Kucing ras mudah terserang berbagai penyakit saat musim hujan

Kucing ras mudah terserang berbagai penyakit saat musim hujan

Pada musim hujan kucing rentan terserang berbagai penyakit.

Almira Octavia menyisir lembut kucing kesayangannya, Jovita. Pehobi di Bekasi, Jawa Barat, itu juga mengoleskan salep anticendawan di beberapa bagian tubuh Jovita yang terserang bercak merah berbentuk bulat seperti cincin. Setelah selesai, ia lantas memungut bulu-bulu Jovita yang rontok. Almira melakukan rutinitas itu setiap hari.

Rontok dan bercak merah itu muncul sejak awal musim hujan pada 2014. Semula kucing persia berumur 1,5 tahun itu malas makan sehingga lebih banyak diam karena lemas. Menurut drh Slamet Raharjo MP, anggota staf pengajar Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, gejala itu merupakan ciri serangan ringworm. Slamet memaparkan biang kerok ringworm adalah cendawan jenis Trychophyton spp, Microsporum spp, dan Epidermophyton spp.

Pakan bergizi
Pehobi dapat mengobati ringworm dengan salep anticendawan yang umumnya mengandung 1% ketokenezol dan 1% klotrimazol. Menurut drh Harjuli Hatmono MSi dari Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia, sebelum mengoleskan salep pehobi perlu menggunting bulu sampai bercak ringworm terlihat lalu membersihkannya.

“Itu agar obat mudah menyerap ke folikel bulu dan mengurangi penyebaran ringworm,” ujar Harjuli. Supaya tidak terjilat, Almira menutup bagian yang telah disalepi menggunakan perban. Pada kasus Jovita, ringworm mudah menyebar lantaran daya tahan tubuhnya rendah. “Ringworm akan mudah diobati jika daya tahan kucing bagus,” kata Harjuli.

Vaksin yang rutin membuat kucing terhindar dari penyakit

Vaksin yang rutin membuat kucing terhindar dari penyakit

Menurut Muhammad A Suwed, kolektor kucing di Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pakan bergizi merupakan kunci daya tahan tubuh kucing. “Kucing membutuhkan berbagai nutrisi,” katanya. Protein, misalnya, diperlukan kucing untuk metabolisme tubuhnya. Sementara lemak dan asam arachidonik untuk meningkatkan imun tubuh kucing terutama saat musim hujan.

Baca juga:  Vannamei di Kolam Mini

Selain itu, kandungan biotin, omega 3, dan omega 6 juga menjadi wajib untuk membuat kulit dan bulu kucing menjadi lebih sehat. Pada musim hujan pilek juga acap kali menyerang kucing ras. Seperti kucing koleksi Lana Darmudji, pehobi di Surabaya, Jawa Timur, yang mata dan hidungnya kerap mengeluarkan cairan.

Lana memberikan obat pilek berupa antibiotik dan vitamin untuk mendongkrak imunitas. Lana pun pernah dibuat panik akibat kucingnya diare. “Penyebabnya air minum,” katanya. Asisten Lana memberikan air minum mentah tanpa dimasak terlebih dahulu. Padahal, air pompa saat musim hujan kualitasnya cenderung menurun. Untuk mengatasinya, Lana memberikan obat antidiare.

Menurut Drh Ooy Komariah dari Animal Clinic Jakarta, penyakit-penyakit itu dapat dicegah dengan rutin melakukan vaksin terutama saat memasuki musim hujan. “Selain itu, kucing juga harus tetap rutin mandi dengan menggunakan air hangat dan memastikan tubuhnya benar-benar kering setelahnya,” katanya. Tak kalah pentingnya, kebersihan kandang dan peralatan makan kucing juga perlu dijaga. (Rizky Fadhilah)

 

Mata—Chlamydia

  • Pencegahan : Vaksin inaktif dan aktif setahun sekali.
  • Gejala: Sering bersin, mata berair, dan batuk. Selain mata, organ lain yang biasa terserang yaitu saluran pernapasan atas dan organ reproduksi
  • Pengobatan: Obat berupa tetrasiklin yang ditetes ke mata maupun secara oral

Kuping—Ear Mite

  • Pencegahan : Periksa dan bersihkan telinga bagian dalam minimal sepekan sekali
  • Gejala: Kotoran telinga kering dan berwarna cokelat kehitaman. Terlihat kerak kering di telinga dalam.
  • Pengobatan: Obat tetes khusus ear mite atau obat suntik sejenis avermectin

Bulu—Skabies

  • Pencegahan: Rutin memandikan dan hindari kontak langsung dengan kucing liar
  • Gejala: Sering menggaruk-garuk bagian telinga. Terbentuk kerak tebal berwarna putih di telinga dan menyebar ke bagian tubuh lain. Akibatnya bulu rontok dan terdapat luka.
  • Pengobatan: Mandikan kucing dengan sampo mengandung sulfur atau rendam kucing di cairan sulfur 2—3% selama 10—15 menit
Baca juga:  Jitu Pilih Kucing Ras

Organ Pencernaan—FPV (Feline Panleukopenia Virus)

  • Pencegahan: Vaksinasi
  • Gejala: Nafsu makan turun, muntah, dan diare akut selama 1—2 hari.
  • Pengobatan: Infus intravena. Selama perawatan hindari pemberian makan dan minum secara oral

Kulit—Cendawan

  • Pencegahan: Jauhkan dari tempat lembap dan rutin jemur di bawah sinar matahari. Mandikan minimal seminggu sekali dan pastikan tubuhnya dikeringkan seluruhnya
  • Gejala: Sering menggaruk-garuk dan bulu rontok
  • Pengobatan: Mandikan dua hari sekali dengan shampo antiketombe dan olesi salep cendawan di bagian yang terserang. Jika cendawan sudah terlalu banyak sebaiknya bulu digundulkan.

Saluran Kemih—FLUTD (Feline Lower Urinary Tract Disease)

  • Pencegahan: Hindari pakan bermineral tinggi dan pakan yang diberi penyedap rasa. Air minum yang diberikan harus matang
  • Gejala: Volume urine berkurang dan warnanya pekat. Sering menjilati kelaminnya. Nafsu makan berkurang dan sering muntah.
  • Pengobatan: Pemberian antibiotik. Jika sudah parah harus menggunakan bantuan kateter untuk berurine.

 Sumber: M A Suwed, Slamet Rahardjo, dan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d