Cepat Sosoh Sorgum 1
Biji sorgum berukuran kecil sehingga lebih susah disosoh

Biji sorgum berukuran kecil sehingga lebih susah disosoh

Mesin sosoh sorgum berkapasitas 200 kg per jam.

Setiap September Sahri Abdulloh harus bekerja ekstra di samping profesinya sebagai guru matematika di sebuah MTS di daerah Lamongan, Provinsi Jawa Timur. Pada bulan itu, anggota kelompok tani Handayani yang dipimpinnya panen sorgum secara serentak. Petani menanam sorgum Sorghum bicolor pada Juni dan memanen 3 bulan kemudian dengan produktivitas mencapai 7 ton per ha. Mereka menanam tanaman anggota famili Poaceae itu sebagai tanaman sela di lahan padi. Kebiasaan itu sudah berlangsung sejak zaman kakek Sahri. Petani menanam sorgum saat musim kemarau ketika air untuk pengairan padi terbatas.

Kelompok tani Handayani beranggotakan 200 petani dengan luas lahan total sekitar 200 ha. Produksi total kelompok tani itu mencapai 1.400 ton biji sorgum. Pada masa panen harga biji sorgum Rp2.000 per kilogram bila biji sudah disosoh harga mencapai Rp5000. Di luar panen raya harga melambung tinggi. Harga biji sorgum menyentuh Rp6.000—Rp7.000 per kg, sedangkan sorgum sosoh Rp8.000 per kg.

Artinya jika petani mampu menyosoh dan sorgum sosoh terserap pasar, petani berpeluang meraih pendapatan lebih tinggi. Efri Mardwati STP MT dari Jurusan Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Industri Pertanian, Universitas Padjadjaran menuturkan penyosohan juga meningkatkan keragaman pemanfaatan sorgum selain untuk pakan dan bahan baku bioenergi. Misal menjadi bahan baku aneka penganan dan tepung pengganti tepung terigu. Sahri menyosoh sorgum dengan mesin sosoh berkapasitas 200 per jam. Alat hibah dari Universitas Wijaya Kusuma, Surabaya, itu didapatkan Sahri pada 2012.

Ana Nurhasanah mendesain mesin penyosoh sorgum pada 2011

Ana Nurhasanah mendesain mesin penyosoh sorgum pada 2011

Turunkan tanin
Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan) di Serpong, Provinsi Banten, juga membuat mesin penyosoh sorgum. “Mesin ini merupakan reverse engineering dari Jepang,” ujar Ir Ana Nurhasanah MSi, perancang mesin. Mesin yang dibuat pada 2011 dan dimodifikasi pada 2012 itu mempunyai 3 komponen utama yaitu: unit penyosoh, konfeyor, dan blower pengisap.

Baca juga:  Rasa Juara dari Dataran Tinggi

Penggunaan mesin penyosoh sorgum itu menghasilkan biji sorgum sosoh berwarna putih cerah dan rendah tanin. Kandungan tanin menyebabkan sorgum berwarna kecokelatan dan bercitarasa sepat. Tanin terkandung dalam lapisan pericarp biji. Senyawa fenol dalam tannin yang berikatan dengan prolamin (kafirin) dengan membentuk ikatan kompleks protein tanin dapat menurunkan daya cerna protein dalam perut serta menimbulkan sembelit dan kembung. Penyosohan menghilangkan pericarp.

Dengan kandungan tanin rendah, biji sorgum ideal untuk dijadikan sebagai bahan utama pangan maupun produk lanjutan seperti beras sorgum, tepung sorgum, nasi sorgum, kue sorgum, serabi, dan mi sorgum. Dalam sebuah acara gelar teknologi di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Barat di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Supardi memamerkan aneka pangan berbahan sorgum hasil sosoh. Ketua Kelompok Tani Harapan Sejahtera itu menyosoh sorgum dengan mesin sosoh rakitan sendiri. Trubus mencicipi beras, kerupuk, dan brownies sorgum.

Menurut lelaki yang akrab disapa Abah Sorgum itu beras dan tepung sorgum merupakan salah satu cara meuju masa depan cukup pangan.

Dengan begitu mesin penyosoh sorgum dapat mendukung program diversifikasi pangan Kementerian Pertanian. Semula sosoh mesin hasil rekayasa BBP Mektan berkapasitas 150 kg/jam. Setelah dilakukan modifikasi dengan penambahan pengayak biji dan konfeyor untuk mempermudah memasukkan biji yang akan disosoh kapasitasnya meningkat menjadi 200 kg per jam.

Mesin penyosoh sorgum produksi BBP Mektan, Serpong

Mesin penyosoh sorgum produksi BBP Mektan, Serpong

Batu Jepang
Mesin penyosoh ini memiliki dimensi 180 cm x 168 cm x 332 cm, dilengkapi dengan blower pengisap 6 inci dan tenaga penggerak mesin diesel berkekuatan 11,5 pk. Komponen mesin itu terdiri atas ruang penyosoh, unit blower, unit pendukung, serta tenaga penggerak dan transmisi. Menurut Ana bagian terpenting dari mesin yakni batu abrasif yang terdapat di ruang penyosoh. Batu yang digunakan berbentuk tabung dengan diameter 6 inci dan panjang 4 inci. Mesin menggunakan 6 batu abrasif yang dirangkai memanjang.

Baca juga:  Potret Pasar Buah

Ana menggunakan batu sosoh produksi Jepang. Sebab hasil ujicoba menggunakan batu abrasif lokal menyebabkan produktivitas mesin tidak optimal. Bentuk batu pejal dan memiliki permukaan halus menyebabkan dedak dari kulit biji sorgum mudah menempel di permukaan batu abrasif sehingga alat penyosoh cepat mampat dan harus sering dibersihkan. Penggunaan blower penyedot tidak banyak membantu menyelesaikan masalah itu. Supaya kinerja mesin maksimal pengguna harus membersihkan setiap menyosoh 400 kg.

Batu sosoh asal Jepang berbentuk tabung, berdiameter lebih kecil di salah satu ujungnya (agak kerucut), dan permukaannya lebih kasar. Selain itu terdapat ruang kosong di dalam tabung dan lubang angin di dinding batu abrasif. Dengan begitu memungkinkan penyemprotan dengan udara bertekanan tinggi dari dalam sehingga mampu mengatasi masalah menempelnya debu dedak pada permukaan batu abrasif.

Penambahan konfeyer mempermudah pengguna mesin memasukkan biji sorgum ke dalam hooper. Itu jelas memangkas waktu ketimbang memasukkan sorgum secara manual. Pengayak atau grader berfungsi menyeleksi biji sorgum dengan ukuran seragam. Ukuran sorgum yang bervariasi menyulitkan penyosohan dan menurunkan rendemen.

Menurut Sahri, pamor sorgum saat ini mulai meningkat. Sorgum yang semula hanya sebagai pakan ternak, sekarang mulai naik derajat menjadi campuran tepung—dari hasil sosoh—untuk membuat kue dan makanan pengganti nasi karena memiliki banyak manfaat. Salah satunya Sahri rasakan sendiri. Setelah rajin mengonsumsi sorgum kadar gula darahnya menjadi stabil, padahal sebelumnya pernah menyentuh angka 600 mg/dl.

Sayang harga mesin penyosoh tergolong mahal. Ana memperkirakan Rp100-juta untuk membuat satu paket mesin terdiri atas pengayak atau grader, konfeyor, mesin penyosoh, dan mesin diesel sebagai penggeraknya. Oleh karena itu perlu pengadaan secara kelompok atau ada sponsor dari pihak tertentu. (Muhammad Awaluddin)

545_ 85

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *