni juara satu kelas plakat dan juara satu kelas serit.

Dewan uri menempuh voting untuk menentukan sang juara. Cupang crown tail berhasil mencuri perhatian juri dan menang telak dengan skor 6:1 dari rivalnya. Menurut juri asal Semarang, Jawa Tengah, Ady Santoso, tampilan jawara lebih rapi daripada pesaing terdekat. “Perpaduan warnanya pun bagus,” kata juri cupang sejak 2012 itu. Serit crown tail itu pun menjadi jawara kontes di Technopark Cimahi, Kota Cimahi, Jawa Barat itu.

Pakan cuk
Juri asal Jakarta, Edi Sudrajat, menuturkan bahwa ikan berwarna dasar hijau kebiruan dan merah kejinggaan itu layak menjadi BOS “Ikan terbaik di antara yang terbaik. Saingannya masih ada kekurangannya,” kata Edi. Pria asal Jakarta itu mengatakan, persaingan cukup sengit, poin juara umum hampir merata. Pemilik sang juara, Wisnu Dwi Leksono, tak menyangka klangenannya mendapatkan gelar tertinggi pada kontes. Menurut pria asal Kudus, Jawa Tengah itu, ikannya memang memiliki genetik bagus.

Panitia dan pemilik ikan juara Betta Terraskota Show 2017.

Panitia dan pemilik ikan juara Betta Terraskota Show 2017.

“Dasarnya bagus ditambah perawatan bagus, hasilnya pun bagus,” kata Wisnu. Pehobi sejak 2014 itu mengatakan, perawatan ikan sejatinya terbilang standar. Pakan berupa cuk atau kutu air 3 kali sehari. Perawatan lain ikan jantan berumur 5—6 bulan itu adalah penggantian air rutin. Ia menghindari penggunaan air dari jaringan perusahaan air minum. Ia memberikana air sumur ditambah daun ketapang. Penggantian air ketapang itu rutin 3 hari sekali, tandanya kalau kotoran sudah menumpuk.

Baca juga:  Serit Kita Juara Dunia

Pria yang mengikutkan 14 ikan cupang dalam kontes kali itu merapikan sirip dengan memangkas agar tampilan ikan maksimal. “Standar kontes nasional memperbolehkan ikan hasil grooming (memangkas sirip, red),” kata Wisnu. Menurut ketua panitia kontes, Ferry Luhur, peserta terdiri atas 724 ikan. Peserta dari luar negeri seperti Hongkong, Taiwan, Singapura, dan Malaysia pun berdatangan. Acara itu hasil kerja sama Parahyangan Betta Community (PBC), pemerintah Kota Cimahi, dan Balai Karantina Ikan Kota Cimahi.

574_ 131Serit crown tail juga menjuarai kontes di Teraskota, Tangerang Selatan, Provinsi Banten, pada 15—18 Juni 2017. Cupang dengan sisik berwarna campuran biru, putih, hitam, dan salem itu memukau dewan juri. “Tubuhnya proposional dari ujung kepala sampai ekor, strukturnya sangat bagus. Perpaduan spasi dan tulang-tulangnya pun bagus,” kata juri asal Tangerang, Andry Kurniawan. Menurut Andry dibandingkan peserta lain, ikan di akuarium nomor 28 itu yang terbaik dalam kontes “My Betta My Pride” itu.

Kontes Bandung Betta Festival diselenggarakan di aula Technopark Cimahi, Kota Cimahi, Jawa Barat.

Kontes Bandung Betta Festival diselenggarakan di aula Technopark Cimahi, Kota Cimahi, Jawa Barat.

Air sumur
Menurut handler ikan jawara Cholis Albar, performa ikan sedang optimal sehingga tampil bagus. Pehobi sejak dekade 2000-an itu menambahkan, hal yang harus diperhatikan dalam merawat ikan jawara adalah pemilihan pakan. “Untuk cuk pilih yang kecil dan halus agar pencernaan dan tampilan ikan bagus,” kata Cholis. Adapun cuk yang besar mengakibatkan perut ikan membesar dan merusak pencernaan. Pria yang kerap mengekspor ikan itu rutin mengganti air 3 hari sekali.

Betta crown tail peraih Best of Show di Bandung milik Wisnu, pehobi asal Kudus.

Betta crown tail peraih Best of Show di Bandung milik Wisnu, pehobi asal Kudus.

Cholis Albar mendiamkan air sumur atau air tanah 24 jam untuk mengoptimalkan kadar oksigen terlarut. “Jika kualitas air sudah bagus dan cocok untuk ikan, tanpa daun ketapang pun tidak masalah,” kata Cholis. Menurut juri lain asal Bekasi, Arief Suryo Legowo, hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian adalah kesan pertama keseluruhan atau first impression, proporsi tubuh, kerapian sirip, serta kesesuaian warna dengan kategori.

Baca juga:  Terelok di Kontes Internasional

“Kontes kali ini tidak menerima ikan hasil grooming atau cutting,” katanya. Menurut panitia acara, Kevin Hilarius, setidaknya 486 ikan turut meramaikan acara. Peserta dari luar negeri, Filipina dan Singapura juga turut meramaikan acara. Total 4 juri lokal dari Jakarta, Bekasi, dan Tangerang menilai keseluruhan ikan. Menurut ketua panitia kontes, Daniel Indarta, kontes Betta Teraskota itu rutin setahun sekali. Kontes itu adalah ke-4 kalinya. “Gelaran serupa ke-5 akan diadakan pada Agustus tahun 2018,” katanya. (Muhamad Fajar Ramadhan)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d