Cordyceps: Parasit Penghapus Psoriasis 1
Kordiseps kering dari Mucho Herb Biotech, produsen kordiseps di Jakarta Utara.

Kordiseps kering dari Mucho Herb Biotech, produsen kordiseps di Jakarta Utara.

Jamur parasit menjinakkan psoriasis.

Keceriaan anak yang masuk sekolah dasar dan bertemu dengan teman-teman baru tidak dirasakan Sunny. Setiap hari ia menahan malu akibat ejekan teman-teman barunya. Musababnya kondisi kedua kakinya kering dan bersisik. Rasa gatal juga kerap melanda sekujur tubuh bocah berusia 7 tahun itu. Akibatnya tanpa sadar Sunny menggaruk bagian tubuh yang gatal itu.

Teman-teman Sunny pun semakin riuh menertawakan perilakunya yang dianggap aneh. Sejatinya Ester, ibu Sunny, tidak tinggal diam. Ia memeriksakan buah hatinya kepada dokter kulit. Dokter mendiagnosis Sunny menderita alergi dan menganjurkan agar Ester mengenali makanan pemicunya. Ahli medis itu juga menyarankan Ester rutin mengoleskan calir atau lotion dan menggunakan sabun khusus ketika mandi.

Teh kordiseps, salah satu cara mengonsumsi kordiseps kering.

Teh kordiseps, salah satu cara mengonsumsi kordiseps kering.

Cepat berganti kulit
Tidak puas dengan perkembangan itu, Ester menemui dokter lain. Sampai dokter keenam yang ia kunjungi pun mendiagnosis hal serupa. Sunny menderita penebalan permukan kulit alias hiperkeratinisasi atau dikenal juga sebagai penyakit psoriasis.

Sistem kekebalan tubuh, faktor keturunan alias genetik, pengaruh lingkungan, serta ketidakseimbangan hormonal berbagai pemicu hiperkeratinisasi. Dalam “100 Questions & Answers About Psoriasis”, dr Kendra Gail Bergstrom MD, dermatologis di Pusat Kesehatan Virginia Mason, Washington, Amerika Serikat, menyatakan bahwa komponen darah putih yang bernama sel-T menyerang jaringan kulit sehingga lapisan epidermis meradang.

Kulit sebagai organ terbesar tubuh merespons serangan itu dengan memperbanyak diri 4—5 kali lebih cepat. Jika biasanya sel kulit menua dan mati dalam 28 hari, maka kulit penderita psoriasis berganti sel setiap 2—3 hari. Terjadilah penebalan kulit yang diikuti pembentukan pembuluh darah, menyebabkan warna lesi menjadi kemerahan. Terbentuknya kulit baru menimbulkan rasa gatal, yang ketika digaruk menyebabkan kulit lama rontok menyerupai sisik.

Baca juga:  Pergi Tanpa Waswas

Kordiseps
Kondisi Sunny sempat membaik setelah ditangani salah satu dokter. Kulit bocah mungil itu agak lembap dan sisik di kulit berkurang. Sayang, tidak sampai sebulan kemudian kulit Sunny kembali mengering dan bersisik. Ia sampai harus memakai celana panjang ketika sekolah.

Ester juga memindahkan Sunny ke Malaysia agar bebas dari teman-teman lamanya yang kerap mengolok-olok. Seorang rekan lantas menyarankan agar ia memberikan kordiseps kepada Sunny. Kordiseps berasal dari jamur parasit Cordyseps sinensis dan C. militaris. Keduanya berasal dari punggung pegunungan Tibet, Tiongkok.
Rekan Ester menceritakan bahwa kordiseps salah satu resep rahasia panjang umur masyarakat Tibet. Ester akhirnya menuruti saran itu. Wirausahawati di bidang garmen itu memberikan 1 kapsul berisi serbuk kordiseps kepada sang putri kesayangan 3 kali sehari.

Sunny justru lebih suka membuka kapsul dan memasukkan serbuk di dalamnya ke dalam air minum. Belum sepekan konsumsi, kulit kaki Sunny menampakkan perbaikan.

Satu demi satu lesi di permukaan kulit kaki Sunny mengecil lalu sirna. Enam bulan mengonsumsi, kakinya kembali halus dan rasa gatal di tubuh reda sepenuhnya. Tanpa disangka-sangka, kebiasaan mengonsumsi kordiseps juga membawa manfaat lain. “Saat temannya banyak yang terkena flu sampai tidak masuk sekolah, dia tetap sehat,” kata Ester.

Frisca Sucianto dari Mucho Herb Biotech mengolah kordiseps menjadi berbagai produk.

Frisca Sucianto dari Mucho Herb Biotech mengolah kordiseps menjadi berbagai produk.

Selenium
Kesembuhan Sunny membuktikan khasiat jamur ningrat yang tertulis dalam kitab pengobatan Tiongkok kuno dari masa 4 milenia silam itu. Ada banyak spesies jamur kordiseps, tetapi yang paling berkhasiat hanya 2, yaitu Cordyceps militaris dan C. sinensis. Mucho Herb Biotech Indonesia, Jakarta Utara, mengembangkan C. militaris.

Menurut Frisca Sucianto dari Mucho, dahulu kordiseps hanya untuk konsumsi kalangan istana Kekaisaran Cina. Pembudidaya jamur di Cugenang, Triono Untung Priyadi, mengembangkan keduanya. “Khasiat keduanya kuat, tetapi orang yang biasa mengonsumsi sinensis biasanya tidak suka militaris. Demikian pula sebaliknya,” kata Triono.

Baca juga:  Transfer Teknologi dan Inovasi

Riset Mustafa Naziroglu dan rekan dari Universitas Suleyman Demirel, Isparta, Turki, menyatakan bahwa kandungan tinggi unsur selenium (Se) dalam kordiseps meredakan kemunculan lesi psoriasis. Menurut Mustafa aktivasi faktor nekrosis tumor alfa (TNF-α) yang memicu kemunculan lesi di permukaan kulit. Kehadiran selenium—yang banyak terdapat dalam kordiseps—mencegah aktivasi TNF-α, yang dengan sendirinya menghentikan kemunculan lesi.

Begitu lesi baru berhenti muncul, maka lesi lama pun menyempit dan akhirnya menutup. Hal itu persis yang dialami Sunny, yang kini berusia 9 tahun dan kembali bisa bermain dengan teman-temannya tanpa menjadi bahan olok-olok. (Argohartono Arie Raharjo/Peliput: Muhammad Awaluddin)

COVER 1.pdf

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments