Lemon kalifornia memang mudah berbuah. Namun, pekebun harus merawat intensif.

Wongso Suseno memanen rata-rata 10 kilogram lemon kalifornia per pohon berumur 3 tahun. Itu hanya dalam sekali panen. Padahal, pekebun di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, itu beberapa kali panen dalam setahun. Dengan produktivitas sebanyak itu, Wongso memanen rata-rata 200 kg lemon kalifornia per pekan. Pria 68 tahun itu menjual hasil panen ke beberapa gerai pasar modern di Purwokerto dengan harga Rp25.000 per kg.

Pengusaha alumninium itu masih memperoleh keuntungan berlipat dengan harga jual itu. Pasalnya, biaya produksi relatif rendah. Sebagai sumber nutrisi, ia hanya membenamkan pupuk kompos pada lubang tanam sebagai pupuk dasar 10 hari sebelum tanam. Pria 68 tahun itu lalu memberikan 25 kg pupuk kompos lanjutan per tanaman. Frekuensi pemupukan setiap 3 bulan (lihat ilustrasi: Tak Putus Panen Lemon).

Trubus Edisi Agustus 2018 Highrest.pdf

Dataran tinggi

Lemon di kebun Wongso mulai berbunga saat tanaman berumur 1 tahun setelah tanam. Namun, ia membuang bunga perdana itu lantaran tanaman terlalu muda. Jika bunga dipertahankan menjadi buah, kualitas buahnya tidak akan bagus. Kemunculan buah terlalu dini juga dikhawatirkan menyebabkan tanaman stres karena menguras energi.

Wongso Suseno memanen hingga 200 kg lemon kalifornia per pekan meski tanpa perawatan khusus.
Wongso Suseno memanen hingga 200 kg lemon kalifornia per pekan meski tanpa perawatan khusus

“Jika tanaman stres, berikutnya malah jadi mogok berbuah,” kata Wongso. Ia memanen buah perdana saat tanaman berumur rata-rata 1,5 tahun pascatanam. Meski tanpa perawatan khusus, lemon kalifornia di kebun Wongso berbuah lebat. Ukuran buah pun rata-rata berukuran bongsor. Itu karena dalam setiap dompolan buah hanya dipertahankan 3—5 buah. Dalam sekilogram buah ada juga yang hanya terdiri atas 2—3 buah.

Menurut penangkar tanaman buah di Purwokerto, Widhiarto, salah satu keunggulan lemon kalifornia adalah relatif mudah perawatannya. Namun, ayah 4 anak itu mengingatkan bahwa lemon kalifornia lebih cocok di dataran menengah—tinggi. “Jika ditanam di dataran rendah, maka kualitasnya lebih rendah dan jumlah buahnya berkurang,” ujarnya. Pekebun lemon di Bandung, Jawa Barat, Agus Roma Riswanto, berpendapat serupa.

Baca juga:  Daun Moringa Jadi Tepung

Meski demikian, Agus menyarankan pekebun sebaiknya tetap merawat intensif agar hasil panen lebih optimal. Lemon juga tergolong tanaman yang berbuah terus-menerus sehingga membutuhkan energi besar agar terus berbuah. Itulah sebabnya Agus menyarankan untuk tetap memberikan pupuk sintetis kimia saat menanam lemon kalifornia.

Agus menyesuaikan dosis pupuk dengan fase pertumbuhan tanaman. Pada saat persiapan tanam, Agus mencampur gundukan tanah yang akan ditanami dengan 8 kg pupuk kandang, 200 g Za, 100 g SP-36, dan 100 g KCl, lalu diamkan selama sepekan dan tanah pun siap ditanami. Agus membudidayakan lemon berjarak tanam 4 m x 5 m atau total populasi 500 pohon per hektare. Saat berumur 1 tahun tanaman mulai belajar berbuah.

Menjelang berbunga—ditandai dengan tidak adanya tumbuh tunas baru—Agus memberikan pupuk fosfor berdosis lebih tinggi, yakni 40 kg SP-36 per hektare (ha). Ia juga memberikan 20 kg pupuk ZA dan 20 kg pupuk KCl per hektare. Pada saat buah seukuran kelereng, Agus menjarangkan buahnya. Ia mempertahankan hanya 3—5 buah per dompol. Selain itu Agus juga memberikan pupuk dengan dosis kalium lebih tinggi, tanpa fosfor.

Lemon kalifornia tumbuh optimal di lahan di dataran menengah dan tinggi.
Lemon kalifornia tumbuh optimal di lahan di dataran menengah dan tinggi

Untuk pohon berumur setahun yang sedang belajar berbuah, ia memberikan 20 kg pupuk KCl dan 20 kg pupuk ZA per ha. Setelah panen tanaman perlu asupan pupuk untuk pemulihan setelah energinya terkuras saat berbuah. Untuk itu Agus memberikan 20 kg pupuk ZA per ha dan 20 kg pupuk KCl per ha. Seluruh dosis pemupukan itu meningkat pada tahun kedua hingga dua kali lipat dari dosis pada tahun pertama, begitu seterusnya.

Menurut Agus pemangkasan juga penting. Tujuannya untuk mengatur tinggi tanaman, memudahkan perawatan, membentuk percabangan agar tanaman kokoh dan seimbang, serta memudahkan sinar matahari masuk ke seluruh permukaan daun. Dengan begitu kualitas buah baik ukuran, warna, dan hasil panen meningkat. Selain itu juga agar tajuk pohon tidak terlalu rimbun untuk mencegah berkembangnya cendawan dan bakteri penyebab penyakit.

Baca juga:  Budidaya Kembang Kol Lengkap Bagi Pemula

Agus menyarankan pemangkasan sebaiknya dilakukan secara berkala untuk pembentukan percabangan, setelah pemupukan, penjarangan buah, dan setelah panen. Dengan perawatan seperti itu lemon kalifornia pun tumbuh sentosa.

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d