Cara Baru Semai Padi 1
Alat penanam padi saat ini disesuaikan jarak tanamnya dengan sistem jajar legowo

Alat penanam padi saat ini disesuaikan jarak tanamnya dengan sistem jajar legowo

Inovasi hemat lahan dan waktu tanam.

Sarno membuka pintu di sebuah bangunan kecil di pekarangan rumahnya. Ketika pintu terkuak, tampak wadah-wadah plastik berjajar di atas dua rak bambu. Di wadah plastik itulah tumbuh bibit padi dengan tinggi seragam. Ia memindahkan bibit dari kotak dengan cara menggulung sekaligus dengan media tanamnya dan memindahkan bibit-bibit padi berumur 3 pekan itu ke wadah plastik.

Petani di Klaten, Jawa Tengah, itu membawa bibit ke sawah. Ringan, praktis, dan tetap segar saat ditanam. Sarno menerapkan teknologi penyemaian padi di luar lahan. Tujuan memperpendek masa tanam sampai panen. “Metode pembibitan padi di luar lahan lebih praktis dan kesehatan tanaman mudah dikontrol. Selama proses pembibitan berlangsung, saya bisa mengolah dan mempersiapkan tanah sawah hingga siap tanam,” ujar Sarno.

Sistem perakaran saling terkait dan menyatu dalam wadah mempermudah pemindahan dan penanaman di lahan

Sistem perakaran saling terkait dan menyatu dalam wadah mempermudah pemindahan dan penanaman di lahan

Penyemaian kering
Sarno membangun sebuah bilik kecil di halaman rumah untuk pembibitan padi sesuai arahan peneliti di Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian, Serpong, Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Lembaga itu mengembangkan inovasi penyemaian padi modern terinspirasi dari petani di Jepang. Produksi padi di Negeri Sakura itu tetap stabil walau ada kendala iklim.

Saat musim dingin, petani tetap dapat membibitkan padi untuk penanaman pada musim semi menggunakan bantuan greenhouse. Modifikasi untuk menyesuaikan dengan iklim tropis Indonesia. Tim peneliti menguji coba temuan itu di Tegalgondo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Greenhouse diganti dengan bilik sederhana dari anyaman bambu untuk menjaga kelembapan dalam lingkungan pembibitan.

Lahan pembibitan berupa kotak plastik. Ia meletakkan kotak secara bertingkat di atas rak. Kapasitas rak berisi 100 kotak yang dilengkapi sistem irigasi curah dengan debit air 5 liter per menit. Sebuah alat pengabut mengalirkan air 3 kali per hari selama 15 hari. Air dipompa dari wadah yang diletakkan di dalam ruangan. Bilik penyemaian dapat diletakkan di tempat yang mudah diamati pertumbuhannya seperti di pekarangan rumah.

Baca juga:  Parade Tabulampot Gres

Sistem pembibitan padi modern itu untuk mendukung sistem penanaman padi menggunakan alat tanam. Kini terdapat tiga jenis alat tanam bibit padi hasil inovasi BB Mektan. Petani dapat mengoperasikan alat secara manual didorong tenaga manusia, digerakkan oleh traktor, atau mesin tanam yang memiliki sumber tenaga sendiri.

Walaupun hasil akhir utamanya untuk diaplikasikan ke mesin tanam, tetapi teknik penyemaian modern dapat juga untuk penanaman tradisional.

Pembibitan sistem basah dapat dilakukan oleh petani dengan lahan yang luas

Pembibitan sistem basah dapat dilakukan oleh petani dengan lahan yang luas

Penyemaian kering
Petani harus memakai benih berkualitas baik sehingga memperoleh pertumbuhan bibit yang merata. Itulah sebabnya menyeleksi benih suatu keharusan antara lain dengan melarutkan garam dalam air sampai berat jenis 1,06 – 1,13. Setelah itu masukkan benih padi ke larutan air garam. Pisahkan benih tenggelam yang menandakan kualitas baik dan sehat. Kemudian rendam benih hasil seleksi selama 24 jam, peram selama 12 jam, dan siram dengan air hangat 40°C untuk mempercepat pertumbuhan kecambah.

Keringkan benih sebelum penyemaian. Ukuran tempat penyemaian disesuaikan dengan ukuran tempat bibit pada mesin tanam, yaitu 58 cm x 28 cm x 2 cm. Kerapatan bibit juga perlu diperhatikan supaya tidak terlalu rapat. Jumlah benih 150–200 gram per kotak penyemaian. Itu untuk menghindari timbulnya kendala selama perawatan benih. Pertumbuhan tidak merata memerlukan banyak penyulaman tanaman.

Adapun bibit terlalu rapat berpotensi terambil terlalu banyak oleh mesin penanam. Syarat jumlah bibit padi normal mencapai 1,5–3 bibit per cm2 sedangkan untuk padi hibrida 1–1,5 bibit per cm2. Jenis tanah untuk media tanam sebaiknya lempung berpasir, tanah lempung, atau jenis tanah lempung liat—semuanya dalam kondisi kering dan halus. Untuk memperoleh tanah halus yang seragam, lakukan pengayakan dengan ukuran lubang 4–6 mm.

Sistem penyemaian menggunakan tanah dasar dan tanah penutup. Ketebalan tanah dasar untuk sistem penyemaian kotak adalah 1,5 cm atau 2– 2,5 cm. Tanah penutup untuk menjaga agar benih tidak terkena sinar matahari langsung, menjaga kerapatan tanaman, dan menghindari pergeseran benih pada saat kegiatan penyiraman.

Baca juga:  Khasiat Besar si Masam

Sistem penyemaian basah
Petani dengan lahan luas dapat menerapkan penyemaian modern di sekitar lahan atau disebut penyemaian basah. Pembuatan dimulai dengan mempersiapkan bedengan dengan tinggi 10 cm dari galengan dan lebar 160 cm. Selanjutnya pasang plastik dasar yang sudah dilubangi dan kotak kayu pembatas lahan berukuran 120 cm. Plastik itu berguna untuk mencegah keluarnya akar dari area tanam dan membuat saling terkait seperti teknik kering.

Tanah halus untuk mengisi pembatas lahan sampai ketinggian 2–2,5 cm dan ratakan. Basahi tanah dasar sebelum ditaburi benih sebanyak 750–900 gram per m2. Setelah benih ditabur, tutup dengan tanah halus setinggi 0,5 cm. Tahap akhir pembuatan lahan adalah menutup penyemaian dengan mulsa dan net untuk menghindari gangguan binatang. Pemindahan bibit ke lahan dilakukan setelah penyemaian mencapai umur 15–20 hari setelah tebar.

Teknik pembenihan kering di luar lahan hemat tempat dan mempercepat waktu budidaya padi

Teknik pembenihan kering di luar lahan hemat tempat dan mempercepat waktu budidaya padi

Penyemaian padi modern itu menggunakan teknik khusus untuk membentuk sistem perakaran saling terkait atau menyatu dalam wadah. Itulah yang membuat pemindahan bibit dapat dilakukan dengan menggulung sebelum diletakkan ke mesin tanam. Kelebihan cara itu adalah petani mudah membawa bibit ke lahan penanaman. Bibit dimasukkan dalam kontainer plastik sehingga tidak tercecer dan terjaga kebersihannya.

Bibit siap tanam memiliki 4 daun dan tinggi maksimal 20 cm. Jika tinggi bibit melebihi 20 cm harus dipotong untuk menghindari tanaman saling terkait saat penanaman. Penanaman bibit secara manual atau memakai alat tanam. Cara manual yaitu dengan melepas bibit dari kotak lalu menanam di lahan sebanyak 2–3 rumpun dI satu lubang. Jika menggunakan alat tanam, lepaskan bibit dari kotak pesemaian dan letakkan di atas rak transplanter.

BB Mektan menguji lapang dan introduksi teknologi itu di hadapan kepala Balai Benih seluruh Indonesia, kelompok tani, penangkar benih, pedagang, penyuluh, dan pejabat Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah. Peserta menyambut baik teknologi itu. Petani merasa tertarik untuk menerapkannya karena menghemat biaya produksi. Penanaman benih padi dengan alat tanam disesuaikan sistem jajar legowo untuk menambah populasi tanaman padi sekitar 30%. (Novi Sulistyosari, STP, MSi, peneliti Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian, Tangerang Selatan, Banten)

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *