Daun Cabai Keriting 1

VEL GABUNG.pdfSaya membudidayakan cabai rawit. Namun, tanaman cabai rawit saya terjangkit penyakit daun keriting sampai akhirnya mati.

  1. Apakah penyebab penyakit daun keriting?
  2. Bagaimana pencegahannya?
  3. Bagaimana penanggulangannya?

Ubey Bely,
Malang, Jawa Timur

Sudadi Ahmad

  1. Ada beberapa penyebab serangan hama Thrips sp. di antaranya kutu kebul, kutu persik Myzus sp atau tungau. Hampir tidak ada perbedaan gejala antara serangan Thrips sp, kutu kebul, atau kutu persik. Bentuk daun keriting ke arah atas dengan bintik cokelat bekas tusukan dan hisapan hama. Ketiga hama itu dapat menularkan penyakit virus yang akan lebih memperparah kondisi tanaman. Serangan tungau dicirikan dengan daun keriting yang menggulung ke dalam atau ke bawah.
  2. VEL GABUNG.pdfHindari penanaman di dekat tanaman cabai yang sudah tua. Pagar tanaman jagung akan dapat mengurangi migrasi hama dari tanaman tua ke tanaman muda. Persiapankan lahan dengan baik: gembur, tinggi guludan minimal 40 cm, dan pH tanah yang netral (pH 6—7). Guludan yang tinggi dan gembur serta pH yang netral akan mengoptimalkan penyerapan hara dan memperkuat daya tahan tanaman terhadap serangan hama. Gunakan pupuk dengan komposisi nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) yang berimbang. Pupuk N yang terlalu tinggi akan membuat tanaman sangat disukai hama karena sukulen.
  3. Kenali hama yang menyerang sedini mungkin, apakah Thrips sp, kutu kebul, atau bisa juga karena serangan tungau. Dengan mengenali hama yang menyerang, pemilihan insektisida yang digunakan bisa lebih tepat. Kutu kebul, Thrips, dan kutu persik dapat dikendalikan dengan insektisida berbahan aktif bamectin, dimehipo, atau imidakloprid. Tungau dapat dikendalikan dengan insektisida berbahan aktif amitraz, dikofol, atau propargit. Dimehipo dan abamectin juga ada efek akarisidanya. Serangan ketiga hama di atas biasanya tidak menyebakan kematian tanaman meski sudah ada infeksi virus. Kematian pada tanaman bisa terjadi dari infeksi sekunder oleh cendawan yang masuk melalui bekas luka tusukan dan hisapan hama. Untuk menanggulanginya, semprotan insektisida di atas dapat dikombinasikan dengan penggunaan fungisida berbahan aktif mancozeb, propineb atau bahan aktif lainnya yang disesuaikan dengan jenis jamur yang menyerang.***
Baca juga:  Melontar Gula Cair ke Pasar

Tags: hama cabai, penyakit cabai

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *