Cara Alami Agar Wasir/ Ambeien Tersingkir

Konsumsi rebusan daun salak meredakan wasir / ambeien.

Jalan raya menjadi teman akrab Sutono sehari-hari. Selama 2 tahun setiap hari ia duduk di belakang roda kemudi menjelajahi puluhan kilometer jalanan di Provinsi Bengkulu. Setahun berselang, Sutono memulai kehidupan baru sebagai pekerja kantoran. Ia bertugas menjadi anggota staf Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Bengkulu. Aktivitas harian di balik meja membuat ia tidak banyak beraktivitas fisik.

Tanpa ia sadari, kebiasaan duduk terlalu lama itu membuat kesehatannya menurun. Pada 2012, Sutono merasakan sakit dan nyeri di daerah anus. Di sekitar lubang pembuangan itu terjadi pembengkakan.

“Duduk mengganjal, berdiri terasa sakit, buang air rasanya tidak tuntas,” ungkap ayah 2 anak itu. Dokter menyarankan agar Sutono menjalani operasi. Namun, ia menolak saran itu lantaran takut dengan rasa sakit dan efek samping pengobatan.

Daun salak

Menurut spesialis penyakit dalam di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, dr. Probosuseno, Sp.PD., K-Ger, wasir terjadi akibat pelebaran pembuluh vena di sekitar otot anus. Pembuluh darah yang melebar itu membesar menjadi tonjolan berwarna merah kebiruan. Kalangan medis menjuluki kondisi itu dengan sebutan hemoroid. Pemicu wasir antara lain konstipasi atau sembelit dan terlalu banyak duduk.

Daun salak tanpa tangkai dirajang, direbus lalu airnya dikonsumsi.

Daun salak tanpa tangkai dirajang, direbus lalu airnya dikonsumsi

Probosuseno mengatakan, pasien pembesaran prostat jinak atau kanker prostat berpeluang mengidap wasir. Sebab, akibat penyakit itu penderita sering mengejan. “Benjolan di anus itu menimbulkan rasa gatal, nyeri, dan tidak nyaman,” kata dr. Probosuseno. Untuk mengatasi masalah kesehatan itu, Sutono berupaya memilih pengobatan alternatif. Pria 59 tahun itu mengonsumsi air rebusan daun salak atas saran seorang rekan.

Terdorong motivasi meraih kesembuhan, ia merajang 3—7 helai daun Salacca zalacca itu lalu merebusnya dalam 2 liter air hingga mendidih dengan api kecil. Ia menggunakan daun salak yang masih berwarna hijau tua dan menggunakan seluruh bagian tanpa tangkai.

Untuk meningkatkan cita rasa air rebusan itu, ia menambahkan gula merah sampai rasa manisnya sesuai selera. Setelah dingin, Sutono mengonsumsi air beraroma harum itu setiap hari.

Ia mengonsumsi sebagai pengganti air minum. Beberapa hari rutin mengonsumsi, ia merasakan perubahan. Pembengkakan di anus mengecil dan rasa sakit pun berkurang. Sekali merebus ia habiskan untuk konsumsi sehari. Sayang ia tidak mengimbangi terapi itu dengan menjaga pola makan. Kadang setelah makan makanan pedas atau kurang serat, rasa nyeri kembali ia rasakan.

Makanan serat

Selama 6 bulan Sutono mengonsumsi rebusan daun salak hingga pembengkakan di anus menyusut. “Sampai sekarang tidak kumat lagi,” kata Sutono. Selain itu ia juga mengobati wasir dari luar. Ia mendidihkan 7 liter air dan menambahkan 500 g tawas (potasium alum).

Setelah air rebusan itu hangat, ia merendam bagian tubuh bagian bawahnya. Itu untuk meredam nyeri akibat pembengkakan pada malam hari menjelang tidur. Lama perendaman 15 menit, 5—6 hari berturut-turut.

Kulit manggis bermanfaat mengatasi pendarahan pada wasir.

Kulit manggis bermanfaat mengatasi pendarahan pada wasir.

Tags:
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x