Cegah Buah Retak 1
Cracking pada tomat lazim terjadi saat umur buah setengah matang

Cracking pada tomat lazim terjadi saat umur buah setengah matang

Pakar pupuk dan hidroponik di Jakarta, Ir Yos Sutiyoso mengatakan, pekebun hidroponik kerap menghadapi persoalan buah tomat retak. Jika tomat sudah pecah atau retak sedikit saja, buah kerabat terung sudah tak layak jual, kecuali untuk bahan jus. Menurut Yos, persentase terjadinya pecah buah pada petani hidroponik rata-rata 10% dari total panen. “Angka itu sudah cukup merugikan bagi petani hidroponik,” ujarnya.

Celakanya, menurut Yos sebagian petani tak tahu penyebab buah pecah. Padahal, kuncinya sederhana, “Kebutuhan air tanaman tak boleh berlebihan atau kekurangan,” kata Yos. Saat tanaman kekurangan air atau dehidrasi lalu diberi air yang berlebihan, sementara kelembapan dan kalsium tanaman minim, maka kulit tomat mudah pecah. Saat itulah terjadi cracking atau retak.

Kasus kekurangan air bisa pula diakibatkan oleh (electro conductivity) EC yang terlalu tinggi. EC adalah kemampuan untuk menghantarkan ion-ion listrik yang terkandung di dalam larutan nutrisi ke akar tanaman. “EC yang terlalu tinggi membuat larutan menjadi sangat kental sehingga penyerapan air hanya sedikit,” ujar Yos. Untuk EC pada tomat, ia membatasi di angka 4,5.

Petani juga wajib menjaga kondisi lingkungan budidaya agar tetap lembap. Parameternya adalah angka kelembapan relatif harian relative humidity (RH). Menurut Yos, kelembapan tidak boleh sampai di bawah 50%. Yos selalu mengontrol kelembapan hidroponiknya. “Saat RH sudah di angka 52% saya sudah waspada. Apalagi kalau sudah sampai titik kritis 50%,” ujarnya. Salah satu cara meningkatkan kelembapan dengan menyiram lantai greenhouse. Dengan mengontrol air dan kondisi lingkungan budidaya, buah retak pun dapat dihindari. (Bondan Setyawan)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments