Bunga seruni atau lebih dikenal dengan nama bunga krisan, merupakan salah satu jenis tanaman hias yang banyak diminati masyarakat. Tanaman ini tidak hanya memiliki bentuk bunga yang indah, tetapi juga mempunyai banyak sekali variasi warna cerah yang menarik.

Bunga krisan (Chrysanthemum sp) memiliki banyak sekali warna cerah pada kelopak bunganya seperti warna merah anggur, kuning terang, putih, plum, merah muda atau lavender yang banyak sekali bermekaran di musim gugur. Tidak hanya warnanya saja yang bervariasi tetapi juga bentuk serta ukuran tanaman juga banyak macamnya. Bunga krisan banyak digunakan sebagai rangkaian bunga segar yang elok dipandang mata.

Cara Budidaya dan Merawat Bunga Krisan

Cara Budidaya Bunga Krisan

Kelebihan dari bunga krisan ialah mempunyai bentuk kelopak bunga yang indah, selain itu bunga ini termasuk tanaman yang mudah dibudidayakan, Bunga ini merupakan jenis tanaman perdu yang hidup secara musiman. Di Indonesia, bunga ini termasuk populer karena sering digunakan sebagai dekorasi ruangan, selain itu bunga krisan juga sering digunakan sebagai bahan membuat karangan bunga.

Usaha budidaya bunga krisan tergolong sangat menjanjikan karena mempunyai margin profit yang cukup tinggi. Keuntungan dari usaha bunga ini setera dengan tanaman hias bunga yang lain seperti bunga mawar juga melati. Berikut ialah beberapa hal penting yang perlu kamu perhatikan dalam budidaya serta merawat bunga krisan.

Memilih Lahan Tanam

Agar menghasilkan tanaman yang ideal serta sesuai dengan keinginan, hal pertama yang perlu diperhatikan ialah lokasi tempat menanam tanaman tersebut. Bunga krisan ini tumbuh dengan baik apabila suhu lingkungan tumbuhnya sekitar 20-26 derajat celcius. Jadi sebelum budidaya bunga krisan sebaiknya kamu memilih lahan dengan kriteria di atas agar tanaman bisa tumbuh dengan optimal.

Selain suhu yang sejuk, bunga krisan memerlukan kadar kelembabab udara yang cukup tinggi. Dimasa pembibitan, kelembaban udara yang diperlukan sekitar antara 90 sampai dengan 95 persen. Tanaman ini juga dapat tumbuh dengan baik bila ditanam di daerah pada ketinggian 700 hingga 1200 meter di atas permukaan laut.

Baca juga:  Potensi Bisnis Budidaya Bunga Sedap Malam

Persiapan Lahan Tanam Bunga Krisan

Setelah kamu menemukan lokasi yang tepat untuk mananam bunga krisan, langkah selanjutnya ialah mempersiapkan lahan tanam. Lahan tanam tersebut perlu digemburkan, bisa buat dengan cara dicangkul ataupun dibajak.

Selain itu lahan tanam juga perlu diberikan pupuk kandang atau dolomit agar menjaga tingkat kesuburan tanah juga menjaga tingkat keasaman tanah. Tanaman bunga krisan akan tumbuh dengan baik apabila suplai air terpenuhi, oleh karena itu kamu perlu membuat saluran drainase dengan baik sehingga aliran air bisa berjalan dengan lancar.

Penanaman Bibit Bunga Krisan

Setelah tempat serta lahan tanam sudah siap baru masuk proses penanaman bibit. Bibit yang akan ditanam sebaiknya dipilih yang berkualitas baik, salah satu cirinya memiliki 4-6 daun segar berwarna hijau, mempunyai akar merata juga tidak terjangkit penyakit ataupun hama.

Untuk masuk proses penanaman bibit sebaiknya lahan tanam sudah digemburkan serta dibuat gulutan dan didiamkan selama satu bulan. Setelah itu lahan baru bisa ditanami bunga krisan. Sirami lahan dengan air agar menjadi lembab, kemudian tanam bunga krisan dengan kepadatan 70 tanaman per meter persegi.

Merawat Bunga Krisan

Setelah selesai menanam bunga krisan langkah selanjutnya ialah melakukan perawatan sampai bunga tumbuh lalu siap untuk dipanen. Perawatan dapat dilakukan dengan cara mencabuti gulma yang tumbuh di sekitar bunga krisan. Menjaga kadar kelembaban tanah dapat lakukan dengan penyiraman secara teratur setiap pagi juga sore hari.

Selain itu kamu juga perlu mewaspadai hama serta penyakit yang menyerang tanaman. Ketika melihat tanaman terkena penyakit segera cabut lalu pisahkan agar tidak menyebar ke tanaman yang lain.

Jenis-jenis Bunga Krisan

Jenis Bunga Krisan

Seperti yang telah dibahas, bunga krisan mempunya beragam jenis, bahkan jumlahnya mencapai ratusan varietes yang tersebar di seluruh dunia. Di Indonesia, setidaknya ada sekitar 80-an varietes bunga krisan dengan berbagai warna yang eksotis.

Baca juga:  9 Tahap Cara Menanam Bunga Marigold Serta Perawatannya

Bunga krisan yang tumbuh di Indonesia merupakan jenis hibrida yang berasal dari berbagai negara seperti Belanda, Jepang serta Amerika Serikat. Berikut ini beberapa jenis bunga krisan yang tumbuh dan hidup di Indonesia.

Bunga Krisan Lokal (krisan kuno)

Jenis bunga ini sebenarnya berasal dari luar negeri, tetapi karena sudah lama serta telah sepenuhnya tumbuh dan beradaptasi dengan iklim tropis di Indonesia sehingga banyak yang menyebut bunga ini sebagai krisan lokal. Bunga krisan termasuk jenis bunga yang dapat tumbuh di berbagai musim dengan masa hidup sekitar 7-12 bulan. Setelah itu tanaman akan mengering lalu mati. Salah satu contoh bunga krisan yang masuk kategori ini ialah Crhysantemum maximum.

Bunga Krisan introduksi (krisan modern atau krisan hibrida)

Salah satu ciri dari tanaman ini yaitu memiliki sirklus hidup yang relatif singkat. Bunga krisan introduksi termasuk ke dalam tanaman yang bersifat annual. Contoh bunga krisan yang termasuk dalam golongan ini yaitu Indicum Hybrida Indianapolis Cossa (Berbunga Kuning), Chrysanthemum Indicum Hybrida Dark Flamingo, Clingo, Cossa, Indicum Hybrida Dolaroid, Pink Pingpong (Berbunga Pink), Fleyer (Berbunga Putih) serta  Alexandra Van Zaal (Berbunga Merah).

Krisan produk Indonesia

Krisan produk Indonesia maksudanya ialah bunga krisan yang dihasilkan dari penelitian juga pengembangbiakan bunga krisan oleh Balai Penelitian Tanaman Hias di Cipanas. Sehingga boleh disebut jenis bunga ini merupakan bunga asli Indonesia yang tidak bisa ditemukan di tempat lain.

Usaha budidaya bunga krisan termasuk salah satu peluang usaha yang patut dicoba. Ya, bunga ini banyak dicari oleh masyarakat sebagai tanaman hias. Selain itu bila kamu memiliki keahlian lebih, kamu bisa merangkai bunga krisan untuk dijadikan karangan bunga ataupun bunga pot untuk menghias ruangan.

Sumber : c a r a t a n a m . c o m