Daun Pepaya Hentikan Penyakit Vertigo

Daun Pepaya Hentikan Penyakit Vertigo 1

Daun pepaya wulung ampuh hentikan penyakit vertigo.

Semua benda di sekeliling Utami seperti berputar-putar. Utami sakit kepala hebat. Ia bersusah-payah bangkit dari kursi dan berpegangan erat ke dinding. Namun, akhirnya terjatuh ke lantai sambil memegangi kepalanya menahan rasa sakit. Keluarga segera membawanya ke rumah sakit di Ciputat, Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Dokter memutuskan Utami harus menjalani rawat inap.

Perasaan pusing seakan benda sekeliling berputar adalah gejala umum vertigo

Perasaan pusing seakan benda sekeliling berputar adalah gejala umum vertigo

Usai memeriksa intensif, dokter mendiagnosis Utami mengidap vertigo. Perempuan 39 tahun itu menjalani pengobatan selama 7 hari di rumahsakit. Usai menjalani perawatan, Utami amat tergantung pada obat pereda sakit kepala. Ke manapun pergi, obat-batan harus tersedia di dalam tas. Vertigo kambuh 2—3 kali setiap 2 bulan. Acap kali ia meningkatkan dosis untuk meredakan rasa sakit akibat adanya resistensi tubuh terhadap takaran obat.

Dua tipe penyakit vertigo

Menurut dokter dari Departemen Ilmu Penyakit Saraf Rumah sakit Cipto Mangunkusumo, dr Eva Dewati SpS, vertigo keadaan seseorang merasa dirinya atau benda di sekitarnya seolah berputar.

Kondisi itu karena virus, penurunan aliran darah ke otak, trauma kepala, iskemi sementara karena obat-obatan dan alkohol, migrain, dan beberapa kasus epilepsi.

Kata vertigo berasal dari bahasa Yunani vetere yang artinya berputar. Penyakit itu bisa berlangsung hanya beberapa saat atau bisa berlanjut hingga beberapa jam bahkan hari. Vertigo bisa juga terjadi saat melakukan perjalanan jauh, naik kendaraan di jalan yang berliku. Stres karena tekanan pikiran akibat pekerjaan atau gaya hidup juga pemicu vertigo.

Eva Dewati mengatakan gejala vertigo dibedakan menjadi vestibular dan nonvestibular. Vertigo vestibular akibat terganggunya sistem saraf keseimbangan yang dari bagian dalam telinga, batang otak, sampai otak besar. Gejalanya berupa rasa berputar, serangan yang terjadi episodik, muntah, atau tidak disertai gangguan pendengaran. Pada umumnya gerakan pencetus vertigo tipe itu gerakan kepala, tanpa ada situasi pencetusnya.

Baca juga:  Air Kelapa dan Kunyit Atasi Hepatitis B

Sementara pada vertigo nonvestibular biasanya disertai rasa melayang atau hilangnya keseimbangan. Serangan biasanya terjadi terus-menerus, tanpa mual muntah, tanpa gangguan pendengaran. Pencetus vertigo itu berupa gerakan objek visual. Utami pernah mengalami vertigo secara mendadak saat mengemudi mobil di jalan tol dalam kondisi lalulintas lancar. Eva memasukkan kondisi itu sebagai vertigo vestibular.

Pepaya wulung

Eva mengatakan, “Bahaya vertigo vestibular dapat menyerang kapan saja tanpa memerlukan kondisi pemicu khusus. Penderita harus menghentikan semua kegiatan untuk mencegah akibat sampingan dari kondisi tubuh yang tidak terkontrol.” Langkah selanjutnya yang harus dilakukan dokter menentukan jenis vertigo vestibular itu jenis yang central atau periferal.

Seduhan daun pepaya wulung ampuh atasi penyakit vertigo

Seduhan daun pepaya wulung ampuh atasi penyakit vertigo

Gejala awal tipe periferal mendadak mual dan muntah berat sering disertai gangguan pendengaran. Adapun tipe central umumnya datang secara perlahan seperti digoyang baru timbul rasa berputar. Perasaan mual dan muntah pada tipe ini bervariasi dari ringan hingga berat, tetapi jarang ditemukan gangguan pendengaran.

Utami kembali merasakan vertigo pada Agustus 2014. Setelah dilarikan ke instalasi gawat darurat, dokter menyarankan supaya kembali menjalani rawat inap.

Karena tidak ingin mengalami efek buruk mengonsumsi obat kimia, Utami memutuskan menjalani pengobatan rawat jalan. Sang kakak yang iba melihat penderitaan Utami menganjurkan konsumsi daun pepaya wulung Carica papaya.

Pepaya wulung berdaun dan bertangkai ungu. Untuk mengonsumsi daun pepaya wulung Utami mengambil sejumput atau sekitar 20 gram daun kering, menyeduh dalam 350 ml air panas, mendiamkan selama 10 menit. Ia segera menyaring dan memisahkan sisa daun yang lalu meminum air yang telah berwarna kecokelatan sebelum dingin.

Papain

Beberapa jam usai mengonsumsi seduhan daun pepaya wulung, Utami bangkit dari pembaringan. Ia merasa pusing hilang dan berjalan normal tanpa berpegangan ke dinding. Mulai saat itu Utami mengonsumsi seduhan daun pepaya wulung 2 kali sehari setelah sarapan dan makan malam. Sejak rutin mengonsumsi herbal itu, sakit kepala Utami tidak kambuh lagi.

Baca juga:  Lemon untuk Vertigo

“Saya selalu membawa herbal daun pepaya wulung dalam tas untuk mengantisipasi serangan vertigo yang datang mendadak,“ ujar Utami. Keampuhan daun pepaya wulung mengatasi vertigo sejalan dengan hasil riset Agnesi Lasarus dari bagian Farmakologi dan Terapi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara.

Hasil penelitian Lasarus menunjukkan daun pepaya mengandung analgesik atau zat untuk mengurangi rasa sakit.

Penelitian itu melibatkan 9 mencit—terdiri atas 3 grup—dengan metode rangsang panas. Lasarus memanfaatkan ekstrak daun pepaya, obat analgesik tramadol, dan akuades ke masing-masing kelompok. Pengamatan selama 1 menit menunjukkan respon menjilat dan atau melompat turun.

Penurunan respons mencit menjilat kaki dan atau melompat terhadap rangsang panas yang diberikan setelah pemberian ekstrak daun pepaya.

Menurut herbalis di Bogor, Jawa Barat Valentina Indrajati pepaya wulung membantu proses metabolisme tubuh, termasuk sistem saraf pusat. Sejak 2007 ia meresepkan daun pepaya wulung untuk vertigo dengan menggabungkan herbal lain yaitu pegagan, daun dewa, dan bunga rosela. Valentina mengatakan daun pepaya wulung dan pegagan berperan menjaga fungsi pusat kesimbangan di otak.

Sementara itu daun dewa dan bunga rosela untuk melancarkan sistem peredaran darah di otak. Cara meraciknya dengan mencampur serbuk herbal di atas dan rebus dalam 400 ml air. Minum air rebusannya 3 kali sehari. “Perbaikan kondisi kesehatan akan terlihat setelah 15 hari. Pola makan yang sehat dan manajemen stres yang baik membantu pemulihan dan mencegah kambuhnya vertigo,” ujar Valentina.

Pepaya wulung sampai saat ini belum termasuk tanaman yang sengaja dibudidayakan masyarakat karena buahnya dianggap kurang bernilai ekonomis. Tanaman ini biasa tumbuh di tegalan dan pinggiran hutan dan sering terabaikan.

Pengetahuan pengobatan tradisional yang terus berkembang membuat pamor tanaman pepaya berbatang ungu itu mulai dikenal sebagai tanaman herbal yang patut dibudidayakan secara intensif.

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Tags:
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x