Daun Pepaya Grendel Lawan Kanker Payudara

Daun pepaya grendel terbukti menghambat dan mematikan sel kanker payudara.

Sudah lebih dari 20 tahun Sutiyem menggeluti pekerjaan sebagai penjaja jamu. Setiap pagi perempuan 54 tahun itu berkeliling kampung dengan menggendong bakul berisi botol-botol jamu berbagai jenis seperti kunyit asam, beras kencur, brotowali, dan daun pepaya.

Menurut wanita asal Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah itu, jamu daun pepaya termasuk favorit. Walaupun pahit daun pepaya berkhasiat menambah nafsu makan, memperbaiki proses pencernaan, dan mencegah masuk angin.

Selain untuk jamu, daun Carica papaya itu juga nikmat sebagai lalapan. Daun tanaman anggota famili Caricaceae itu memiliki rasa pahit yang khas dan secara tradisional dikenal berkhasiat antimalaria, antibakteri, dan antiinflamasi. Penelitian Ni Nyoman Mahatriny dan rekan dari Jurusan Farmasi Universitas Udayana, Bali, membuktikan bahwa daun pepaya memiliki senyawa golongan alkaloid, flavonoid, glikosida, dan tanin.

Daun Pepaya sebagai antioksidan kuat

Senyawa aktif dalam daun pepaya itu berkhasiat mengencerkan darah, menurunkan kadar gula, dan melarutkan lemak dalam darah. Faedah lain, daun pepaya juga mampu menghambat dan mematikan sel kanker payudara lantaran flavonoid bersifat antioksidan kuat.

Menurut dokter spesialis penyakit dalam di Rumah Sakit Umum Pusat dr Sardjito, Yogyakarta, Prof Nyoman Kertia SpPD, pemicu kanker payudara antara lain faktor keturunan, kebersihan payudara, tidak pernah menyusui, dan pertambahan usia.

Pepaya grendel dapat dikenali dengan tangkai bunga yang panjang dan tidak menghasilkan buah.

Pepaya grendel dapat dikenali dengan tangkai bunga yang panjang dan tidak menghasilkan buah.

Pemicu lain sel kanker adalah radikal bebas atau bahan karsinogenik. Sebenarnya tubuh memproduksi antioksidan untuk menangkal radikal bebas. Namun, bila radikal bebas terlalu banyak sedangkan antioksidan yang diproduksi tubuh tidak mencukupi untuk melawan radikal bebas, maka akan menyebabkan stres oksidatif atau ketidakseimbangan antara radikal bebas dan antioksidan.

Ketidakseimbangan itu memicu kerusakan deoxyribose nucleic acid (DNA) yang mengakibatkan terjadinya kanker. Untuk menambah jumlah antioksidan dalam tubuh, diperlukan asupan makanan yang mengandung antioksidan seperti buah atau sayuran.

Sebagai salah satu sayuran, daun pepaya mengandung senyawa flavonoida yang berfungsi sebagai antioksidan. Anggota staf pengajar di Jurusan Gizi Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Fatma Zahrotun Nisa’ meneliti 5 jenis daun pepaya untuk mencari satu jenis daun pepaya yang memiliki aktivitas antioksidan tinggi untuk diuji kemampuannya dalam menghambat pertumbuhan dan memacu kematian sel kanker payudara.

Kelimanya adalah daun pepaya grendel, bangkok, kalina, ungu, dan emas. Fatma memperoleh daun pepaya itu dari petani di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dari kelima jenis pepaya itu ternyata pepaya grendel mempunyai antioksidan tertinggi. Pepaya grendel lebih dikenal sebagai pepaya lanang atau jantan karena tidak berbuah dan hanya menghasilkan bunga.

Kanker bunuh diri

Fatma melanjutkan penelitian itu dengan pengujian khasiat secara spesifik dan pengaruh terhadap sel kanker payudara MCF-7 secara in vitro. Dalam penelitian itu, Fatma membandingkan kemampuan penghambatan ekstrak daun pepaya dengan doksorubisin dan senyawa murni quersetin.

Periset dari Universitas Gadjah Mada, Fatma Zahrotun Nisa’, meneliti daun pepaya untuk kanker payudara.

Periset dari Universitas Gadjah Mada, Fatma Zahrotun Nisa’, meneliti daun pepaya untuk kanker payudara.

Tags:
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x