Giant betta fancy salah satu varian cupang populer di Thailand.

Giant betta fancy salah satu varian cupang populer di Thailand.

Komunitas pehobi cupang di Thailand, Thai Betta Club (TBC), bertekad menghasilkan ikan berkualitas.

Kontes cupang berskala internasional di Bangkok, Thailand, itu meriah. Sebanyak 900 Betta splendens beradu elok. Para pehobi cupang dari berbagai negara seperti Indonesia, Singapura, dan Malaysia mengirimkan cupang untuk berlaga di Friendship Cup 2016 itu. Menurut panitia acara, Sarawut Korsoongsak, kontes besutan Thai Betta Club (TBC) itu memegang rekor peserta terbanyak.

Bandingkan dengan kontes perdana pada 2006 yang hanya diikuti 100 ikan. Peserta meroket karena pehobi cupang makin banyak. Tren kontes dan kualitas ikan pun cenderung meningkat saban tahun. Kelas untuk kontes pun semakin banyak. Rencananya kontes pada 2018 akan menampilkan kelas terbaru. Bahkan untuk jenis crowntail terdiri atas 12—13 kelas. Dengan begitu penilaian makin merata dan lebih adil.

Edukasi
Semua kemajuan itu berkat TBC yang giat mengedukasi pehobi cara menangkarkan cupang sesuai standar komunitas cupang internasional, International Betta Congress (IBC). “Kami tidak berorientasi bisnis dan juga tidak mewadahi jual beli,” kata Sarawut Korsoongsak yang juga Ketua TBC. Menurut Hui—sapaan akrab Sarawut Korsoongsak—pehobi makin memahami genetika ikan sehingga bisa memproduksi cupang berkualitas.

Salah satu penggagas Thai Betta Club, Kol. Jesda Attavichitchanyarak (paling kanan).

Salah satu penggagas Thai Betta Club, Kol. Jesda Attavichitchanyarak (paling kanan).

Pendidikan lainnya yakni tentang pentingnya kutu air atau daphnia sebagai pakan cupang. Sayangnya, penangkar cupang di kota besar seperti Bangkok cukup sulit menemukan Crustasea berukuran kecil itu. Pehobi mesti pergi ke luar Bangkok jika ingin mendapatkan kutu air. Oleh karena itu, Hui menyarankan peternak memanen kutu air dengan tepat. Harapannya populasi kutu air di alam tetap terjaga sehingga cupang tidak kekurangan pakan dan budidaya terus berjalan.

Baca juga:  Cara Dobrak Pasar

Transhipper atau pedagang perantara cupang di Chatuchak, Bangkok, Thailand, Ronald Kusumah, mengatakan luas lahan budidaya betta di Thailand sangat besar. “Di Nakhon Phatom luas satu farm cupang sama dengan luas Kelurahan Slipi, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat,” kata Ronald. Jadi, kebutuhan pakan alam tinggi. Manajemen “pemanenan” pakan yang tidak baik berimbas pada penangkaran cupang.

Kabar baik datang dari salah satu pendiri TBC, Col. Jesda Attavichitchanyarak yang tengah meriset budidaya kutu air di pekarangan. Namun, penelitian masih berlangsung sehingga hasilnya belum diketahui. Jika riset itu berhasil, masalah pakan alam teratasi. Bagaimana tren betta di Thailand? Menurut Ronald selera pehobi pemula di Thailand dan Indonesia sama, yakni menyukai varian betta fancy dan koi lantaran berwarna indah (baca Trubus edisi Maret 2017, halaman 64—65).

Pemanenan daphnia perlu diatur agar penangkaran cupang berkelanjutan.

Pemanenan daphnia perlu diatur agar penangkaran cupang berkelanjutan.

Itu terbukti ketika Trubus mengunjungi pasar ikan hias di Chatuchak. Banyak kios menjajakan varian fancy dan koi, bahkan beberapa toko menyediakan varian giant fancy. Menurut Jesda alasan pehobi pemula menangkarkan fancy karena lebih mudah dibandingkan dengan ikan berwarna dasar solid. Meski begitu harga ikan berkelir dasar solid berkualitas prima lebih mahal ketimbang koi dan fancy.

Konvensi
Tren lainnya yang sama dengan di tanahair yaitu penggunaan daun ketapang Terminalia cattapa. Masyarakat Thailand percaya agar ikan menjadi juara mesti menggunakan daun ketapang keramat. Mitos itu masih bertahan hingga kini. TBC terbentuk pada 2006 yang diprakarsai lima pehobi cupang di Thailand, salah satunya Jesda. “Dahulu mesti minimal 5 orang anggota IBC di suatu daerah untuk membuat klub, kini cukup 3 orang anggota IBC pun bisa,” kata Jesda.

Peternak di Thailand juga menggunakan daun ketapang pada budidaya cupang.

Peternak di Thailand juga menggunakan daun ketapang pada budidaya cupang.

Sekitar 70 anggota komunitas aktif meramaikan kegiatan TBC. Kini TBC salah satu komunitas cupang yang disegani di Thailand, bahkan Asia Tenggara. Buktinya pada November 2017 TBC dipercaya menyelenggarakan konvensi cupang internasional. Kegiatan itu kali pertama yang diselenggarakan TBC. Jesda menjelaskan TBC bakal mengundang pehobi cupang di tujuh area di bawah naungan IBC.

Baca juga:  Moringa Versus si Manis

Berbagai acara seperti kontes cupang internasional, kunjungan ke lokasi budidaya (farm visit), dan seminar menyemarakkan konvensi itu.”Saya tidak menyangka TBC menggelar konvensi tingkat dunia,” kata Jesda, mantan penasihat militer untuk komandan angkatan bersenjata Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu. Hui berharap TBC makin solid mempromosikan cara menangkarkan betta yang baik dan benar sesuai aturan IBC. (Muhamad Fajar Ramadhan)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d