Panglima sukses menjadi jawara di kelas Presiden karena memiliki banyak variasi lagu

Panglima sukses menjadi jawara di kelas Presiden karena memiliki banyak variasi lagu

Burung-burung terbaik beradu kicau di kontes terbesar di tanahair.

Panglima menjadi juara setelah mengalahkan 69 pesaingnya. Muraibatu itu menjadi kampiun di kelas Presiden pada kontes burung Piala Presiden III 2014. Atas kemenangan itu, Yongka Samuel-pemilik Panglima-mendapat hadiah uang tunai Rp45-juta. Yongka memang yakin Panglima bakal menjadi yang terbaik.

Sebab, “Burung itu sedang berada di puncak penampilannya,” kata Deddy Jaya, adik Yongka. Panglima layak juara karena volume suara besar dan memiliki banyak variasi lagu. Harap mafhum setiap hari 15 burung master seperti lovebird, cililin, dan cucak jenggot menemani Panglima. Untuk menjaga volume suara tetap besar, Yongka memandikan dan menjemur burung saban hari. Burung berumur 6 tahun itu juga mengonsumsi 30 jangkrik pada pagi dan sore.

Durasi kicau yang stabil selama penjurian modal Boncu menjadi juara

Durasi kicau yang stabil selama penjurian modal Boncu menjadi juara

Hadiah besar

“Jangkrik bermanfaat mendongkrak stamina burung,” kata Dedy. Selain Panglima, prestasi Copychus malabaricus yang paling fenomenal yaitu Speed Joger. Muraibatu milik Gunawan dari Tegal itu menjadi jawara di kelas Khusus berhadiah Rp75-juta. Speed Joger berhasil menaklukkan 64 lawannya karena berpenampilan maksimal. Sebelumnya pada Maret 2014, burung itu juara di kelas Murai Ring Bebas AMB pada Lomba Anniversary Owen Team di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

Untuk jenis lovebird, Fernando berjaya di kelas Presiden berhadiah Rp45-juta. Itu gelar pertama burung milik Hani Faroko asal Bekasi di kontes Piala Presiden. Harap mafhum, Fernando baru berumur 8 bulan. Lazimnya kicauan lovebird stabil pada umur di atas 1 tahun. Meski muda, Fernando sarat prestasi. Sebelumnya, pada 8 Juni 2014 burung itu menjadi pemenang di kelas Jatijajar pada Happy Anniversary Mr Amiauw 65th di Bekasi, Jawa Barat.

Baca juga:  Agar Walet Kian Betah

Fernando pantas juara karena durasi kicauannya lama hingga 1 menit. Rata-rata kicauan panjang lovebird di bawah 1 menit. Selain itu, burung yang tampil di kontes perdana pada Februari 2014 itu juga aktif dan volume suaranya besar. Fernando hasil tangkaran Hani dari indukan unggul yang memang sering juara. “Kami sangat senang dengan prestasi Fernando,” kata Sunar mewakili teman-temannya.

Burung berkicau terbaik dari berbagai wilayah di Indonesia seperti Aceh, Jambi, Jakarta, Surabaya, dan Samarinda beradu merdu pada kontes di Parkir Timur Senayan, Jakarta, itu. Kontes burung Piala Presiden digelar setiap 2 tahun dan paling bergengsi karena harga tiket dan hadiahnya besar.

Fernando, lovebird muda kampiun kelas Presiden

Fernando, lovebird muda kampiun kelas Presiden

Peserta membeludak

Harga tiket tertinggi Rp3,5-juta untuk kelas Khusus yang mempertandingkan muraibatu dengan hadiah Rp75-juta. “Semua burung jawara kontes nasional berkumpul di even ini,” kata ketua panitia, Kamiludin. Kontes dihadiri 5.000 peserta. Jumlah itu melebihi harapan panitia yang menargetkan 3.000 peserta.

Panitia menyiapkan 4 lapangan A, B, C, dan D agar kontes berjalan lancar. Setiap lapangan berisi 70 gantangan dan dinilai oleh 8 juri. Lazimnya kontes tingkat nasional yang lain menyediakan 2 lapangan. Kontes pada 22 Juni 2014 itu juga mempertandingkan 89 kelas.

Kontes lain lazimnya mempertandingkan 30 kelas. Burung yang bertanding meliputi muraibatu, kacer, lovebird, pentet, ciblek, jalak suren, dan anis merah. “Secara keseluruhan kontes berlangsung sukses,” ucap Bang Kam, sapaan akrab Kamiludin. (Riefza Vebriansyah)

537_ 65

Sumber : t r u b u s – o n l i n e . c o . i d