cara mudah budidaya tanaman mint di pot,daun mint,tanaman mint

Cara mudah budidaya tanaman mint | Anda pastinya sudah sangat mengenal yang namanya daun mint satu ini. Daun mint dengan kandungan mentholnya sering digunakan sebagai bahan perasa makanan dan minuman atau obat.

Karena manfaatnya yang cukup banyak tersebut, membuatnya terkenal hingga keseluruh dunia, khususnya Indonesia. Meskipun sebenarnya tanaman mint bukan berasal dari Indonesia.

Dari segi ekonomi, permintaan pasar terhadap daun mint ini cukup tinggi sehingga tak jarang orang yang mulai membudidayakannya. Budidaya daun mint memang bisa menghadirkan keuntungan yang cukup besar, pasalnya harga dari daun mint ini yang berada di atas rata-rata.

Nah, bagi Anda yang juga tertarik untuk melakukan budidaya daun mint, berikut ini kami rangkumkan cara budidaya daun mint dalam pot yang bisa Anda contoh.

Yuk pelajari cara mudah budidaya tanaman mint sendiri

 

tanaman mint
Tanaman mint dalam pot

Sebenarnya, untuk memiliki tanaman mint sangatlah mudah. Anda cukup membeli bibit tanaman mint yang sudah tumbuh di dalam pot. Tugas Anda berikutnya hanya merawat dan memanen daun mint tersebut.

Namun bukan seperti itu yang akan kita bahas pada artikel ini, melainkan budidaya/ menanam tanaman mint dari awal. Secara umum budidaya tanaman mint dapat menggunakan 2 cara berikut, yakni budidaya dengan biji dan budidaya dengan stek batang. Dia artikel ini kami akan membahas cara mudah budidaya tanaman mint di pot dengan cara stek batang.

Baca juga:  Daun Pohon Binjai Turunkan Gula Darah

Sebelum memulai budidaya daun mint dalam pot, lebih Anda menyiapkan terlebih dahulu beberapa bahan dan alat yang dibutuhkan, seperti indukan daun mint yang sehat dan bagus, media tanam (tanah, pasir dan pupuk kandang/kompos), pot, pecahan genting, larutan alkohol 70%, sekop dan pisau/ gunting.

Setelah bahan dan alat diatas sudah dipersiapkan, langkah selanjutnya adalah melakukan budidaya daun mint-nya. Berikut langkah-langkah budidaya daun mint di pot yang mudah bisa Anda terapkan.

Menyiapkan bibit tanaman mint

Dari indukan yang sudah dipersiapkan tadi, pilihlah batang tanaman mint yang sudah cukup dewasa namun tidak terlalu tua. Potonglah dengan jarak 1 cm dari pangkal percabangan menggunakan pisau yang bersih. Panjang batang yang diperlukan antara 10-15 cm.

Alat potong yang digunakan, pisau/ gunting harus disterilkan terlebih dahulu menggunakan larutan alkohol. Buang daun-daun yang tumbuh di batang yang sudah dipotong tadi. Kemudian rendam menggunakan air dingin.

Ada dua pilihan yang bisa Anda lakukan yakni menumbuhkan terlebih dahulu akar dan tunas dengan cara merendam dalam air, atau bisa juga dengan langsung menanam batang yang di potong tadi ke media tanam.

Menyiapkan media tanam

Langkah selanjutnya dalam cara budidaya daun mint adalah dengan menyiapkan media tanamnya. Media tanam didapatkan dengan cara mencampurkan tanah subur, pasir dan pupuk kandang/kompos dengan perbandingan 3:1:1.

Siapkan terlabih dahulu pot yang sudah diberi lubang kecil dibawahnya, lalu isi terlebih dahulu dengan pecahan genteng secukupnya. Selanjutnya masukkan campuran tanah, pasir dan pupuk kandang/kompos tadi.

Menanam bibit tanaman mint ke dalam pot

Langkah dalam menanam tanaman daun mint selanjutnya adalah menanamkan bibi ke dalam pot yang sudah disiapkan tadi. Buat lubang terlebih dahulu di tengah-tengah media tanam, lalu tanamkan batang bibitnya.

Baca juga:  Aneka Jenis Model Akuaponik

Tutup dengan media tanam dan padatkan agar bibit bisa berdiri tegak. Anda sebaiknya menaruh bibit tanaman mint ini di tempat yang terpapar sinar matahari yang cukup, namun tidak terlalu panas. Jangan lupa untuk menyiramnya agar bibit bisa tumbuh sehat.

Perawatan tanaman mint

Hal yang paling penting dilakukan dalam hal budidaya, khususnya untuk budidaya daun mint ini adalah perwatan. Perawatan haruslah dilakukan dengan rutin dan berkala supaya tanaman bisa tumbuh sehat dan cepat berkembang.

Lakukan penyiraman secara rutin satu kali sehari agar bibit cepat berkembang dan tidak kekurangan nutrisi. Penyiangan juga penting dilakukan agar kualitas tanah bisa lebih terjaga dan nutrisinya tidak berkurang. Lakukan pemangkasan pada batang yang sekiranya mengganggu dan jangan lupa juga rutin membuang daun mint yang tua.

Untuk pemupukan,  Anda bisa mengaplikasikannya setiap seminggu sekali. Baik pupuk organik atau anorganik dapat digunakan untuk menyuplai kebutuhan nutrisi tanaman.

Lakukan penyemprotan tanaman mint dengan pestisida atau fungisida jika dilihat ada serangga atau jamur yang menyerang. Serangga yang biasa menyerang tanaman mint adalah kutu daun, kumbang akar, tungau dan lain sebagainya.

Masa panen daun mint

Inilah momen yang paling ditunggu-tunggu dalam hal menanam daun mint. Pemanenan sendiri bisa dilakukan setelah tanaman berumur sekitar 6 bulan dengan cara memetik daun mint yang sudah berumur sekitar 2 minggu.

Demikian tadi informasi cara menanam/ budidaya tanaman daun mint di pot yang mudah bisa Anda terapkan. Semoga informasi diatas bermanfaat.

Similar Posts