Air kelapa tingkatkan sistem kekebalan tubuh

Air kelapa tingkatkan sistem kekebalan tubuh

Menjaga vitalitas tubuh dengan konsumsi herbal kaya antioksidan.

Peralihan musim kerap membawa penyakit-penyakit seperti flu, demam, dan diare yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Celakanya penyakit-penyakit itu semakin ganas dan cepat penularannya. Dokter spesialis penyakit dalam di Jakarta, dr Nafi’uddin Mahfudz, MKes, SpPD, mengungkapkan, proses perubahan iklim membuat tubuh melakukan adaptasi. Semakin ekstrem atau cepat perubahan iklim, proses adaptasi tubuh juga semakin keras.

“Ketika proses adaptasi terjadi, tubuh harus dalam kondisi fit. Jika tidak, sistem imun tubuh menjadi tak stabil dan membuat tubuh rentan terserang penyakit,” ujar Mahfudz. Usia paling rentan terserang penyakit ketika pergantian iklim adalah bayi di bawah lima tahun dan lanjut usia di atas 60 tahun. “Balita sistem imun tubuhnya belum matang, sementara lansia sudah mengalami proses degeneratif sistem kekebalan tubuh,” ujar dr Nafi’uddin.

Antioksidan
Meski demikian penyakit itu juga tak menutup kemungkinan menyerang usia produktif ketika tubuh dalam kondisi lemah. Menurut Mahfudz untuk menjaga tubuh tetap fit saat peralihan musim kita dapat mengonsumsi produk berantioksidan tinggi. “Antioksidan mampu membentengi tubuh dari gempuran beragam penyakit dan meningkatkan daya adaptasi terhadap perubahan iklim,” ujar alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret itu.

Antioksidan membentengi tubuh dari radikal bebas atau senyawa penganggu kesehatan yang menjadi lawan antioksidan. Menurut Ketua Umum Perhimpunan Dokter Herbal Medik Indonesia (PDHMI), dr Hardhi Pranata SpS MARS, dalam keadaan normal, tubuh memproduksi antioksidan seperti enzim glutathion (GSH) dan super oksida dismutase (SOD). “Enzim itu mampu menetralisasi radikal bebas,” kata dokter spesialis saraf di Rumahsakit Gatot Subroto di Jakarta itu.

dr Nafi’uddin Mahfudz, MKes, SpPD, “Proses perubahan iklim membuat tubuh melakukan adaptasi”

dr Nafi’uddin Mahfudz, MKes, SpPD, “Proses perubahan iklim membuat tubuh melakukan adaptasi”

Ketika radikal bebas lebih banyak daripada antioksidan, antioksidan tubuh tak mampu mengimbanginya. Dampaknya terjadi stres oksidatif sehingga menyebabkan beragam penyakit termasuk atherosklerosis, stroke, penyakit parkinson, alzheimer, jantung koroner, diabetes mellitus, kanker, dan penuaan dini. tulah sebabnya untuk mengimbangi radikal bebas, perlu konsumsi nutrisi berkadar antioksidan tinggi.

Baca juga:  Selamat Datang Primadona Baru

Di pasaran terdapat banyak suplemen berantioksidan tinggi seperti bioterra, biojanna, jahe merah, dan konsentrat bluberi. Bioterra, misalnya, merupakan herbal yang terbuat dari formulasi fermentasi air kelapa, sari buah, susu dan bahan alami lainnya seperti stroberi, bit, pisang, dan temulawak. Herbal produksi CV Probioterra Lestari itu semakin lengkap karena mengandung 3 bakteri baik yaitu Lactobacillus sp, Bifidobactirium dan Staphylococcus thermophillus.

Menurut dr Nafi’uddin sebagai divisi riset dan pengembangan CV Probioterra Lestari, boterra meningkatkan antioksidan tubuh karena kandungan probiotik dan bahan lain di dalamnya. “Kombinasi buah-buahan dan air kelapa sebagai media tumbuh probiotik menghasilkan antioksidan kuat yang mampu menjaga tubuh dari serangan radikal bebas,” ujarnya.

Menurut Nafi’uddin semua kalangan dari balita hingga lanjut usia dapat mengonsumsi herbal itu. “Untuk balita dosisnya 1—2 ml sekali minum, dan diminum 2 kali sehari,” ujar Nafi’uddin. Selain dapat diminum langsung, biotera juga bisa dicampur air putih, teh, air perasan jeruk, susu, sirop, madu, atau sari kurma.

Jahe merah juga terbukti berantioksidan tinggi. Bahkan rimpang pedas itu mampu menurunkan kolesterol jahat. Fakta itu terungkap dari uji klinis Lana Zuhara Dibya Nuh Huda dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah, Surabaya pada 16—18 Juni 2014. Lana meneliti 31 warga hiperkolesterol di kelurahan Rungkut Tengah, Kecamatan Gunung Anyar, Surabaya.

Ia memberikan 8 gram ekstrak jahe selama 3 hari kepada warga. Mereka meminum herbal itu dengan menambahkan 200 cc air hangat. Hasil pengukuran pascaperlakuan, kadar kolesterol warga yang semula rata-rata 270,612 mg/dl turun menjadi 242,733 mg/dl. Menurut Lana komponen dalam jahe berupa gingerol bersifat antikoagulan. Fungsi dari antikoagulan gingerol dapat menghambat penggumpalan darah sehingga dapat menurunkan kadar kolesterol yang tinggi.

Senyawa gingerol dalam jahe merah berkhasiat antikolesterol

Senyawa gingerol dalam jahe merah berkhasiat antikolesterol

ORAC
Produsen memfermentasi beragam herbal dalam kurun waktu tertentu. Hasil proses fermentasi itu berupa enzim-enzim yang banyak dibutuhkan tubuh ditambah vitamin dan mineral. Efeknya sistem imunitas dan detoksifikasi tubuh menjadi lebih optimal. Pilihan lain yang juga tak kalah ampuh membentengi tubuh dari penyakit adalah buah bluberi. Hasil riset Yanita McLeay dan rekan dari School of Sport and Exercise, Massey University, Palmerston North, Selandia Baru nilai oxygen radical absorbance capasity (ORAC) blueberi lebih dari 5.000. Buah itu pun terbukti ampuh mempercepat perbaikan dan pemulihan otot para atlet berkat antioksidannya.

Baca juga:  Janji Laba Jahe

ORAC adalah sebuah metode untuk mengukur kekuatan antioksidan untuk menetralisir radikal bebas. Semakin tinggi nilai ORAC, semakin efektif kekuatan antioksidan untuk menghentikan kerusakan akibat radikal bebas dalam tubuh. Nilai ORAC bluberi Vaccinium corymbosum cukup tinggi bandingkan dengan tomat yang hanya 200 orac atau anggur yang hanya 1.100 orac.

Untuk mendapat khasiat bluberi, di pasaran juga tersedia beragam olahannya dalam bentuk herbal siap konsumsi, seperti serbuk jus, kapsul dan konsentrat. Menurut Vice Branch Manager PT Green World Global, Tony produk olahan bluberi itu terjual di 28 negara di antaranya Thailand, Afrika Selatan, dan Rusia. Produk andalan PT Geen World Global adalah green world bluberry concentrate yang mengandung 100% buah bluberi.

Menurut Tony khasiat konsentrat itu untuk mengatasi penyakit pembuluh darah jantung dan otak seperti hipertensi, gula darah tinggi, kolesterol, dan stres oksidatif. Khasiat lain membantu mengatasi diabetes mellitus, kanker, saluran pernapasan kronis, dan penyakit hati setrta membersihkan radikal bebas, menjaga kinerja normal sel dan metabolisme tubuh. Dengan menjaga tubuh tetap sehat, hidup akan lebih bahagia. (Bondan Setyawan)

 

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d