Daging buah jingga diturunkan dari cempedak

Daging buah jingga diturunkan dari cempedak

Citarasa cempedak, penampilan durian.

Malinda Malacaste Aloloidz yang bermukim di Filipina penasaran melihat dua foto kiriman sahabatnya, Dr Lutfi Bansir MP. “Durian tanpa duri?” tanya Malinda heran. Sosok buah itu memang unik berbentuk bundar seperti durian, tetapi berkulit cempedak. Itulah cempedak durian hasil riset Universitas Kalimantan Utara. Dr Lutfi Bansir MP, dosen di perguruan tinggi itu, mengunggah foto cempedak durian itu pada pengujung Januari 2015.

Sepintas kulit cempedak Artocarpus integer itu memang mirip durian dengan tonjolan piramidal yang rapat, berpetak-petak, dengan mata faset. Bedanya tonjolan cempedak dangkal dan lunak. Sementara piramidal durian Durio zibethinus keras dan tajam membentuk duri. Menurut Lutfi, meski namanya cempedak durian buah itu bukan silangan cempedak dan durian. “Keduanya berbeda genus sehingga tidak mungkin disilangkan,” kata Lutfi.

Cempedak bersosok membulat mirip durian

Cempedak bersosok membulat mirip durian

Efek xenia
Buah itu unik karena lazimnya cempedak berbentuk panjang seperti tabung dan berkulit kuning kecokelatan. “Puluhan tahun eksplorasi buah di Kalimantan dan Sumatera, baru kali ini melihat cempedak bundar,” kata Ir Gatot Azhari, kepala Badan Ketahanan Pangan, Kota Bandarlampung, yang pernah bertugas di Kalimantan Barat. Menurut Gatot, cempedak asal Bulungan, Kalimantan Utara, itu juga istimewa karena kulit hijau tanda lebih tahan simpan dibanding yang berkulit kuning.

Cempedak durian itu lahir berkat Iswandi, mahasiswa Fakultas Pertanian, Universitas Kalimantan Utara. Ia
menyilangkan cempedak dengan nangka mini Artocarpus heterophyllus berbentuk bulat. Lazimnya nangka bersosok memanjang dengan bentuk tak beraturan. Bobot nangka 6—7 kg, nangka mini hanya 1—2 kg per buah. Iswandi memilih cempedak sebagai induk betina dan pejantan dari nangka.

Baca juga:  Berjaya di Dua Kota

Menurut pakar buah di Bogor, Jawa Barat, Gregory Garnadi Hambali, dalam Ilmu Genetika tanaman menurunkan perpaduan sifat induk betina dan induk jantan kepada generasi berikutnya. Sosok buah—hasil pembuahan bunga betina oleh serbuk sari bunga jantan—umumnya tetap serupa dengan bunga betina lain yang tidak disilang. “Bunga yang disilangkan berkembang menjadi buah yang memiliki banyak biji. Begitu biji ditanam, maka akan muncul banyak keturunan perpaduan sifat cempedak dan nangka,” kata Greg.

Dr Lutfi Bansir mendorong perakitan hasilkan cempedak durian

Dr Lutfi Bansir mendorong perakitan hasilkan cempedak durian

Hasil silangan Iswandi tergolong unik. Bentuk bulat dari nangka mini muncul sejak cempedak berkembang menjadi buah dari bunga betina yang diserbuk. Perpaduan sifat nangka dan cempedak muncul tanpa perlu menunggu biji dari buah tersebut ditanam. Iswandi menghitung dari 100 bunga—dari pohon cempedak berumur 3 tahun—yang disilangkan berkembang menjadi 100 buah cempedak berbentuk bulat.

“Itu efek xenia yang selama ini kurang diperhatikan para pemulia buah,” kata Lutfi yang membimbing penelitian Iswandi. Xenia, menurut Lutfi, berasal dari bahasa Yunani, xenos, yang artinya tamu asing. Ia merupakan gejala genetik berupa pengaruh langsung dari polen alias serbuk sari jantan pada biji atau buah yang berkembang dari tetua betina. Dengan efek xenia sifat tetua jantan tercermin lebih awal pada sosok organ tetua betina.

Tingkat keberhasilan memperoleh cempedak durian hampir 100%

Tingkat keberhasilan memperoleh cempedak durian hampir 100%

Komposisi kimia
Menurut Gatot, selama ini efek xenia lebih banyak diamati pemulia jagung. Contohnya hamparan jagung berbiji kuning yang ditanam di dekat jagung putih atau jagung hitam kerap muncul berbiji kuning dengan beberapa biji putih dan hitam. “Lantaran sifat itu pemulia jagung harus ekstra hati-hati dalam menyilangkan jangan sampai terkontaminasi,” kata Gatot yang pernah bertugas di Balai Pengawasan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPSB-TPH), Kalimantan Barat, itu.

Baca juga:  PT Sosial Enterprener Indonesia: Menjamah Yang Tak Tersentuh

Beberapa efek xenia pada buah-buahan pun pernah dilaporkan muncul. Sebut saja pada sawo manila, apel, pepaya, dan kurma. Menurut Kepala Pusat Kajian Hortikultura Tropika (PKHT), Institut Pertanian Bogor, Sobir PhD, efek xenia yang muncul pada buah disebut metaxenia. Sifat yang dapat berubah dari tetua betina adalah ukuran, warna, bentuk, waktu pembentukan biji dan buah, bahkan komposisi kimia daging buah.

Cempedak durian dihasilkan dari persilangan cempedak dan nangka mini

Cempedak durian dihasilkan dari persilangan cempedak dan nangka mini

Riset Institut Pertanian Bogor pada betina pepaya IPB 1 menunjukkan efek xenia setelah disilangkan dengan IPB 10, IPB 5, dan IPB 6. Buah IPB 1 menjadi lebih manis dibanding yang tanpa persilangan. Lantaran cempedak durian berasal dari efex xenia, tingkat kestabilan buah yang kelak diturunkan dari biji belum teruji. “Jalan ke sana masih panjang,” kata Lutfi.

Pekebun yang mau bersusah-payah dapat memanfaatkan efex xenia seperti mencetak semangka kotak atau semangka cinta. Maksudnya setiap musim bunga pekebun mesti siap menjadi penghulu nangka dan cempedak untuk memperoleh cempedak durian. Dari persilangan itu, berpeluang lahirnya cempedak bulat bak durian. (Destika Cahyana, peneliti di Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian dan mahasiswa Sekolah Pascasarjana Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Chiba, Jepang)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d