Kampanyekan hidup sehat dengan produk olahan kelapa seperti santan dan minyak kelapa murni.

Zainal Gani, dokter sekaligus herbalis yang mendalami khasiat kelapa plus produk turunannya

Zainal Gani, dokter sekaligus herbalis yang mendalami khasiat kelapa plus produk turunannya

Zainal Gani sejatinya bisa duduk santai usai pensiun dari sebuah rumahsakit pemerintah di Malang, Provinsi Jawa Timur. Namun, dokter alumnus Universitas Brawijaya itu tetap bekerja. Ia mengolah rata-rata 3.600 kelapa sepekan menjadi minyak kelapa murni atau Virgin Coconut Oil (VCO). Pria 70 tahun itu mulai memproduksi VCO pada pertengahan 2004.

Semula ia menggunakan teknik fermentasi. “Tetapi rasanya tidak enak sehingga saya ganti dengan teknik pendinginan,” ujar Zainal. Menurut Zainal untuk menghasilkan 1 liter minyak murni memerlukan 12—14 kelapa. Ia memasarkan minyak sehat itu kepada pelanggan di berbagai kota seperti di Jakarta, Malang, bahkan hingga mancanegara. “Tahun lalu (red. 2015) ada permintaan dari Korea Selatan dan Jepang masing-masing sebanyak 1.000 liter,” ujar Zainal.

Faedah terbukti

Zainal Gani mengolah 3.600 kelapa setiap pekan untuk memperoleh minyak kelapa murni alias virgin coconut oil (VCO).

Zainal Gani mengolah 3.600 kelapa setiap pekan untuk memperoleh minyak kelapa murni alias virgin coconut oil (VCO).

Citarasa VCO produksi Zainal Gani terkenal enak dan tentu saja menyehatkan. “Produk VCO kami, bisa bersaing dengan produk VCO dari mancanegara seperti India dan Filipina,” ujarnya. Kualitas VCO yang tinggi itu tak lepas dari ketelatenan dan kepiawaian Zainal Gani mengolah kelapa menjadi produk kesehatan. Ia memproduksi minyak kelapa murni setelah berkunjung ke Tondano, Sulawesi Utara, pada 2004.

Kunjungan bersama Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) itu menjadi titik tolak perjalanan hidup Zainal Gani. Seorang petani kelapa di depan forum menyampaikan usahanya. “Saya sudah tidak menjual minyak kelapa, tetapi khasiatnya,” ujar Zainal Gani menirukan petani itu. Ia tak paham apa maksud menjual khasiat minyak kelapa. Setelah Zainal menemui dan bertanya langsung kepada petani itu, akhirnya ia tahu.

Sumber minyak kelapa berlimpah di tanah air.

Sumber minyak kelapa berlimpah di tanah air.

“Yang dimaksud khasiat minyak kelapa adalah mengolah minyak kelapa menjadi produk kesehatan berupa minyak kelapa murni atau yang lebih dikenal virgin coconut oil,” ujar dokter lulusan Universitas Brawijaya itu. Sepulang dari acara itu, semalam suntuk Zainal Gani mencari sekaligus membaca referensi mengenai minyak kelapa. Keesokan hari tanpa pikir panjang, ayah 3 anak itu langsung membuktikan khasiat minyak kelapa.

Baca juga:  Jus Daun Binahong Meredakan Hipertiroid

Sebelumnya ia mengecek kadar gula darah. “Saat itu, mula-mula kadar gula darah saya 265 mg/dl. Setelah seharian mengonsumsi makanan yang mengandung minyak kelapa seperti srundeng dan santan, keesokan harinya kadar gula darah saya menjadi 165 mg/dl alias turun 100 mg/dl,” ujar dokter yang menderita diabetes mellitus sejak 1980 itu. Bagi Zainal Gani penurunan kadar gula darah setinggi itu adalah pengalaman pertama.

Makanan kaya gula lebih berbahaya ketimbang santan.

Makanan kaya gula lebih berbahaya ketimbang santan.

Dari sanalah semangatnya untuk membantu pasien-pasien lain khususnya penderita diabetes tumbuh. Dunia obat tradisional memang sudah tidak asing bagi alumnus Fakultas Kedokteran, Universitas Brawijaya itu. Pada 1998 Menteri Kesehatan menganjurkan penggunaan tanaman obat keluarga. Zainal Gani yang saat itu sedang dinas di rumahsakit bersalin pemerintah daerah Kota Malang segera mengikuti anjuran itu.

“Pasien saya tawari mau menggunakan obat kimia atau herbal,” ujar pria kelahiran Banyuwangi, Jawa Timur, 10 November 1946 itu. Satu setengah tahun di rumahsakit bersalin, keahlian Zainal Gani meracik herbal semakin terasah. Ia pun mengajukan diri untuk pindah ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) untuk melatih kader Posyandu. Ia semakin mencintai dunia herbal.

Dokter santan

Temulawak salah satu herbal andalan Zainal Gani, untuk penderita amandel.

Temulawak salah satu herbal andalan Zainal Gani, untuk penderita amandel.

Pada 2003 Zainal Gani mulai memproduksi sendiri obat-obatan tradisional. Salah satu produknya yang sohor di masyarakat yaitu lamandel alias lawan amandel. Minuman herbal yang mengandung rimpang temulawak, pegagan, dan pecut kuda itu ampuh menyehatkan para penderita amandel. Ia juga menerima pesanan resep herbal untuk mengatasi beragam penyakit.

Sejak mengetahui khasiat dan memproduki VCO, Zainal Gani jatuh hati kepadanya. Kini ia mengampanyekan kelapa sebagai penganan sehat dan multimanfaat. Salah satunya melalui gerakan santan eksklusif, hingga Zainal Gani terkenal dengan julukan dokter santan. “Seorang penyiar radio menggelari saya dokter santan karena setiap penyakit yang dikeluhkan ke saya, saya menganjurkan untuk konsumsi santan,” ujarnya.

Sebagai dokter ia rutin menjadi narasumber di Radio Republik Indonesia (RRI) di Kota Malang setiap Rabu pukul 09.00—10.00 untuk mempopulerkan santan. Banyak pendengar radio yang terbantu kesehatannya setelah mengikuti anjuran Zainal Gani untuk mengonsumsi santan. Sumarni yang semula berkadar gula darah 400 mg/dl, akhirnya kembali normal setelah rutin mengonsumsi santan kelapa.

566_-136-2

Santan mengandung asam laurat yang membantu penyehatan penderita diabetes mellitus.

Pengalaman itu sekaligus membantah persepsi masyarakat bahwa santan tidak baik bagi kesehatan. “Selama ini santan kerap menjadi kambinghitam beragam penyakit lantaran kolesterolnya yang tinggi. Padahal kolesterol sendiri sejatinya bukan masalah dan khasiat santan melebihi dari persepsi negatif masyarakat termasuk para praktisi kesehatan,” ujar dr Zainal Gani.

Baca juga:  Tempe Lebih Sehat

Minum santan
Bagi lelaki kelahiran Banyuwangi, Jawa Timur itu, kolesterol adalah kawan bukan lawan. “Gula jauh lebih berbahaya dibandingkan dengan kolesterol. Gula juga sering dijuluki silent killer atau pembunuh secara diam-diam,” ujarnya. Menurut Zainal Gani santan kelapa justru menyehatkan termasuk bagi penderita penyakit diabetes. “Senyawa yang paling berperan yaitu asam laurat yang berfungsi membantu mengaktifkan sel-sel tubuh untuk cepat mengolah gula,” kata Zainal.

Proses pengolahan itu berjalan meski tanpa bantuan insulin. Proses itu yang sangat baik bagi penderita diabetes. Zainal Gani yang sudah menderita diabetes sejak 1980, merasakan sendiri khasiat santan. Selain sebagai campuran kudapan seperti kolak, ia juga kerap mengonsumsi santan segar. Plus konsumsi minyak kelapa yang meningkat menjadi 60—70% dari total bahan makanan.

“Saya sudah meninggalkan makanan pokok berupa karbohidrat. Sekarang makanan pokok saya kelapa, buah, sayuran, dan daging. Jika ditotal, kandungan lemak dan minyak di makanan saya mencapai 90%,” ujar lelaki kelahiran 10 November 1946 itu. Untuk memperoleh khasiat santan dari kelapa, masyarakat bisa mengonsumsinya segar atau dibuat bahan minuman, kudapan, maupun masakan.

Virgin Coconut Oil produksi Zainal Gani bercitarasa lezat.

Virgin Coconut Oil produksi Zainal Gani bercitarasa lezat.

Cara yang paling sederhana dengan memarut setengah butir kelapa lalu peras dan minum sehari sekali. Dapat pula dengen memblender kelapa tua kemudian minum beserta ampasnya, seperti yang Sumarmi lakukan. “Yang paling baik sebenarnya langsung digigit daging buah kelapanya. Tanpa diblender atau diparut, karena akan membantu memperbaiki proses pencernaan sebab pergerakan rahang mulut kita,” ujar dr Zainal Gani.

Selain mengonsumsi santan, cara yang lebih praktis yaitu mengonsumsi minyak kelapa murni atau VCO. Apakah mengenyangkan? Menurut Zainal Gani, hanya dengan meminum 2 sendok VCO di pagi hari, perut akan terasa kenyang hingga sore hari. “Hal itu karena VCO memiliki kalori tinggi dan tidak merangsang keluarnya insulin,” ujarnya. Selain itu, konsumsi VCO mengendalikan kadar gula darah.

Dua jam setelah konsumsi 5 sendok makan VCO, kadar gula darah 280 mg/dl turun menjadi 200 mg/dl. “Sudah sehat, enak,” ujarnya. Zainal Gani pun semakin gencar mengampanyekan produk kelapa itu dan ia tidak pernah patah arang meski banyak yang menentang pendapatnya tentang santan. Baginya, berkarya itu seumur hidup. “Kalau sudah mati, kita tidak bisa berkarya lagi,” kata Zainal Gani. (Bondan Setyawan)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d