Kurma menjadi santapan sehari-hari penduduk negara-negara di Asia barat daya.

Kurma menjadi santapan sehari-hari penduduk negara-negara di Asia barat daya.

Kurma hidangan istimewa sejak zaman Firaun. Kini makin beragam cara menikmatinya.

Inilah penganan kesukaan ustaz, As-Syeikh Ahmad Al Misry, saat berbuka puasa, kurma berselimut susu dan air dingin rendaman kurma. “Keduanya paling pas untuk mengusir lapar dan melepas dahaga,” ujar Ahmad Al Misri. Citarasa kurma semakin menggoda dengan campuran susu. Sementara air kurma menciptakan rasa manis yang ringan. Ia menuturkan berbuka puasa dengan kurma dianjurkan oleh Nabi Muhammad.

“Menyantap kurma usai puasa sudah menjadi keharusan,” ujar pria asal Kota Benha, Mesir, itu. Para ahli gizi sepakat kurma pas untuk hidangan berbuka. Ahli gizi dan kuliner di Jakarta Selatan, Emma Satriaty Wirakusumah MSc, menuturkan kurma segar mengandung 60—65% fruktosa, sedangkan kurma kering 75—85% fruktosa. “Fruktosa yang masuk ke dalam tubuh langsung dicerna dan diubah menjadi energi,” ujar Emma.

Selain itu sebutir kurma juga mengandung gizi lengkap seperti karbohidrat, protein, kalium, dan serat. Syeikh Ahmad Al Misri menuturkan warga Mesir gemar mengolah kurma menjadi beragam penganan enak, seperti menu berbuka puasanya. Ia cukup merendam kurma ke dalam air matang beberapa saat lalu meniriskannya.

Kurma dibudidayakan sejak 3.000 tahun sebelum masehi di lembah Sungai Nil.

Kurma dibudidayakan sejak 3.000 tahun sebelum masehi di lembah Sungai Nil.

Menu utama
Menurut Syeikh Ahmad Al Misri, “Perendaman itu bertujuan untuk menghilangkan kotoran dan debu yang menempel di permukaan buah.” Kemudian pria yang sudah menetap di Indonesia selama 5 tahun itu membuang air rendaman dan menggantinya dengan air baru. Ia berujar, “Perendaman yang kedua berguna untuk melunakkan dan melembutkan daging buah.”

Selanjutnya ia memisahkan kurma dan air rendaman setelah 3 jam, menaburi susu atau gula, dan kini siap santap. Sementara itu ia dapat langsung meminum air rendamannya atau menyimpan di kulkas. Sejak zaman prasejarah Mesir kurma sudah menjadi hidangan penting dalam jamuan makan. Buah Phoenix dactylifera hadir melengkapi menu-menu utama.

Baca juga:  Pelopor Kalatea di Negeri Jingga

Budidaya pohon kerabat palem itu sudah dimulai sejak 3.000 sebelum masehi di lembah Sugai Nil. Adapun bangsa Mesopotamia lebih awal memulai menanam kurma, yakni pada 4.000 sebelum masehi. Selama berabad-abad kurma menjadi santapan sehari-hari penduduk di negeri padang pasir. Pepatah Arab menyebut sebuah keluarga tidak akan kelaparan selama ada kurma.

Bahkan, suku Badui Arab tidak akan nyenyak tidur jika berada di bawah pohon tamar—sebutan kurma di Arab—lantaran memikirkan lezatnya buah. Mereka hidup berpindah-pindah dan mengandalkan kurma sebagai sumber makanan. Boleh dibilang kurma ibarat tambang emas di gurun. Pamornya bahkan sudah menyebar hingga kerajaan Romawi Kuno.

Kurma ajwa paling dicari konsumen, meskipun harganya relatif mahal, Rp500.000 per kg.

Kurma ajwa paling dicari konsumen, meskipun harganya relatif mahal, Rp500.000 per kg.

Mereka mendatangkan kurma dari Kota Jericho, Palestina, sebagai pemanis makanan. Menurut Ghille Basan dalam “The Middle Eastern Kitchen” orang Arab terbiasa mengonsumsi kurma dan kacang dalam sepiring nasi atau mengoleskan dibs—selai kurma kental—pada lembaran roti. Mereka juga menaburkan kurma kering pada ikan sebelum dibakar.

Kuliner dunia
Beragam kuliner khas Asia barat kerap menyertakan kurma sebagai salah satu komponennya. Komunitas Yahudi selalu membuat kue dari campuran kurma dan pasta kismis untuk menemani perayaan Paskah. Adapun umat Muslim dan Kristen menambahkan kurma sebagai pengisi biskuit ma’moul. Di Bahrain ibu-ibu rumah tangga biasa mengemas kurma matang di dalam plastik kedap air lalu menyimpannya di lemari pendingin hingga beku. Kurma beku itu lantas disajikan bersama teh setiap sore.

Sementara di Iran kurma menjadi camilan setiap saat atau dinikmati bersama secangkir teh pahit. Jika bosan mereka mengolah kurma menjadi kudapan kesukaan, misalnya ranginak. Ranginak terbuat dari campuran kurma, tepung, dan mentega dengan taburan kacang pistasi dan almon. Dari kawasan padang pasir kurma menyebar hingga benua Eropa dan Amerika.

Baca juga:  Belajar Hidroponik

Masyarakat Spanyol menyebut kurma dengan istilah datil, Jerman (dattel), dan Belanda (dadel). William Erskine dan rekan dari Pusat Penelitian Pertanian Kawasan Kering Internasional membagi penyebaran kurma menjadi dua jalur. Pertama dari Irak menuju timur meliputi Iran, Pakistan, dan India. Kedua melalui Mesir ke arah barat yakni Spanyol. Di Indonesia, kurma adalah buah yang paling dicari konsumen saat Ramadan.

Ada yang mengonsumsi tunggal, ada pula yang mengolahnya menjadi beragam kreasi makanan. Sebut saja brownis kurma, pia kurma, kurma wijen, dan cokelat kurma. Aneka olahan kurma itu mudah dijumpai di sentra penjualan, Tanahabang, Jakarta Pusat. Gerai-gerai makanan yang menjajakan produk itu laris diserbu pengunjung. Salah satu pemilik toko kurma, Pardi, menuturkan volume penjualan kurma mencapai 500 kg saat Ramadan.

Biskuit ma’moul berisi pasta kurma.

Biskuit ma’moul berisi pasta kurma.

“Jenis yang paling disukai adalah kurma ajwa atau kurma nabi, meskipun harganya relatif mahal,” ujar Pardi. Ia membanderol Rp400.000—Rp700.000 per kilogram. Butik kurma Bateel, milik Tania Walla, di Jakarta Selatan pun ramai pengunjung ketika Ramadan. Tania mampu menjual 2—3 -ton kurma selama bulan kesembilan itu. “Jenis yang paling dicari adalah ajwa dan medjool,” ujar Tania.

Ia menyediakan kurma dan olahannya dengan kualitas premium. Kemasannya pun eksklusif. Wanita berusia 41 tahun itu terinspirasi dari toko kurma eksklusif di Dubai, Uni Emirat “Target pasar kami adalah kalangan menengah ke atas,” ujarnya. Wajar bila kurma menjadi buah kesukaan. Kurma termasuk dalam daftar buah yang terekam di kitab suci. Misalnya pada Alkitab kurma tertulis dalam Mazmur 92:13 “Orang benar akan bertunas seperti pohon kurma….”

Kitab suci Al Quran menyebut kurma sebanyak 20 kali dengan nama an-nakhl, an-nakhiil, dan an-nakhlah. Sementara itu Ayurveda, kitab pengobatan Hindu, mencatat beragam khasiat kurma sebagai penawar rasa sakit dan penyegar. (Andari Titisari/Peliput: Ian Purnama Sari)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d