Daun nangka berkhasiat menurunkan kadar gula darah.

Daun nangka berkhasiat menurunkan kadar gula darah.

Daun nangka meredakan sakit gula.

Seorang kerabat dengan luka lebar di betis yang tidak kunjung sembuh datang menemui Maria Anjarwati, kini herbalis di Kelapagading, Jakarta Utara. Lambatnya pemulihan luka itu karena sang famili mengidap gula darah tinggi atau diabetes mellitus. Tingginya kadar gula darah menghambat aliran nutrisi untuk memperbaiki jaringan yang rusak. Luka pun melebar menjadi gangren atau jaringan membusuk.

Kakek Anjarwati beranjak ke halaman lalu memetik 7 lembar daun nangka sekaligus buah nangka muda yang masih kecil. Ia menumbuk kasar lalu merebus kedua bahan itu dalam 2 l air hingga air berkurang separuh. Dalam kondisi hangat, sang kerabat meminum air rebusan itu. Rutin mengonsumsi segelas air rebusan itu 3 kali sehari, luka mengering dan mulai menutup.

Terbukti ilmiah
Menurut kepala Poli Obat Tradisional Rumah Sakit dr Sutomo Surabaya, Dr. dr. Arijanto Jonosewojo, Sp.PD., FINASIM, diabetes mellitus muncul akibat kerusakan di dapur pembuatan insulin pada pankreas. Menurut Arijanto ada 2 tipe diabetes. Diabetes tipe 1 merupakan penyakit genetik atau bawaan, sedangkan diabetes tipe 2 terjadi akibat gangguan fungsi pankreas.

Dr. dr. Arijanto Jonosewojo, Sp.PD., FINASIM, dokter penganjur herbal dari Universitas Airlangga.

Dr. dr. Arijanto Jonosewojo, Sp.PD., FINASIM, dokter penganjur herbal dari Universitas Airlangga.

Kebanyakan diabetes yang ada di masyarakat adalah tipe 2, ditandai berkurangnya produksi insulin dalam tubuh sehingga tidak mencukupi untuk menguraikan glukosa dalam darah. Pankreas harus membuat insulin untuk menormalkan kadar gula darah di kisaran 110—140 mg/dl. Kandungan gula dalam tubuh juga tidak boleh terlalu rendah, karena darah juga harus memiliki gula sebagai sumber energi jaringan yang dilalui.

Baca juga:  Kucai vs Gulma 4-0

“Gula darah kurang dari 90 mg/dl membuat orang terasa lemas dan mudah pusing, hal yang lazim dialami orang berpuasa,” kata dr Arijanto. Anjarwati menuturkan, “Daun nangka sejak lama menjadi obat sakit gula darah.” Puluhan tahun kemudian, Miss Khoriyoh Baha membuktikan pengalaman Anjarwati itu. Periset dari Fakultas Farmasi Universitas Muhamadiyah Surakarta, Jawa Tengah, itu membuat ekstrak etanol daun nangka.

Baha lalu mengujikannya kepada tikus. Ia membagi 25 tikus wistar berbobot 150—250 g berumur 8—12 minggu dengan yang dibagi menjadi 5 kelompok. Ia menginjeksi semua tikus dengan 120 mg per kg bobot tubuh aloksan—untuk meningkatkan kadar gula darah. Hari pertama, Baha mengukur kadar gula darah tikus lalu menyuntikkan aloksan. Tikus uji menderita hiperglikemia, yaitu kadar gula darah melebihi 200 mg/dl.

Buah nangka muda atau babal, campuran untuk mengatasi diabetes mellitus.

Buah nangka muda atau babal, campuran untuk mengatasi diabetes mellitus.

Pada hari ke-4, Baha kembali memeriksa gula darah tikus. Setiap kelompok mendapatkan perlakuan berbeda. Kelompok kontrol negatif memperoleh CMCNa 0,5%, sedangkan kelompok kontrol positif mengonsumsi glibenklamid 0,5 mg per kg bobot tubuh. Glibenklamid obat penurun kadar gula darah. Adapun 3 kelompok perlakuan memperoleh berturut-turut 0,125 g, 0,250 g, dan 0,500 g ekstrak etanol daun nangka.

Semua dosis itu per kilogram bobot tubuh. Pada hari ke-7, Baha memeriksa lagi kadar gula darah tikus. Hasilnya asupan 0,500 g per kg bobot tubuh ekstrak etanol daun nangka paling efektif menurunkan kadar gula darah. Kadar gula darah tikus berkurang 188,2 mg/dl dalam 7 hari. Itu lebih efektif daripada glibenklamid, yang hanya menurunkan gula darah 137,8 mg/dl (lihat tabel Daun Nangka Penjinak Gula).

Baca juga:  Demi Dongkrak Mutu

Rasa berubah

Sejak kecil Maria Anjarwati mengenal daun nangka untuk mengatasi diabetes mellitus.

Sejak kecil Maria Anjarwati mengenal daun nangka untuk mengatasi diabetes mellitus.

Pemindaian fitokimia menunjukkan bahwa kandungan alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin dalam daun nangka. Ekstraksi dengan pelarut n-butanol menghasilkan flavonoid berjuluk isokuersitrin berkhasiat antidiabetes. Dalam penyembuhan diabetes, sifat antioksidan flavonoid meregenerasi kerusakan sel beta pankreas dan mengatasi kekurangan produksi insulin. Beberapa jenis flavonoid mampu memperbaiki sensitivitas reseptor insulin.

Anjarwati menuturkan, dahulu untuk menanggulangi diabetes, masyarakat mengkonsumsi daun nangka dan buah muda atau babal. Mereka merebus babal sebesar 2 ibu jari orang dewasa dengan kuali nonlogam. Daun bergetah seperti sukun atau sawo pun bisa menurunkan kadar gula darah. Cara mengolahnya cukup dengan perebusan. Perebusan bahan baku sebanyak 2 kali selama khasiatnya masih ada.

Indikasi khasiat daun anggota famili Moraceae itu menurun ketika rasa hasil rebusan berubah. Jika demikian segera banti bahan rebusan dengan daun dan babal baru. Tujuannya agar konsumsi herbal itu membuahkan hasil, kadar gula darah kembali normal. (Muhammad Awaluddin)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d