Cara Lezat Atasi Hipertensi 1
Daun cincau mengandung flavonoid tinggi yang berfungsi menurunkan tekanan darah.

Daun cincau mengandung flavonoid tinggi yang berfungsi menurunkan tekanan darah.

Cincau hijau efektif turunkan tekanan darah tinggi.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia merilis data prevalensi hipertensi secara nasional pada 2012 mencapai 25,8% pada masyarakat di atas usia 18 ta­hun. Dari jumlah itu, 7% mengalami serangan stroke. Sementara sisanya berkembang menjadi penyakit jantung sebanyak 1,5%, gagal jantung (0,13%), dan gagal ginjal (0,2%). Bahkan hipertensi penyebab kematian nomor tiga di Indonesia setelah stroke dan tuberkulosis, yakni mencapai 6,7%.

Ironisnya hasil riset kesehatan dasar Kementerian Kesehatan pada 2007 menunjukkan hanya 7,2% dari 31,7% penderita menyadari dirinya mengidap hipertensi. Dari jumlah itu hanya 0,4% yang berobat. Padahal, tanda tekanan darah tinggi mudah dikenali antara lain pusing, kepala berdenyut, dan sakit kepala belakang. “Kalau tanda-tanda itu muncul segera periksakan tekanan darah,” ujar Prof Dr dr Nyoman Kertia, SpPD, KR.

Prof Dr dr Nyoman Kertia, SpPD, KR, guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada.

Prof Dr dr Nyoman Kertia, SpPD, KR, guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada.

Keturunan
Menurut guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada itu, jika angka atas (sistolik) lebih dari 140 mmHg dan bawah (diastolik) lebih dari 90 maka tergolong hipertensi. Pemicunya faktor keturunan, yang prevalensinya mencapai 85%. “Genetika mempengaruhi ukuran pembuluh darah. Kalau dia punya gen keturunan pembuluh darah sempit, itu bisa menjadi pemicu darah tinggi,” tutur Nyoman.

Pemicu lain pola hidup kurang sehat seperti stres, konsumsi berlebih makanan berlemak, dan atau garam. Menurut Nyoman stres membuat pembuluh darah menegang, makanan berlemak menyebabkan plak yang menyumbat pembuluh darah. Keduanya membuat pembuluh darah menyempit. Sementara, “Garam meningkatkan volume darah karena garam dapat menyedot cairan dari luar ke dalam pembuluh darah,” kata Nyoman.

Baca juga:  Ir Susanto Wijaya : Sulap Rumah Jadi Kebun

Dokter spesialis penyakit dalam di RSUP dr Sardjito Yogyakarta itu mengatakan, ada dua hal yang membuat tekanan darah tinggi yaitu meningkatnya volume darah dan pembuluh darah menyempit. Jika hipertensi tak tertangani dan terus meninggi, maka memicu kerusakan. Kerusakan itu adalah ketajaman mata berkurang, kerusakan hingga gagal ginjal, kerusakan organ jantung hingga menyebabkan gagal jantung, serta serangan stroke hingga meninggal.

Cincau Hijau tetap berkhasiat meski ditambah bahan lain seperti santan dan gula merah.

Cincau Hijau tetap berkhasiat meski ditambah bahan lain seperti santan dan gula merah.

Untuk mengatasi darah tinggi yang masih belum akut dengan tekanan darah 140/90 mmHg, dokter menyarankan memperbaiki pola hidup seperti mengurangi makan-makanan berlemak dan mengandung garam, mengurangi stres, dan melakukan olahraga rutin. Jika angkanya di atas itu, dokter akan memberikan obat-obatan sesuai dengan kondisi pasien. “Beberapa di antaranya bersifat mengurangi volume darah, melebarkan pembuluh darah, dan meredakan stres. Semua menyesuaikan kondisi pasien,” kata Prof Nyoman.

Cincau hijau
Ternyata ada cara meredakan hipertensi selain mengasup obat kimia, yaitu konsumsi cincau hijau. Kudapan nikmat dan segar itu terbukti ampuh menurunkan tekanan darah yang tinggi. Riset Fitriana Sundari dan rekan dari Departemen Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor mengungkap fakta itu. Subjek penelitian Fitriana adalah 25 perempuan berusia 45—76 tahun.

Kumis kucing berfaedah atasi tekanan darah tinggi.

Kumis kucing berfaedah atasi tekanan darah tinggi.

Selama 14 hari, subjek mengonsumsi minuman daun Premna oblongifolia yang mengandung gula merah biasa (formula A) dan gula merah nonkalori (formula B). Pembeda kedua kelompok subjek itu adalah interval dan formula yang mereka konsumsi. Kelompok ke-1 mengonsumsi formula A sehari sekali. Kelompok ke-2 mengonsumsi formula A dua hari sekali. Kelompok ke-3 mengonsumsi formula B sehari sekali.

Kelompok ke-4 mengonsumsi formula B dua hari sekali. Dan kelompok ke-5 kontrol. Jeda pemberian formula berselang dua hari. Setelah 2 pekan, kelompok 1 mengalami penurunan tekanan darah dari 172/94 mmHg menjadi 146,8/79 mmHg. Begitu juga dengan kelompok 2 dari 165,2/88,2 mmHg menjadi 148,2/82,4 mmHg, grup 3 (172,4/91,8 mmHg menjadi 162,2/77,2 mmHg), dan kelompok 4 (167,4/91,2 mmHg menjadi 147,4/85,2 mmHg).

Baca juga:  Aral Suling Serai

Sementara kontrol mengalami penurunan tekanan diastolik sekaligus peningkatan tekanan sistolik dari 180,8/102,4 menjadi 182,8/101,2 mmHg. Dalam riset itu Fitriana menjelaskan bahwa kandungan kalium, serat, dan senyawa aktif flavonoid pada daun tanaman anggota famili Verbanaceae itu bersinergi menurunkan tekanan darah. Herbalis di Kotamadya Batu, Provinsi Jawa Timur, Wahyu Suprapto mengungkapkan hal senada.

 Seledri juga berkhasiat antihipertensi.

Seledri juga berkhasiat antihipertensi.

“Kandungan serat yang tinggi pada cincau membantu pengeluaran garam dan lemak yang menyebabkan darah tinggi,” ujarnya. Apa boleh menambahkan bahan lain? Menurut Wahyu boleh saja menambahkan bahan lain seperti gula merah dan santan. Syaratnya santan baru, bukan yang dihangatkan beberapa kali. Hasil riset Fitriana menunjukkan penambahan gula merah tak mempengaruhi aktivitas zat aktif pada cincau.

Artinya pencampuran cincau hijau dan gula merah tak menurunkan khasiat daun kaya klorofil itu. Menurut Prof Nyoman, selain cincau hijau beberapa herbal lain juga ampuh menstabilkan tekanan darah seperti daun seledri, daun kumis kucing, dan akar alang-alang. “Herbal penstabil tekanan darah itu rata-rata bersifat mengurangi volume darah dengan cara meningkatkan aktivitas berkemih atau diuretik,” tutur Prof Nyoman.

Kini pengidap hipertensi bisa meredakan tekanan darah secara nikmat dengan mengonsumsi secara rutin cincau hijau. Keruan saja tetap menjalani pola hidup sehat dan menghindari stres. (Bondan Setyawan)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *