Ceplukan Akhiri Stroke 1
Ceplukan yang selama ini tumbuh liar ternyata kaya senyawa penggempur kolesterol.

Ceplukan yang selama ini tumbuh liar ternyata kaya senyawa penggempur kolesterol.

Tanaman ceplukan mengandung flavonoid sumber antioksidan yang manjur mengatasi stroke.

Ceplukan tumbuh liar di sawah atau pekarangan kosong. Buahnya bulat dan berubah menjadi kuning ketika matang. Buah ceplukan Physalis peruviana berlindung di balik kantong. Physalis berarti kandung kemih, peruviana merujuk pada salah satu asal negara, yakni Peru. Bagi Rizaldi ceplukan bukan sekadar gulma, tetapi menyokong kesehatannya yang sempat memburuk.

Itu bermula pada sebuah senja ketika kepalanya amat pusing. Rizaldi merebahkan tubuhnya di sofa. Sore itu ia bermaksud melepas penat sejenak setelah seharian menjaga tokonya. Satu setengah jam lamanya ia terlelap. Saat terjaga dan membuka mata, Rizaldi merasa biasa. Namun, saat bangun tubuh bagian kiri mulai dari kaki, tangan, dan bahkan sebagian wajahnya terasa lumpuh. Ia terserang stroke.

Terlalu banyak mengonsumsi olahan daging memicu timbunan kolesterol di saluran darah.

Terlalu banyak mengonsumsi olahan daging memicu timbunan kolesterol di saluran darah.

Terserang stroke
Dengan susah payah, Rizaldi berusaha berdiri, tetapi jatuh terduduk. Keringat membasahi sekujur tubuhnya. Di tengah rasa bingung dan panik, ayah dua anak itu berusaha berteriak memanggil istrinya untuk minta bantuan. Ternyata lidahnya lumpuh dan bentuk mulutnya juga mencong, sehingga membuat sulit berkata-kata dengan jelas.

Sekitar 15 menit lamanya Rizal berusaha beranjak dari tempat itu dengan merambat pegangan sofa dan meja.
“Rasanya sangat sulit untuk bergerak karena harus menyeret bagian tubuh yang lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Adik saya baru datang menolong setelah mendengar suara vas bunga yang tersenggol jatuh dari meja,” ujar Rizal. Seluruh anggota keluarga merasa khawatir terhadap kondisi Rizal. Saat itu juga keluarganya membawa Rizal berobat ke dokter di sebuah rumahsakit di Cianjur, Jawa Barat.

Dokter melakukan serangkaian pemeriksaan antara lain tekanan darah dan kolesterol. Hasil laboratorium menunjukkan bahwa kadar kolesterol dalam darah 330 mg/dl dari batas normal 240 mg/dl. Tekanan darahnya juga tinggi yaitu pada angka 180/100 mm/Hg. Seharusnya masih ada satu tahap pemeriksaan untuk mengetahui penyebab stroke melalui alat Magnetic Resonance Imaging.

Baca juga:  Kedelai Unggul Baru

Keterbatasan alat membuat Rizal kembali dirujuk ke rumahsakit besar yang memiliki alat itu. Tanpa menunggu lama, keluarga membawa Rizaldi ke sebuah rumahsakit besar di Jakarta Selatan. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya penyumbatan pembuluh darah. Pemicu penyumbatan pembuluh darah Rizaldi adalah timbunan lemak pada pembuluh darah akibat kadar kolesterol tinggi dalam darah.

Tiga jam
Menurut Prof dr Nyoman Kertia, SpPD dari Rumahsakit Umum dr. Sardjito, pertolongan awal orang yang terserang stroke adalah hal yang mempengaruhi penanganan selanjutnya. “Periode emas atau waktu yang paling menentukan nasib penderita stroke adalah 3 jam dari awal serangan,” ujar Nyoman. Jika segera ditangani, kesempatan terselamatkan semakin besar, sehingga derajat kecacatan dapat ditekan serendah mungkin.

Stroke dapat disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah dan pecahnya pembuluh darah yang mengarah ke otak. Terganggunya aliran darah ke otak mengakibatkan terganggunya juga pengaturan kinerja saraf motorik. Itulah penyebab kelumpuhan pada sebagian organ tubuh. Setelah empat hari perawatan di rumahsakit, dokter menyarankan Rizaldi harus menjalani pembedahan untuk mengambil bagian pembuluh darah yang tersumbat.

Alternatif lain tanpa pembedahan, melalui pengobatan secara rutin dalam waktu yang lama. Dengan pertimbangan kondisi ekonomi, maka keluarga memilih penyembuhan tanpa pembedahan. Sejak Maret 2015 Rizal menjalani paket pengobatan stroke di rumahnya. Setengah bagian tubuh yang lumpuh membuat lelaki 45 tahun itu tergantung pada bantuan orang lain untuk menjalani aktivitas sehari-hari.

Beruntung ada istri dan saudaranya yang membantunya memapah saat hendak berjalan di rumah. Rizaldi harus meminum lima jenis obat dari dokter dengan dosis 3 kali sehari. Empat bulan berlalu pengaruh pengobatan secara medis belum juga menampakkan hasil. Rizaldi mulai merasa jenuh dengan kondisinya yang tidak membaik. Jarak antara Cianjur—Jakarta yang jauh juga mulai memberatkan dari sisi finansial.

Ia malah merasa gangguan pada beberapa bagian tubuhnya yang semula sehat. “Pinggang mulai terasa sakit setiap kali habis minum obat. Selain itu dada juga berdebar. Padahal, sebelumnya tidak ada keluhan di bagian itu,” ujar Rizaldi. Ia menduga hal itu efek samping berkaitan dengan kebiasaan mengonsumsi obat dalam jangka panjang tanpa terputus.

Stroke dapat disebabkan stres dan gaya hidup tidak sehat.

Stroke dapat disebabkan stres dan gaya hidup tidak sehat.

Beralih ke ceplukan
Rizaldi menghentikan konsumsi obat medis dan mencari pengobatan alternatif. Seorang sahabat menyarankan Rizaldi untuk mendatangi herbalis yang menggabungkan berbagai metode penyembuhan dengan pemberian herbal berbahan dasar daun ceplukan. Rizaldi juga menjalani bekam atau mengeluarkan darah kotor, pijat refleksi saraf, dan akupunktur.

Baca juga:  Mencari Kurma Indonesia

Sebagai obat penyembuh dari dalam tubuh sang herbalis memberi Rizal ramuan daun cecenetan–sebutan ceplukan oleh masyarakat Sunda. Keluarga menyeduh sesendok makan ramuan dengan segelas air panas, mengaduk rata, dan membiarkan 5—10 menit. Setelah air berwarna kecokelatan, Rizaldi meminumnya selagi hangat. Frekuensi konsumsi 3 kali sehari masing-masing satu gelas.

Selain seduhan, ia juga mengonsumsi 2 kapsul ekstrak ceplukan 2 kali sehari. Rizaldi juga patuh larangan herbalis untuk menghindari konsumsi olahan daging, seafood, dan jeroan Setelah 21 hari disiplin menjalankan hidup sehat dan mengonsumsi ceplukan, ia merasa perubahan. Rasa pusing di kepala mulai berkurang, bagian badan yang semula lemas dan kebas mulai bisa digerakkan.

Bahkan, pada pekan keempat, ia mampu menggerakkan tangan dan berjalan sendiri meski tertatih. Saat ini kondisi kesehatan Rizal sudah semakin mendekati normal seperti sediakala. Pemeriksaan terakhir pada awal September 2015 menunjukkan tekanan darahnya normal 120/80 mmHg dan kolesterol mendekati normal 255 mg/dl. Meski demikian Rizaldi tetap mengonsumsi ceplukan hingga kini.

Menurut periset dari Eternal University, India, Navdeep Sharma senyawa-senyawa aktif dalam ceplukan antara lain saponin, flavonoid, polifenol, dan fisalin. Senyawa flavonoid mencegah radikal bebas penyebab terganggunya metabolisme lemak termasuk kolesterol dalam tubuh. Metabolisme lemak yang terganggu pangkal penumpukan lemak jahat di saluran darah penyebab stroke.

Herbalis di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Valentina Indrajati, membenarkan potensi khasiat ceplukan untuk mengobati penyakit yang berkaitan dengan darah. Ia memanfaatkan buahnya untuk membantu menurunkan darah tinggi atau hipertensi. Ia merebus 5 buah dengan 110 ml air selama 10 menit sambil diaduk. Setelah itu saring air rebusan, dinginkan, dan minum 2 kali sehari. Salah satu jalan mencegah stroke dengan mengontrol tekanan darah dan kolesterol. (Muhammad Hernawan Nugroho)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *