YIARI merehabilitasi dan melepasliarkan kukang jika memungkinkan.

YIARI merehabilitasi dan melepasliarkan kukang jika memungkinkan.

Abidzar Ghiffar Ihsas A tersadar kukang yang ia beli pada November 2016 termasuk hewan langka. Abidzar mendapatkan informasi berharga itu saat menelusuri jenis pakan tepat untuk kukang di dunia maya. Selain langka, satwa nokturnal itu pun termasuk hewan dilindungi berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian tanggal 14 Februari 1973 No.66/ Kpts/Um/2/1973. Abidzar membeli kukang dari tetangga seharga Rp130.000 karena kasihan.

“Kondisi kukang tidak terawat saat itu,” kata warga Sukabumi, Jawa Barat, itu. Peneliti kukang dari Pusat Penelitian Biologi, Bidang Zoologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Ir Wirdateti MSi, menuturkan memelihara satwa liar seperti kukang di luar habitat asli membuat hewan itu tidak nyaman. Dampaknya fauna soliter itu sulit berkembang biak karena stres.

Beberapa satwa liar seperti kukang pun berbahaya dipelihara karena beracun. Sejak mengetahui kukang termasuk hewan dilindungi, Abidzar bergegas mencari informasi tempat mengembalikan kukang yang tepat. Sayang, pencarian itu tak menemukan hasil. Beruntung ada kawan yang menyarankan Abidzar menghubungi Yayasan International Animal Rescue Indonesia (YIARI), Ciapus, Bogor, Jawa Barat.

Setelah yakin, ia dan 3 rekan menyerahkan satwa omnivora itu ke YIARI pada Februari 2017. Menurut Manajer Operasional YIARI, Aris Hidayat, lembaga tempat ia bernaung didirikan sebagai pusat rehabilitasi satwa seperti kukang, beruk, monyet ekor panjang, dan orangutan. Lembaga konservasi yang berdiri sejak 2008 itu menampung kukang sitaan pihak berwajib dan masyarakat pemelihara kukang.

Selanjutnya YIARI merawat dan merehabilitasi satwa nokturnal itu hingga siap dilepasliarkan. Pelapasliaran tergantung dari kondisi kukang. Lazimnya kukang hasil penyerahan masyarakat dalam kondisi buruk seperti gigi tidak utuh sehingga tidak bisa kembali ke alam. Jadi, setop membeli dan memelihara kukang. Segera serahkan kukang peliharaan ke YIARI demi kelestarian dan kebaikan primata malam itu. (Riefza Vebriansyah)

Baca juga:  Bonsai di Tanah Terkunci

Tags: dilarang, kukang, pelihara

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d