Hibrida tak bernama salah satu puring koleksi anggota Malang Raya Croton Community.

Hibrida tak bernama salah satu puring koleksi anggota Malang Raya Croton Community.

Para pengagum puring di Malang, Jawa Timur, dan sekitarnya.

Latihan bersama puring di Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur, meriah. Semula panitia menargetkan 50 tanaman sebagai peserta di ajang yang berlangsung pada 8 Maret 2015 itu. “Ternyata kontestan mencapai 70 tanaman,” kata salah satu panitia, M. Syaiful Islam. Tingginya animo masyarakat terhadap puring mendorong Syaiful dan rekan membentuk komunitas bernama Malang Raya Croton Community (MCC) pada 16 September 2015.

Anggota berasal dari Malang Raya yang meliputi Kotamadya Malang, Kabupaten Malang, dan Kotamadya Batu. Mereka memilih nama croton karena lebih mendunia dibandingkan dengan puring. Pada awal berdiri terdapat 27 anggota, kini 100 orang. Rinciannya 50 anggota aktif dan sisanya partisipan. Penambahan anggota terjadi setelah komunitas menyosialisasikan keindahan puring terus-menerus.

Indah
Untuk bergabung menjadi anggota MCC mudah. Tidak mesti memiliki koleksi puring bagus. “Yang penting cinta puring,” kata Ketua MCC, Bowo Kusumo. Selain berdaun indah, Bowo menyukai puring karena multimanfaat lantaran berperan menyerap polusi udara dan bahan obat tradisional. Puring terbukti sebagai penyerap logam berat seperti timbel sesuai hasil riset dosen Arsitektur Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Dr. Ir. Suparwoko Murp, dan dosen Kimia UII, Ir. Feris.

Pameran dan kontes nasional puring di halaman pusat perbelanjaan di Malang pada Mei 2017.

Pameran dan kontes nasional puring di halaman pusat perbelanjaan di Malang pada Mei 2017.

Kedua peneliti mengungkapkan sehelai daun puring menyerap 2,05 mg per liter timbel berdasarkan pengukuran menggunakan Atomic Absorption Spectroscopy. Keunggulan lainnya yaitu keindahan puring bisa dinikmati sepanjang masa lantaran keelokannya terletak pada variasi warna dan bentuk daun. Sementara keindahan tanaman hias lain mesti menunggu berbunga terlebih dahulu.

Baca juga:  Sosok Anyar Ayam Poland

“Puring sudah indah dari daunnya,” kata warga Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur, itu. Syaiful pun kepincut keelokan daun Codiaeum variegatum itu. Semula ia tidak menyukai tanaman hias anggota famili Euphorbiaceae itu. Namun, ia heran melihat puring terjual dengan harga tinggi pada 2007. Setelah mengenal lebih dalam, ia pun kesengsem tanaman hias kerabat singkong itu. Itulah keunggulan puring sehingga peminatnya makin banyak.

Para anggota komunitas Malang Raya Croton Community.

Para anggota komunitas Malang Raya Croton Community.

Bowo pun mendorong pehobi pemula yang minim pengetahuan tentang puring bergabung. Sebab MCC menyelenggarakan pertemuan setiap 2 bulan untuk berbagi informasi mengenai seluk-beluk puring dan keorganisasian. Kegiatan lainnya yaitu latihan bersama (latber) setiap 3 bulan. Pada ajang itu puring koleksi setiap pehobi beradu elok. “Para pemenang di setiap latihan bersama dan kontes bergantian,” kata Bowo.

Medusa, salah satu puring koleksi anggota Malang Raya Croton Community.

Medusa, salah satu puring koleksi anggota Malang Raya Croton Community.

Sebulan sebelum kontes, pehobi memberi beberapa perlakuan seperti meletakkan tanaman di tempat teduh dan penyiraman secukupnya. Koleksi puring anggota MMC antara lain sanca darah, black papua, hibrida no name, bastera, dan cengkir gading. Setiap anggota memiliki puring favorit berbeda karena varian tanaman itu sangat banyak. Setiap jenis puring juga memiliki keistimewaan tersendiri dari segi warna dan bentuk daun.

Penghijauan
Harga puring pun beragam tergantung kualitas berkisar ribuan hingga jutaan rupiah. Harga puring tidak bisa mencapai ratusan juta rupiah seperti anthurium karena pasar relatif stabil. Para penggemar di Malang Raya memang berharap kondisi puring tetap stabil dan eksis. “Tidak perlu harga spektakuler, yang masuk akal saja dan bisa berkelanjutan,” kata Bowo. MMC berperan menjadi penghubung antara petani, pehobi, dan pedagang agar harga ekonomis dan menguntungkan semua pihak.

Baca juga:  Bisnis Besar Barang Hitam

Tidak melulu soal puring, MMC juga aktif menghadiri undangan komunitas-komunitas lain nontanaman hias seperti pencinta lingkungan. Aktivitas yang dilakukan pun beragam seperti menanam terumbu karang, berpartisipasi dalam gerakan tanam sejuta pohon, dan membantu korban bencana alam. Beragam aktivitas itu plus keindahan puring, membuat MCC selalu eksis. (Bondan Setyawan)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d