Cara Maniskan Melon 1
Penanaman melon secara hidroponik mudah mengatur tingkat kemanisannya

Penanaman melon secara hidroponik mudah mengatur tingkat kemanisannya

Pekebun meyakini menanam melon secara hidroponik menghasilkan buah manis.  Kuncinya, kadar magnesium, fosfor, kalium tinggi; kandungan nitrat lebih besar daripada N-amonium; kadar amonium serendah mungkin (bila memungkinkan ditiadakan sama sekali); EC lebih besar daripada 3,0; pH 5,5; serta sinar matahari melimpah. Hara fosfor memiliki keahlian mengubah gelombang sinar matahari menjadi energi kimia dalam bentuk karbohidrat berenergi besar, sehingga menjadi gula yang manis.

Fungsi hara kalium mengatur proses fotosintesis, distribusi, pengangkutan, dan penggudangan karbohidrat. Sebagai penyedia kalium, gunakan kalium nitrat KNO3, monokalium fosfat/MKP/KH2PO4, atau kalium sulfat K2SO4. Nitrat dan fosfat sebagai anion yang dapat memaniskan buah. Sementara SO42- sebagai anion. Unsur S berperan memberi aroma karena inti dari minyak asiri. Hindari penggunaan KCl atau MOP sebagai penyedia unsur kalium. Sebab, lubang antarsel akan melebar dan air di sekeliling masuk ke sel tanaman jika kena pengaruh Cl.

Sel raksasa
Akibatnya, terjadilah sel raksasa yang sebagian besar berisi air, konsistensi sel rusak, dan buah melon hambar. Penambahan unsur magnesium sebagai inti butir klorofil akan meningkatkan jumlah dan kualitas klorofil. Pembentukan karbohidrat pun meningkat dan melon menjadi manis. Pentil buah yang sedang membesar juga banyak membutuhkan magnesium untuk pembentukan kulit buah agar berwarna hijau.

Melon berkualitas kadar kemanisannya 15° briks

Melon berkualitas kadar kemanisannya 15° briks

Karena proses fotosintesis klorofil di kulit buah mutlak membutuhkan sinar matahari, hindari membungkus buah menggunakan kertas karbon, semen, ataupun koran yang tidak tembus cahaya. Sinar matahari yang tembus akan berfotosintesis meningkatkan pembentukan karbohidrat untuk menambah manisnya melon.

Banyak pula pekebun yang merompes daun agar buah terkena sinar matahari. Risikonya, terjadi sunburn, buah gosong terbakar matahari. Hindari perompesan daun tua. Sebab, klorofil masih aktif dan dapat menambah kiriman asimilat ke akar. Selain menambah fosfor, kalium, dan magnesium, pekebun sebaiknya menggunakan N-amonium serendah mungkin. Bahkan, jika memungkinkan ditiadakan sama sekali penggunannya.

Baca juga:  Rosela Menjaga Hati

Amonium terdapat dalam dalam urea CO(NH2)2 dan amonium sulfat (NH4)2SO4. Amonium yang terserap beserta air pembungkus tiap ion dan molekul membentuk sel raksasa. Sel tanaman akan penuh dengan amonium dan air, tetapi sitoplasmanya tetap tidak bertambah. Akibatnya konsistensi sel encer dan melon menjadi hambar. Apabila tanaman membutuhkan nitrogen, berikan nitrat. Misalnya dari Ca-nitrat ataupun kalium nitrat. Sel yang terbentuk kompak, padat, kuat, tahan serangan penyakit, dan toleran lingkungan buruk.

Pilih lokasi
EC pupuk sebaiknya tinggi, sekitar 3,0 mS/cm. Penggunaan EC rendah sulit mendapatkan kemanisan yang diharapkan. Tak jarang budidaya tanaman di media seperti arang sekam memungkinkan terjadinya akumulasi hara. Akibatnya EC melampaui batas fitotoksisitas dan menyebabkan daun gosong. Itu sebabnya jika berbudidaya menggunakan media tanam seperti sekam sebaiknya memakai EC agak rendah guna menghindari akumulasi terlalu cepat.

Volume pemberian hara sebaiknya juga tinggi. Misalnya pada hidroponik tetes, berikan 1,5 liter/hari/tanaman berbatang satu, pemberian dilakukan 5 kali per hari masing-masing 300 ml, diatur dengan timer menggunakan “dripper” atau “drip regulator”. Bila menggunakan sistem nutrient film technique (NFT), gunakan curah atau flowrate minimum 2 liter/menit/talang. Usahakan pompa jalan terus selama 24 jam. Bila pompa malam hari dimatikan, maka konsistensis sel akan berantakan sehingga melon menjadi hambar.

Pemilihan lokasi penanaman juga harus tepat. Pilih lokasi penanaman dengan masa penyinaran matahari lama dan intensitas cahaya tinggi. Sinar matahari dibutuhkan tanaman untuk proses fotosintesis. Penanaman pada musim hujan banyak awan dan kabut sehingga intensitas matahari rendah. Akibatnya, waktu penyinaran menghasilkan jumlah “youle” energi yang sampai ke sasaran kecil. Melon pun menjadi hambar.

Yos Sutiyoso

Yos Sutiyoso

Usahakan kepadatan tanaman agak rendah dan jarak tanam leluasa. Tujuannya, sinar matahari dapat penetrasi ke dalam kanopi hingga bagian bawah. Fotosintesis karbohidrat membutuhkan gelombang cahaya 200—1.000 nm (nanometer). Agar buah terasa manis, diperlukan gelombang panjang lebih dari 770 nm. Ketersediaan air di dalam tanaman harus tercukupi. Hindari tanaman layu karena dehidrasi, atau kelembapan nisbi (RH) rendah. Batas RH rendah 50%. Apabila RH rendah, segera lakukan pengabutan agar RH kembali optimal, yakni 70%. Peningkatan kelembapan juga dapat dilakukan dengan penyemprotan air atau penyiraman secara manual.

Baca juga:  Lovebird Burung Cinta Harga Mewah

Pekebun bisa juga meningkatkan kadar karbondioksida di dalam greenhouse. Greenhouse ditutup rapat, kadar CO2 ditingkatkan dengan mengalirkan gas CO2 dari 300 menjadi 1.600 ppm. Akibatnya proses fotosintesis asimilasi karbohidrat meningkat. Gas karbondioksida disintesis dengan air di dalam klorofil menggunakan bahan bakar sinar matahari. Lalu terbentuklah karbohidrat atau gula manis. Usahakan angin sepoi-sepoi di dalam greenhouse mengantarkan udara segar dengan kandungan CO2 tinggi. Itu untuk menggantikan udara yang kandungan CO2 nya menipis karena diserap daun.

Dengan menerapkan teknik di atas, kadar kemanisan melon mencapai 15°briks. Buah tahan simpan hingga 10 hari dan tahan pengangkutan jarak jauh. Kadar kemanisan dapat pula mencapai 16°briks, tetapi buah overripe alias terlalu ranum dan tidak tahan simpan. Pada angka 17°briks, buah harus langsung dimakan di tempat dan tidak dapat disimpan lagi. Oleh karena itu, angka 15 brix merupakan angka paling baik untuk produksi melon hidroponik. (Yos Sutiyoso*)

*) Ir Yos Sutiyoso, praktikus hidroponik di Jakarta

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *