Daun Cermai Atasi Tifus 1

Khasiat daun cermai untuk mengatasi tifus, terbukti secara ilmiah.

Masyarakat Bolaang Mongondow Selatan, Provinsi Sulawesi Utara secara tradisional memanfaatkan air rebusan daun cermai untuk atasi demam tifoid.

Masyarakat Bolaang Mongondow Selatan, Provinsi Sulawesi Utara secara tradisional memanfaatkan air rebusan daun cermai untuk atasi demam tifoid.

Meski masam, buah cermai menjadi sahabat masyarakat Bolaang Mongondow Selatan, Provinsi Sulawesi Utara. Mereka mengolah buah cermai menjadi manisan buah yang nikmat. Selain itu mereka juga memanfaatkan daun Phyllanthus acidus untuk mengatasi demam tifoid. Menurut Nilda Monoarfa, alumnus Jurusan Pendidikan Kimia, Universitas Negeri Gorontalo, masyarakat kerap mengonsumsi air rebusan daun cermai.

Kebiasaan itu menarik Nilda untuk membuktikan secara ilmiah khasiat daun tanaman anggota famili Phyllantaceae itu. Ia menguji keampuhan daun cermai untuk mengatasi penyakit akibat bakteri Salmonella typhi. Harap mafhum, penyakit itu momok bagi masyarakat setempat. Penularan bakteri merugikan Salmonella typhi itu melalui makanan atau minuman yang tidak higienis.

Pecah usus

Dr Arijanto Jonosewojo SpPD, ahli penyakit dalam dari Rumahsakit dr Soetomo, Surabaya.

Dr Arijanto Jonosewojo SpPD, ahli penyakit dalam dari Rumahsakit dr Soetomo, Surabaya.

Dokter spesialis penyakit dalam di Rumahsakit dr Sutomo, Surabaya, Jawa Timur, dr Arijanto Jonosewojo SpPD, menuturkan, “Makanan atau minuman menjadi inang bakteri jahat untuk menyerang dengan menularkan melalui mulut.” Pada umumnya, penyakit tifus ditandai dengan demam tinggi yang mencapai suhu badan 38,5°C. “Pada kondisi itu penderita harus segera diobati sebelum dua minggu,” tutur Arijanto.

Menurut dr Arijanto jika tak terobati lebih dari dua pekan, penyakit tifus menyebabkan pecah usus. Dokter spesialis penyakit dalam alumnus Universitas Airlangga itu mengatakan, orang positif tifus wajib istirahat total. “Penderita tifus sembuh bila suhu tubuhnya normal selama lima hari berturut-turut,” ujar dr Arijanto.

Dalam risetnya Nilda Monoarfa menggunakan daun cermai tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda. Prof Dr Sukrasno Apt dari Sekolah Farmasi, Institut Teknologi Bandung menuturkan, penggunaan herbal pada umumnya maksimal pada daun muda hingga tua. “Tanaman memproduksi metabolisme pada awal dan akhir, pada kebanyakan herbal daun yang paling bagus di awal dan maksimal di tengah. Kalau sudah terlalu tua banyak berkurang,” ujarnya.

Baca juga:  Mutamba Jaga Jantung

Nilda membersihkan daun dan mengeringanginkan selama dua pekan. Setelah itu ia memotong kecil-kecil daun itu dan menghancurkan hingga menjadi serbuk. Dari 700 gram daun cermai segar, Nilda memperoleh 276 gram serbuk. Ia lalu mengekstraksi daun dengan pelarut metanol selama 3 hari. Ekstrak itu ia bagi menjadi dua perlakuan yaitu konsentrasi 25% dan 50%. Dua konsentrasi itu kemudian ia tandingkan dengan kontrol.

Konsumsi makanan yang higienis mampu mencegah serangan tifus.

Konsumsi makanan yang higienis mampu mencegah serangan tifus.

Hasilnya ekstrak daun cermai pada fraksi etil asetat konsentrasi 25% memiliki daya hambat dengan diameter rata-rata 15,375 mm,. Bandingkan dengan konsentrasi 50% diameter hambat mencapai 18,875 mm. Pada fraksi air, ekstrak daun cermai konsentrasi 25% day a hambat 17,25 mm, sementara pada konsentrasi 50% mencapai 22,125 mm. Bandingkan dengan day a hambat kontrol yang hanya berdiameter 6 mm.

Sangat kuat
Menurut metode Davis stout, kekuatan antibakteri berdasarkan diameter zona hambat terbagi menjadi 4 kelompok. Kelompok berdaya hambat sangat kuat bila zona hambat berdiameter 20 mm atau lebih, kuat (10—20 mm), sedang (5—10 mm), dan lemah (5 mm atau kurang). Berdasarkan hasil riset Nilda Monoarfa, maka ekstrak daun cermai konsentrasi 25% memiliki daya hambat kuat, sementara konsentrasi 50% pada fraksi air tergolong sangat kuat dalam menghambat pertumbuhan bakteri gram negatif itu.

Hasil uji fitokimia menunjukkan, ekstrak daun cermai positif mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, steroid, fenol hidrokuinon, dan tanin. Menurut Nilda masing-masing senyawa berperan menghambat pertumbuhan bakteri.
Senyawa flavonoid, misalnya, menyebabkan aktivitas metabolisme sel bakteri berhenti. Alkaloid menganggu penyusunan komponen sel bakteri. Namun, secara umum duduk perkara ekstrak daun cermai menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi berawal dari penghambatan sintesis protein yang menyebabkan dinding sel mikrob itu rusak.

Herbalis di Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Lukas Tersono Adi, meresepkan daun cermai untuk penderita tifus.

Herbalis di Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Lukas Tersono Adi, meresepkan daun cermai untuk penderita tifus.

Herbalis di Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Lukas Tersono Adi, menggunakan daun cermai sebagai peningkat daya tahan tubuh lantaran kandungan vitamin C yang tinggi.

Baca juga:  Hibiskus Musuh Tifus

Kombinasi meniran
Untuk mengatasi tifus, ia mengombinasikan daun cermai dengan daun meniran Phyllanthus urinaria dan daun sambiloto Andrographis paniculata. “Daun meniran dan sambiloto bersifat antibiotik sehingga bisa membunuh bakteri Salmonella typhi itu,” ujar herbalis alumnus Universitas Diponegoro itu. Ia meresepkan 20—30 g daun cermai, 5 g daun meniran, dan 10 g daun sambiloto.

Untuk memperoleh khasiat, rebus daun cermai dan daun meniran dengan lima gelas air hingga mendidih. Pisahkan perebusan daun sambiloto karena rasanya pahit. Dua minuman itu kemudian dibagi menjadi tiga bagian sama banyak. Konsumsi sehari tiga kali pada pagi, siang, dan malam hari.

562_-106Menurut Lukas ramuan itu bisa diberikan jika tifus belum parah. “Kalau penyakit tifus itu melukai usus penderita hingga terbuka maka perlu penanganan medis sesegera mungkin,” ujar herbalis kelahiran Salatiga, Jawa Tengah, itu. Pada penderita tifus ringan, 2 pekan pascakonsumsi ramuan itu mulai memasuki fase penyehatan. “Saat pemulihan, dosis sambiloto bisa dikurangi menjadi 5 gram,” ujar Lukas. Resep masyarakat Bolaang Mongondow Selatan untuk mengatasi tifus itu pun terbukti secara ilmiah. (Bondan Setyawan)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments