Nawang wulan, mutasi red devil.

Nawang wulan, mutasi red devil.

Ibarat tua-tua keladi, makin tua warna daun keladi baru itu makin jadi. Kian elok.

Namanya memang garang red devil alias setan merah. Namun, sosoknya amat elok, jauh dari menakutkan. Itulah keladi baru koleksi Ahmad AR Shahab. Daun keladi koleksi pehobi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, itu berwarna merah jambu berpadu hijau. Tulang daun merah cerah sehingga mempercantik motif. Apalagi terdapat garis berwarna hijau. Daun keladi itu bagai kena tumpahan cat warna-warni.

Celaka tiga belas, paparan sinar matahari berkepanjangan dan kehujanan menyebabkan daun red devil mengering. Satu per satu daun mati sehingga kedua setan merah itu gundul. Shahab kemudian menyingkirkan pot ke bawah rak. Ia hampir melupakan keberadaan kedua keladi itu. Sebab, keladi-keladi varietas baru terus hadir di rumahnya. Beberapa bulan berlalu, Shahab terkejut campur bahagia melihat dua keladi baru di bawah rak.

Sosok berubah

Keladi nawang sari, mutasi dari keladi red devil.

Keladi nawang sari, mutasi dari keladi red devil.

Keladi red devil berubah warna. Warna daun keladi itu merah gelap dan merata dihiasi bentol-bentol putih di sekujur daun. Tulang daun merah cerah, serupa dengan warna daun. Shahab tidak lagi mengenali tanaman anggota famili Araceae itu. Sebab, sosoknya berbeda. Adapun keladi yang satu berwarna merah cerah dan merata. Motif daun berupa sapuan warna hijau yang tidak merata di tepi daun.

Motif itu senada warnanya dengan list di tepi daun. Tangkai daun menopang daun yang pendek sehingga tegak. Ia mengamati dengan saksama serta berdiskusi dengan rekan-rekan di komunitas Pencinta Alocasia, Caladium, dan Colocasia Indonesia (PACCI). Kesimpulannya keladi baru itu jelmaan red devil yang dahulu “sekarat”. Karena sosoknya berubah, Shahab pun mengganti namanya. Keladi bertotol putih menyandang nama nawangwulan, sedangkan daun tanpa totol putih, nawangsari.

Sosok keladi ed devil asli.

Sosok keladi ed devil asli.

Pria kelahiaran Sukabumi, Jawa Barat, 60 tahun silam itu memiliki belasan keladi baru yang cukup menawan. Pokemon, misalnya, memiliki warna putih sebagai dasar warna daun, tetapi warna merah menyapu sehingga memenuhi sekujur daun. Yang menarik, warna merah itu kadang berganti warna lain. Ia pernah menjadi merah jambu dan jingga. Oleh karena itulah banyak orang yang tidak mengenali saat melihat.

Baca juga:  7 Jenis Tanaman Aquascape Tanpa CO2

Hingga kini penyebab berubahnya warna pada daun tanaman hias itu belum diketahui. Bila diamati secara cermat, tampaknya pokemun pun mengalami mutasi. Sebab, warna daun tua atau anakan memiliki warna hijau di tepi. Daun pokemon mirip hati bersosok memanjang. Keladi lain kebanggaan Ahmad Shahab ialah maeswara. Satu saat keladi itu berwarna dominan putih, pada saat lain kuning, warna merah, dan berikutnya hijau.

Ia tetap dikenali karena motif daun bersifat triwarna alias 3 warna. Bentuknya hati memanjang dengan pangkal daun sangat rapat dan terkadang saling bersilangan. Selain mengoleksi keladi mutasi, wakil direktur di sebuah rumah sakit di Bogor, Jawa Barat, itu juga memiliki keladi baru. Contohnya blekkenned red. Karakternya mirip red rubi, warnanya eksotis, yaitu cokelat gelap dan merata. Sosoknya rimbun dan rada bandel.

Keladi maeswari.

Keladi maeswari.

Bila tanaman lain daunnya banyak terserang penyakit, blekkened tetap tegar. Itu karena ia bertipe rimbun dan bertangkai pendek. Ciri khas lain blekkenned ialah pola tulang daunnya mirip anthurium kuping gajah. Tulang-tulang daun muncul langsung dari bagian tengah atau tempat melekat tangkai daun dan mengarah ke tepi daun. Ujung tulang daun kemudian saling terhubung oleh tulang lain. Daun berbentuk hati cenderung bulat dan lebar dengan ujung meruncing.

Bisa permanen
Meski baru setahun menggeluti keladi, Shahab mampu menghasilkan silangan seperti aladin. Silangan baru itu berwarna hijau bertotol merah yang diperoleh dari induknya, leopard.

Penampilan keladi pokemon.

Penampilan keladi pokemon.

Keladi sering berubah warna daun setelah bangkit dari dorman. Menurut petani keladi di Ciapus, Kabupaten Bogor, Adi, keladi yang baru bangun dari dorman hampir selalu tampil dengan warna dan motif baru. Sosok baru pada umumnya sangat berbeda dengan sebelum istirahat. Namun, dari pengamatannya, “Bentuk daun dan motif tulang daun keladi mutasi itu relatif stabil, hanya warna yang kerap berubah total,” ungkap pemilik nurseri Tiara Flora itu.

Bleckkenned red, motif tulang daun mirip anthurium kuping gajah.

Bleckkenned red, motif tulang daun mirip anthurium kuping gajah.

Menurut Adi keladi yang sering mengalami mutasi yaitu keladi yang sering diperbanyak secara cacahan. Bila keladi dewasa, sifat baru menjadi permanen. Itulah yang menjadi kesenangan tersendiri memelihara keladi. Bila dahulu keladi yang gundul membuat sedih pemilik, kini pemilik justru menerima kondisi itu dengan senang hati. Harapannya tentu saja mendapat varietas baru. (Syah Angkasa)

Baca juga:  Kebun Jeruk 120 Ha

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d