Daun pelawan secara empiris membantu menurunkan kadar gula darah.

Seduhan daun pelawan, musuh baru diabetes mellitus.

Seduhan daun pelawan, musuh baru diabetes mellitus.

Nanci Mohammad Nur mengawali tahun 2015 dengan terbaring lemas di sofa ruang tengah rumahnya. Kondisi kesehatan Nanci menurun akibat penyakit diabetes mellitus yang menderanya sejak 2000-an. Kadar gula warga Desa Pedindang, Kecamatan Simpangkatis, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung, itu mencapai 600 mg/dl, sedangkan kadar normal 200 mg/dl.

Pada April 2016, kondisi pria 64 tahun itu semakin memburuk. Penggemar susu kental manis yang menghabiskan hingga setengah kaleng per hari itu merasakan panas, haus, lutut lemas, sehingga berjalan pun mendapat bantuan sang istri. Kondisi itu membuat Nanci menghentikan aktivitasnya berkebun lada. “Padahal sebelumnya untuk memasang tajar hidup tanaman lada seluas satu hektare bisa saya lakukan sendiri,” katanya.

Dua tipe
Menurut dokter spesialis penyakit dalam di Rumahsakit dr Soetomo, Dr dr Arijanto Jonosewojo SpPD, diabetes mellitus atau kencing manis merupakan penyakit metabolik akibat kelainan sekresi atau kerja insulin. Diabetes mellitus ditandai dengan adanya hiperglikemi—kadar gula dalam darah dari normal menjadi tinggi. Seseorang dikatakan menderita diabetes jika nilai HbA1c lebih dari 6,5% hb.

Nanci Muhammad Nur, mengonsumsi pelawan untuk menjaga kesehatan.

Nanci Muhammad Nur, mengonsumsi pelawan untuk menjaga kesehatan.

Arijanto menuturkan HbA1c adalah kadar gula darah yang terikat pada hemoglobin selama 3 bulan terakhir. “Jika hiperglikemia kurang dari 3 bulan, seseorang tidak bisa didiagnosis menderita diabetes,” kata dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga itu. Secara konvensional seorang pasien dinyatakan menderita diabetes jika kadar gula darah puasa lebih dari 126 mg/dl dan kadar gula darah 2 jam setelah makan lebih dari 200 mg/dl selama 3 bulan.

Baca juga:  Kebaikan Okra

Menurut Arijanto diabetes melitus terbagi menjadi 2 tipe. “Diabetes tipe I butuh penambahan insulin karena tubuh sulit memproduksi insulin,” katanya. Sementara untuk diabetes tipe II bisa disembuhkan dengan obat-obatan karena tubuh bisa memproduksi insulin, tapi tidak bisa menggunakannya dengan baik. “Penyebab diabetes biasanya dipengaruhi oleh genetik dan akibat konsumsi karbohidrat secara berlebihan,” tuturnya.

Arijanto mengatakan, jika diabetes tidak segera ditangani dapat menyebabkan komplikasi, salah satunya stroke. Darah penderita diabetes kerap terjadi trumbus, yaitu pembekuan darah yang menempel di dinding pembuluh darah. “Jika trumbus terjadi pada pembuluh darah otak bisa menimbulkan stroke,” katanya. Untuk mengobatinya, dokter biasanya memberikan obat-obatan yang bersifat antitrombotik.

Daun pelawan

Ahmad Jumat Suhada pelestari pelawan asal Bangka.

Ahmad Jumat Suhada pelestari pelawan asal Bangka.

Pada April 2016 salah seorang rekan menyarankan Nanci untuk mengonsumsi daun pelawan Tristaniopsis marguensis. Rekannya kerap mengonsumsi seduhan daun pelawan untuk membantu menyembuhkan stroke dan terbukti ampuh. Bagi Nanci tanaman anggota famili Myrtaceae itu bukan tumbuhan asing. Pelawan banyak tumbuh di Bangka. Karena berharap sembuh, Nanci pun mengikuti jejak rekannya mengonsumsi daun pelawan.

Apa lagi kini juga tersedia kantong berisi serbuk daun pelawan—mirip teh celup—sehingga lebih praktis. Ia menyeduh satu kantong daun pelawan dengan segelas air panas. Setelah dingin, pria kelahiran 7 Juni 1952 itu meminumnya. Dalam sehari Nanci mengonsumsi 2 gelas air seduhan teh daun pelawan pada pagi dan sore hari sebelum makan. Setelah mengonsumsi pada sore hari, tubuh Nanci berkeringat dan lebih rileks sehingga kerap mengantuk.

“Ketika bangun pagi keesokan harinya tubuh saya menjadi segar,” kata pria 64 tahun itu. Panas di sekujur tubuh tak lagi terasa dan ia bisa berjalan tanpa dibantu. Setelah 1 hari rutin mengonsumsi seduhan daun pelawan, Nanci lalu kembali mengecek kadar gula darahnya. Ia heran karena kadar gula darah turun pada kisaran 300 mg/dl atau 50% dari kadar gula darah rata-rata sebelum mengonsumsi daun pelawan.

Baca juga:  Mekar Bunga Tumpuk Empat

Karena merasa kondisi tubuhnya membaik, Nanci semakin gandrung mengonsumsi susu kental manis yang menjadi minuman favoritnya. Pantas bila kadar gula darah Nanci kembali tinggi hingga di kisaran 400 mg/dl setiap kali usai mengonsumsi susu kental manis. Mengetahui keampuhan daun pelawan untuk mengontrol gula darah, Nanci berupaya terus mengonsumsi daun kerabat jambu biji itu.

Pada Agustus 2016 kadar gula darahnya memang masih tinggi, yakni 300–400 mg/dl. Namun, ia sudah bisa kembali ke ladang lada untuk merawat tanaman Piper nigrum. Kini ia hanya mengonsumsi daun pelawan sewaktu-waktu ketika kadar gula darah terlalu tinggi. Meski demikian kondisi tubuh Nanci kini jauh lebih bugar dibandingkan dengan sebelum mengonsumsi daun tanaman kerabat jambu air itu.

Pelawan Tristaniopsis marguensis adaptif di berbagai lokasi.

Pelawan Tristaniopsis marguensis adaptif di berbagai lokasi.

Menurut pelestari pohon pelawan dan herbalis di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ahmad Jumat Suhada, daun pelawan mengandung senyawa berkhasiat obat yang alamiah. Faedah daun pelawan tidak kalah dengan madu yang dihasilkan dari pohon pelawan. “Semuanya saling berkaitan. Sebelum menjadi madu tentu asalnya dari bunga, dan terbentuknya bunga berasal dari daun lewat reaksi fotosintesis,” katanya.

Suhada menuturkan pada daun pelawan juga terdapat bahan baku gula dekstrosa seperti yang terdapat pada madu pelawan. Menurut dr Erna Fitriani Alfanti, dokter asal Semarang, Jawa Tengah, dekstrosa adalah jenis monosakarida yang merupakan kelompok glukosa dan levulosa yang paling murni. Dekstrosa merupakan sumber energi yang ditemukan pada tubuh setelah metabolisme karbohidrat dan berguna untuk menjaga kestabilan tubuh dan otak.

Baca juga:  Sehari Tiga Juara

Desktrosa kerap dipergunakan sebagai bahan cairan infus untuk pasien pascaoperasi untuk memenuhi asupan nutrisi yang kekurangan gula. Adapun levulosa adalah nama lain dari fruktosa. Gula jenis ini kerap ditemui pada pada tumbuhan. Kelebihan dari gula jenis ini adalah bisa langsung diserap pada aliran darah. Ayah satu orang anak itu menambahkan daun pelawan juga mengandung senyawa alkaloid.

“Senyawa yang terdapat pada teh daun pelawan akan mengubah kadar gula dalam darah yang berlebih menjadi energi sehingga kadar gula darah menjadi terkendali,” kata Suhada. Menurut Joanna Folwazcna dari Medical University of Silesia, Kota Katowice, Polandia salah satu jenis alkaloid yang berpotensi sebagai antidiabetes adalah jenis trigonelina. Alkaloid jenis itu ditemukan juga dalam jumlah banyak pada kopi. (Muhamad Fajar Ramadhan)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d