Cuka Kayu Rangsang Buah 1
Tanaman mangga dengan penyiraman cuka kayu menjadi lebih cepat berbuah dan mencegah rontok pada buah muda.

Tanaman mangga dengan penyiraman cuka kayu menjadi lebih cepat berbuah dan mencegah rontok pada buah muda.

Cuka kayu mengandung hara mikro dan makro merangsang tanaman berbuah.

Pohon mangga yang tumbuh di halaman rumah Engkan Sumekar kerap membuat “iri hati” para tetangganya. Betapa tidak, ketika pohon-pohon lain rontok buahnya, pohon milik Engkan Sumekar tetap berbuah hingga matang. Daunnya juga hijau segar. Pehobi tanaman buah di Karang Tengah, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menuai hingga 110 kg per pohon yang kini berumur 4 tahun itu. Sekilogram mangga terdiri atas 2—3 buah.

Ketika dibelah, tampak daging buah yang kuning cerah. Citarasa mangga manalagi itu sangat manis menyegarkan. Engkan mengatakan, produktivitas tinggi dan citarasa manis itu berkat pemberian larutan asap cair secara rutin. Engkan mencampur 2 sendok makan asap cair dalam seliter air, mengaduk rata, dan menyemprotkan langsung pada daun setiap 3 hari sekali.

Asap cair mengandung zat hara mikro dan makro serta dapat berfungsi sebagai zat perangsang tumbuh alami.

Asap cair mengandung zat hara mikro dan makro serta dapat berfungsi sebagai zat perangsang tumbuh alami.

Rangsang berbuah
Sebelum pemberian asap cair, pohon itu hanya menghasilkan 80 kg per tahun. Menurut Engkan citrasanya juga tak semanis sekarang. Sayang, ia tak pernah mengukur kadar kemanisan buah Mangifera indica itu. Ia memberikan larutan asap cair setelah menguji coba pada bibit mangga. Ia menyemprotkan larutan asap cair pada ke bibit mangganya. Dua pekan kemudian, perubahan mulai tampak.

Daun bibit mangga manalagi berwarna hijau lebih segar daripada sebelum perlakuan. Selain itu daun tidak mudah rontok. Mengetahui faedah itu Engkan memberikan asap cair untuk tanaman dewasa. Hasilnya pohon mangganya kian produktif. Itulah sebabnya ia mengenalkan keampuhan cuka kayu kepada masyarakat. Ia meminta warga di Pagelaran, Kabupaten Cianjur, mendata tanaman-tanaman miliknya yang sulit menghasilkan buah.

Untuk mengatasinya Engkan memberikan asap cair. Warga melarutkan 2 sendok makan asap cair dalam 1 liter air bersih. Mereka lalu menyiramkan larutan itu sekeliling di batang rambutan, mangga, jambu air dan sirsak. Frekuensi penyiraman setiap hari. Tiga pekan berlalu setelah perlakuan, Engkan mendapat kabar dari pemilik tanaman bahwa penantian selama bertahun-tahun akan segera berakhir pada pertengahan 2013.

Baca juga:  Panen Ikan 10 Kali Lipat

Tanaman buah itu berbunga. Di ujung ranting tanaman mangga itu muncul bunga kecil. “Pemilik pohon mangga tidak melakukan perlakuan tambahan selain pemberian larutan cuka kayu dan memenuhi kebutuhan air secara teratur,” ujar Engkan. Ia menduga bahwa asap cair sebagai perangsang pertumbuhan pada tanaman. Engkan juga mencoba melakukan pembuktian pada biji buah mangga.

Umumnya pertumbuhan tanaman baru dari biji memerlukan waktu lama karena harus melewati tahapan pelapukan kulit luar yang tebal dan keras. Pria 59 tahun itu mempercepat munculnya tunas dengan membuka kulit luar dan mengeluarkan isinya secara utuh. Ia lalu merendam isi biji mangga dalam larutan asap cair –konsentrasi 2 sendok makan dalam 1 liter air—selama 3 menit.

Engkan Sumekar berhasil memperbaiki pertumbuhan pada pohon yang sulit buah menggunakan asap cair.

Engkan Sumekar berhasil memperbaiki pertumbuhan pada pohon yang sulit buah menggunakan asap cair.

Lebih cepat
Setelah itu ia menanam biji dalam media tanam untuk persemaian. Engkan menguji perlakuan khususnya itu pada 10 biji mangga. Selama masa persemaian itu, hanya 3 biji yang gagal tumbuh, sisanya dapat berkembang dengan baik. “Pada umur tanaman 6 bulan sudah bisa ditanam ke tanah. Dengan rangsangan cuka kayu, tanaman mulai berbuah tepat saat umur 2 tahun. Lebih cepat daripada umumnya 4—5 tahunan,” ujar Engkan.

Bibit itu kini berupa pohon berumur 4 tahun. Ia rutin menyiram tanaman mangga di pekarangan rumahnya dengan larutan asap cair. Hasilnya produksi buah lebat setiap musim panen. Pohon setinggi 5 meter itu dan kualitasnya juga bagus. Cuka kayu memang sudah lama dimanfaatkan sebagai bahan tambahan untuk meningkatkan kualitas tanaman. Menurut T. Yoshimoto dari Universitas Tokyo cuka kayu mengandung berbagai macam unsur hara mikro yang bermanfaat untuk tanaman.

Kandungan haranya berupa mangan, natrium, magnesium, kalisum, besi, dan kalium. Prof Dr Gustan Pari, MSi, dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, mengatakan kandungan C organik asap cair 6—7%, N total 0,62—0,67%, P2O5 total 0,24—0,312%, dan K2O total 0,31—0,36%. Itu memenuhi persyaratan teknis minimal pupuk cair organik versi Kementerian Pertanian—kandungan C harus di atas 4%, N, P dan K di bawah 2%.

Baca juga:  Asap Ampuh Usir Sangit

“Berarti cuka kayu dapat digunakan sebagai pupuk cair organik dan layak untuk diaplikasikan pada tanaman,” ujar Gustan Pari. Ia juga mengatakan bahwa pada penelitian terdahulu pada 2007 dengan aplikasi cuka kayu pada tanaman jahe, ternyata dapat menggantikan penggunaan penyubur tanaman dan juga sebagai pengganti pestisida.

Cegah rontok
Pembibit tanaman di Cianjur, Saeful Mutakin, juga mengakui keandalan cuka kayu meningkatkan kualitas pertumbuhan tanaman. Kondisi beragam bibit tanaman seperti mangga, jambu air, dan rambutan selalu prima meski melewati perjalanan jauh. Ia kerap mengirim bibit ke luar kota seperti Semarang dan Purwokerto Sebelum menerapkan penyemprotan cuka kayu, Saeful mengalami berbagai kendala, yakni daun mudah rontok dan serangan hama belalang.

Cuka kayu atau asap cair terbukti mampu merangsang pohon berbuah.

Cuka kayu atau asap cair terbukti mampu merangsang pohon berbuah.

“Pembeli di luar daerah komplain karena menerima pesanan bibit dalam kondisi daun telah gugur. Hal itu sempat menyebabkan mereka enggan membeli lagi dari tempat kami,” ujar lelaki berusia 45 tahun itu. Saeful menyemprotkan larutan cuka kayu saat bibit berumur 10 hari. Kebiasaan itu ia dapat dari mencoba-coba sambil mengamati pengaruh pada tanaman. Tanaman menjadi lebih tahan dari kerontokan daun selama pengiriman. Belalang tidak lagi menyerang tanaman muda dalam lahan penyemaian.

Frekuensi penyemprotan antara 3—7 hari tergantung kondisi bibit. “Bibit yang disemprot 3 hari sekali adalah untuk keperluan pengiriman ke daerah yang jaraknya jauh dan memakan waktu lebih dari 2 hari. Penyemprotan seminggu sekali dilakukan sebagai perawatan rutin,” ujar Saeful. Ia melarutkan 350 ml cuka kayu dalam 15 liter air. 1 liter cuka kayu dapat memenuhi kebutuhan 3—4 kali penyemprotan 150.000 bibit tanaman buah.

Dosen Kimia dan Kesuburan Tanah Institut Pertanian Bogor, Dr Ir Komaruddin Idris, MS, mengatakan zat hara mikro dan makro dalam asap cair diduga berasal kandungan yang berada dalam kayu yang dibakar. “Kalau begitu, harus menghindari bahan baku kayu yang memiliki kadar minyak asiri tinggi,” ujar Idris. Kalau terlalu dominan, minyak itu dapat mengganggu kandungan hara mikro dan makro dalam asap cair.

“Akibatnya bukannya membuat tanaman sehat tetapi malah membuat sakit,” ujar alumni Universite Montpellier II, Perancis itu. Penggunaan asap cair sebagai pupuk memang masih belum banyak orang yang mengetahui dan memanfaatkannya. Selain murah, mudah memperoleh, juga aman terhadap lingkungan. (Muhammad Hernawan Nugroho)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *