Dongkrak Mutu Minyak Terbang 1

Mutu minyak asiri dapat diperbaiki untuk meningkatkan harga jual.

Kualitas minyak cengkih meningkat menggunakan asam sitrat.

Kualitas minyak cengkih meningkat menggunakan asam sitrat.

Eksportir minyak asiri di Kota Depok, Jawa Barat, PT Pemalang Agro Wangi (PAW), menguji minyak cengkih yang diterima dari para penyuling menggunakan mesin gas kromatografi. Alat itu untuk mengetahui kemurnian dan kadar eugenol yang menjadi salah satu indikator kualitas minyak. Direktur utama PT Pemalang Agro Wangi, Raeti, menerima minyak cengkih dari para penyuling berkadar eugenol 72—75% bila minyak hasil penyulingan daun.

Jika minyak hasil penyulingan tangkai, kadar eugenol minimal 80%. Namun, hingga kini masih ada saja penyuling yang menjual minyak cengkih yang hanya berkadar eugenol 60%. Akibatnya, para penyuling menerima harga beli yang lebih rendah. Harga minyak cengkih yang memenuhi standar saat ini mencapai Rp200.000 per kg. “Bila tidak memenuhi syarat harganya kurang dari itu,” ujar Raeti.

Di bawah standar

Menurut guru besar Jurusan Teknik Kimia Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, Prof. Dr. Widayat, S.T., M.T., permasalahan yang dihadapi industri penyulingan minyak cengkih adalah spesifikasi produk di bawah standar yang ditetapkan Standar Nasional Indonesia (SNI), seperti minyak berwarna cokelat kehitaman dan kadar eugenol yang rendah. Eugenol salah satu indikator utama.

Senyawa aktif itu paling banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku di beberapa industri. Widayat menuturkan eugenol merupakan komponen yang sangat berguna bagi industri makanan dan obat-obatan. Senyawa itu berperan sebagai penghambat perkembangbiakan bakteri dan cendawan. Industri makanan memanfaatkan eugenol dan turunannya untuk membantu pengawetan makanan sehingga dapat mengantikan pengawet sintetis.

“Produk itu lebih alami sehingga aman bagi manusia,” ujar Widayat. Rendahnya kualitas minyak itu akibat penyulingan daun menggunakan alat konvensional. Alat itu hanya berupa tungku plat besi sehingga akan mempengaruhi kualitas minyak terbang—sebutan lain minyak asiri—yang dihasilkan. Selain itu, kapasitas produksi yang terlalu besar menyebabkan penyuling sulit mengendalikan mutu.

Baca juga:  Cek Protein Hijauan

Contohnya dengan kondisi tekanan hampir 2—3 atmosferik menyebabkan suhu penyulingan semakin tinggi. Akibatnya, minyak menjadi bau sangit (seperti terbakar). Bahan baku yang digunakan biasanya berkadar air tidak seragam karena pengeringan berlangsung dengan cara dijemur selama 2—3 hari. Biasanya penentuan bahan baku layak diproses atau tidak berdasarkan intuisi belaka, tanpa analisis kadar air terlebih dahulu.

Padahal, kadar air dalam bahan baku mempengaruhi waktu penyulingan dan kualitas produk. Kadar air berlebihi menyebabkan kadar eugenol rendah. Menurut Widayat kadar eugenol pada minyak cengkih sebetulnya dapat ditingkatkan melalui berbagai cara seperti bleaching earth—bahan untuk mengurangi atau menghilangkan pengotor pada minyak nabati. Jenis-jenis bahan bleaching earth antara lain kaolin, karbon aktif, dan bentonit. Penggunaan bleaching earth meningkatkan kadar eugenol dari semula 79,66% menjadi 82,22%.

Asam sitrat

Penggunaan alat penyulingan berbahan besi dan standar mutu bahan baku yang tidak terkontrol menyebabkan rendahnya kualitas minyak cengkih.

Penggunaan alat penyulingan berbahan besi dan standar mutu bahan baku yang tidak terkontrol menyebabkan rendahnya kualitas minyak cengkih.

Widayat mengungkapkan asam sitrat juga mampu meningkatkan kualitas minyak cengkih. Riset Widayat bersama rekan dari Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, yaitu Hadiyanto dan Hantoro Satriadi, membuktikannya. Dalam penelitian itu mereka memperbaiki kualitas minyak cengkih produksi kluster minyak asiri di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, yang berkadar eugenol 75%.

Kadar itu tidak sesuai dengan SNI yang mensyaratkan berkadar eugenol minimal 78%. Dalam penelitian itu Widayat memperbaiki minyak cengkih dengan menuangkan minyak ke dalam tangki yang dilengkapi isolasi, pengaduk dan pemanas. Tangki itu mampu menampung 50—100 kg minyak. Alat pengaduk pada tangki itu terdiri dari atas 4 buah impellar dengan sistem sirip yang dipasang 5 cm dari bagian dasar tangki.

Untuk memutar pengaduk itu menggunakan motor berkapasitas 1,5 PK. Sistem pergerakan motor menggunakan pully sehingga tangkai pengaduk dengan motor tidak terhubung secara langsung. Sistem pemanasan dengan menggunakan kompor gas, yang dilengkapi dengan pengukur temperatur sehingga kondisi suhu dapat dijaga. Widayat lalu menambahkan asam sitrat berkonsentrasi 0,6% dan 10%.

Baca juga:  Kitosan Awetkan Duku

Ia lalu mengaktifkan alat pengaduk selama 30—60 menit pada temperatur 40—50oC. Hasil riset menunjukkan, penambahan asam sitrat berkonsentrasi 10% lebih cerah warnannya dibandingkan dengan penambahan asam sitrat berkonsentrasi 0,6%. Itu karena asam sitrat lebih banyak mengikat besi yang terikat dalam eugenol. Kadar eugenol minyak juga meningkat dari 75% menjadi 88,41%. Kadar itu melampaui standar SNI yang hanya 78%.

Peningkatan mutu minyak asiri juga dapat dilakukan pada minyak serai wangi dengan meningkatkan kadar geraniol. Senyawa itulah yang dibutuhkan industri parfum. Salah satu untuk meningkatkan kadar geraniol adalah dengan penyulingan ulang menggunakan distilasi vakum pada suhu 110ºC. Itu terbukti dalam penelitian yang dilakukan Widi Astuti dan Nur Nalindra Putra dari Program Studi Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang.

Kualitas minyak serai wangi juga dapat ditingkatkan menggunakan metode distilasi vakum.

Kualitas minyak serai wangi juga dapat ditingkatkan menggunakan metode distilasi vakum.

Hasil penelitian menunjukkan kadar geraniol yang meningkat dari semula hanya 5,36% menjadi 21,06% atau meningkat 293 %. Itu berarti metode disti­lasi vacum cukup efektif meningkatkan kadar geraniol pada minyak serai wangi. Proses itu juga sedikit meningkatkan kadar citronelal dari 11,65% menjadi 11,86%. (Imam Wiguna)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *