Panen kurma di Thailand saat kondisi buah pada fase khalal alias buah segar.

Panen kurma di Thailand saat kondisi buah pada fase khalal alias buah segar.

Panen kurma sebelum musim hujan untuk mencegah buah busuk.

Aktivitas Pratin Apichatsanee bertambah ketika Mei—Agustus. Ketika itulah ratusan pohon kurma di kebunnya tengah menggendong tandan berisi buah ranum. Saat itu musim panen tiba. Pekebun kurma di Provinsi Nakhonratchasima, Thailand, itu mengomandoi para pekerja yang memetik tandan berbobot rata-rata 20 kg. Sejumlah pekerja hilir-mudik bermodal gunting dan kayu panjang.

Mereka bertugas memanen tandan buah segar yang muncul di setiap pohon. Para pemanen tak perlu repot menggunakan tangga untuk memotong tandan kurma. Kurma kultivar KL-1 (kolak one) yang ditanam masih muda berumur ….. bersosok pendek dan bertajuk kompak. Tinggi batang utama 40 cm dari permukaan tanah. Bandingkan dengan kurma di Asia barat yang mencapai belasan meter karena berumur tua. Di sana pemanen perlu tangga.

Panen kurma di Asia barat menggunakan alat bantu lantaran sosok pohon sangat jangkung.

Panen kurma di Asia barat menggunakan alat bantu lantaran sosok pohon sangat jangkung.

Khalal
Para pemanen kemudian menggantung setiap potongan tandan Phoenix dactyliefra itu di kayu panjang. “Tandan harus digantung untuk menghindari gesekan antarbuah,” ujar Pratin. Pekerja lantas membawa tandan buah siap jual ke sebuah bangunan di pintu masuk kebun. Di sana para pembeli sudah menunggu untuk mengambil tandan. Pekerja sigap menimbang setiap tandan lalu menyerahkannya pada sang pemilik usai membayar 500 baht setara Rp200.000 per kilogram buah.

Kesibukan semacam itu dapat dijumpai di kebun Pratin mulai pengujung Mei hingga Agustus. Selama 3 bulan itu kebun Pratin selalu ramai pengunjung. Pratin menuturkan konsumen lebih menyukai buah kurma segar. Itu sebabnya mereka rela memesan buah jauh hari sebelum waktu panen tiba. Buah segar KL-1 bertekstur renyah dan bercita rasa manis agak sepat.

Baca juga:  Cermat Pilih Bibit

Kulit buahnya kuning, sedangkan dagingnya putih dan padat. Pengunjung mencuci bersih buah kurma dan menikmatinya. Pratin menuturkan nyaris semua pekebun kurma di Thailand memanen kurma pada fase khalal alias buah segar, biasanya 25 pekan pascapenyerbukan. Sebenarnya pekebun bisa memanen kurma berdasarkan 3 fase buah yakni khalal (segar), ruthab (matang penuh), dan tamar (semi kering atau kering).

Produk turunan kurma khalal dan tamar milik Anurak Bonnlue di Kanchanaburi, Thailand.

Produk turunan kurma khalal dan tamar milik Anurak Bonnlue di Kanchanaburi, Thailand.

Pekebun dapat memilih berdasarkan karakteristik kultivar, kondisi agroklimat, dan permintaan pasar. Di Asia barat seperti seperti Arab Saudi dan Israel, pekebun memanen kurma saat fase ruthab dan tamar. Kurma kering paling banyak dikonsumsi sebab bertekstur lembut dan rasanya sangat manis. Anurak Boonlue menuturkan kurma yang dibudidayakan di kawasan beriklim tropis tidak memungkinkan untuk dipanen pada fase tamar.

“Panen sebaiknya dilakukan sebelum musim hujan tiba,” ujar pekebun kurma di Kanchanaburi, Thailand, itu. Tujuannya menghindari busuk buah dan rontok. Pekebun terancam gagal panen jika membiarkan buah mengering alami di pohon. Menurut Anurak kultivar KL-1 sangat cocok dikebunkan di kawasan beriklim tropis sebab buah sudah manis meskipun dipanen pada fase khalal.

Gunting pangkas wajib digunakan untuk memotong tandan kurma.

Gunting pangkas wajib digunakan untuk memotong tandan kurma.

Olahan kurma
Anurak menanam kurma kultivar lain seperti barhee, khalas, dan khunaizi. Ia memanen ketiga kultivar itu pada fase khalal. Barhee memiliki rasa buah segar paling enak. Kurma berwarna kuning lemon itu sudah manis meskipun dalam bentuk khalal. Barhee merupakan kultivar kurma yang populer dikonsumsi dalam bentuk khalal. Kultivar asal Irak itu banyak dijual dalam bentuk segar di Israel, Iran, Suriah, dan Palestina.

Sementara khalas dan khunaizi kurang cocok bila dipanen pada fase khalal. Buah segar kedua kultivar itu masih memiliki rasa dominan sepat. Itu sebabnya Anurak tidak menjual buah segar khalaz dan khunaizi. Menurut Anurak KL-1 dan barhee merupakan kultivar andalan yang cocok dipasarkan dalam bentuk segar. Keduanya manis dan bertekstur renyah.

Baca juga:  Kurma Baru! KL-1

Pria berusia 38 tahun itu menjual hasil panennya berupa buah segar dan kering, masing-masing dibanderol Rp240.000 dan Rp160.000 per kilogram. Ia menjual hasil panen langsung di kebun atau gerai pribadi. Untuk menjaga kualitas buah, Anurak menyimpan kurma di dalam ruangan khusus bersuhu sekitar 7° C. Tujuannya untuk menghindari serangan cendawan dan serangga.

Tandan buah segar siap jual, tahan simpan hingga 2 bulan.

Tandan buah segar siap jual, tahan simpan hingga 2 bulan.

Selain itu buah lebih tahan lama. Sejak kurma menjadi primadona, ia getol berinovasi menciptakan produk-produk turunan kurma. Ayah satu anak itu meluncurkan 3 produk berbahan utama kurma agar konsumen tidak bosan. Produk itu meliputi dua jenis minuman dan satu jenis sirop. Anurak menggunakan khalal dan tamar sebagai bahan baku. Sensasi rasa minuman segar itu manis begitu nikmat dan manis.

Sementara rasa sirop dari ekstrasi kurma tamar sangat kental dan manis. Menurut Dra Emma Satriaty Wirakusumah MSc, ahli gizi dan kuliner di Jakarta Selatan, daging buah kurma segar mengandung 60—65% fruktosa. Persentase fruktosa meningkat menjadi 75—85% saat kurma berada dalam bentuk kering. Kelebihan lain, kurma kering mengandung sedikit tanin sehingga tidak memiliki rasa sepat, teksturnya pun lebih lembut.

Selain itu buah lebih awet sehingga dapat dikonsumsi sepanjang tahun. Kurma segar dapat dibuat menjadi ruthab atau tamar secara alami atau dengan perlakuan khusus. Pematangan kurma dari fase khalal hingga ruthab secara alami butuh waktu paling cepat sepekan, tergantung tingkat kematangan buah segar saat panen. Cara lebih singkat dapat dilakukan dengan pembekuan cepat pada suhu minus18°C selama 24 jam lalu buah dicairkan. Sementara pengeringan dapat dilakukan dengan menjemur kurma di bawah sinar matahari atau naungan plastik hingga kandungan air yang tersisa 23—25%. (Andari Titisari)

 

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d