Cara Pembuatan Cobon Alias Bonsai Kelapa 1

Priya Antoko sukses membuat bonsai kelapa atau coconut bonsai setinggi 2 jengkal.

Priya Antoko atau Freeya Alle—membentuk cobon dari kelapa gading. Lazimnya kelapa gading tumbuh menjulang setinggi 5—10 m. Di tangan pemilik nurseri Alle Bonsai di Tanjungkarang Barat, Bandar Lampung, Provinsi Lampung, itu kelapa gading dibentuk menjadi bonsai dengan tinggi hanya 26 cm.

Cobon akuarium dari coconut bonsai itu baru berumur 1 tahun. Koleksi lain manajer pemasaran di salah satu perusahaan Grup Sinar Mas itu cobon kelapa gading setinggi 47 cm.

Bonsai kelapa koleksi H Fauzi Muchtar di Jakarta Barat.
Bonsai kelapa koleksi H Fauzi Muchtar di Jakarta Barat.

Cobon super—begitu Freeya menyebutnya—lantaran umur cobon sudah lebih dari 20 tahun. Penampilan cobon super di pot persegi panjang itu elok bak nyiur di tepi pantai. Selain membiarkan batangnya tumbuh lurus, Freeya juga sengaja mengekspose akar serabut di atas media tanam. Kesan pantai dimunculkan dari penggunaan pasir sebagai penutup media.

Pohon koleksi

Sejatinya tidak hanya kelapa gading yang dapat dibentuk menjadi bonsai. “Jenis kelapa hijau, puyuh, hibrida, dan pandan wangi juga bisa dibentuk bonsai,” ujar ayah dari Khalea Helga Khansa Priyankis itu. Freeya tertarik membentuk cobon lantaran merasa tertantang.

“Membuat cobon itu susah-susah gampang,” ujarnya. (Lihat boks: Dari Kelapa Jadi Bonsai). Pehobi cobon itu sudah membuat lebih dari seratus cobon sejak 1997.

Cobon super berumur lebih dari 20 tahun koleksi Freeya Alle.
Cobon super berumur lebih dari 20 tahun koleksi Freeya Alle.

Banyak di antaranya sudah berpindah tangan ke tangan kolektor lain. Salah satunya Rizal Irawan, kolektor cobon di Tulangbawang Barat, Provinsi Lampung. Pegawai negeri sipil di pemerintahan daerah Bandarlampung itu awalnya hanya mengoleksi bonsai.

Setelah mengenal cobon setahun terakhir, ia seolah ketagihan mengoleksi. Total jenderal Rizal sudah mengoleksi sekitar 70 bonsai. Dua puluh di antaranya cobon. Pehobi olahraga itu meletakkan cobon di teras rumah.

Baca juga:  Jenis Tanaman untuk Diabetes Paling Ampuh

Baik Freeya dan Rizal menggunakan serbuk gergaji sebagai media tanam. Selain mudah didapat, serbuk gergaji juga bersifat lunak dan lembek sehingga memudahkan saat pindah tanam tanpa khawatir tanaman stres karena putus akar. Serbuk gergaji juga mampu menjaga kelembapan.

Media tanam alternatif lain ialah air. Adapun pasir atau batu-batu alam ia gunakan sebagai penutup media tanam. Fungsinya mencegah serbuk gergaji mencelat keluar sewaktu penyiraman dan menambah nilai estetis.

Freeya Alle menekuni bonsai kelapa sejak 1997.
Freeya Alle menekuni bonsai kelapa sejak 1997.

Nilai estetis cobon sesungguhnya bentuk yang unik. Dibutuhkan waktu sedikitnya 6 bulan untuk memunculkan bentuk bonsai dari kelapa. Untuk menjaga bentuk, cobon perlu mendapat perawatan rutin berupa penyayatan serabut di pelepah daun untuk membuang daun tua.

Freeya menyarankan penyayatan 3—7 hari sekali. Jumlah daun tua yang dibuang tidak tentu. Tergantung kemunculan daun baru. “Pernah dari 8 daun hanya saya sisakan 2 lembar,” ungkapnya. Penyayatan harus dilakukan dengan hati-hati. Jangan sampai menyayat kambium.

Polemik Bonsai Kelapa

Cobon sebenarnya bukan hal baru. Pehobi bonsai di Rawabelong, Jakarta Barat, H Fauzi Muchtar, sudah mengoleksi cobon sejak 2009. Kala itu salah satu koleksi cobonnya dinobatkan sebagai koleksi eksklusif. Tingginya hanya 70 cm diukur dari pangkal hingga pucuk batang dan panjang daun maksimal 80 cm. Keistimewaannya terletak pada batang berlekuk mirip pinggul penari jaipong yang tengah bergoyang sehingga dinamai penari jaipong dari Rawabelong.

Proses Pembuatan Cobon (Coconut Bonsai)
Proses Pembuatan Cobon (Bonsai kelapa)

Pergerakan tren cobon terbilang lambat. Itu bisa jadi disebabkan polemik layak tidaknya cobon disebut bonsai. Dilihat dari tinggi, koleksi cobon Freeya, Rizal, dan Fauzi bisa dikategorikan bonsai. Menurut pehobi bonsai di Pluit, Jakarta Utara, T. Soekimto, kriteria bonsai memiliki tinggi minimal 15 cm hingga 1,5 m maksimal dengan ciri khas daun kecil.

Baca juga:  Menanam Bunga Anggrek Pada Media Arang

“Tapi bonsai kelapa belum bisa disebut sebagai bonsai karena daunnya tidak kecil,” jelas Akim—panggilan Soekimto. Karakter kelapa tidak masuk dalam kategori bonsai kontes. Itulah sebabnya cobon belum bisa disertakan dalam kontes bonsai. Terlepas dari polemik itu, cobon layak menjadi tanaman koleksi sebagaimana bonsai pada umumnya.

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *